Jenis Material yang Dikeluarkan Gunung Berapi

Loading...

ASTALOG.COM – Gunung api adalah gunung yang terbentuk akibat material hasil erupsi yang menumpuk di sekitar pusat erupsi atau gunung yang terbentuk dari erupsi magma. Gunung api hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu, yaitu pada jalur punggungan tengah samudera, pada jalur pertemuan dua buah lempeng kerak bumi, dan pada titik-titik panas di muka bumi tempat keluarnya magma, di benua maupun di samudera.

Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara 2 lempengan tektonik. Apabila gunung berapi meletus, magma yang terkandung di dalam kamar magmar di bawah gunung berapi meletus keluar sebagai lahar atau lava. Selain daripada aliran lava, kehancuran oleh gunung berapi disebabkan melalui berbagai cara seperti berikut:

  • Aliran lava.
  • Letusan gunung berapi.
  • Aliran lumpur.
  • Abu.
  • Kebakaran hutan.
  • Gas beracun.
  • Gelombang tsunami.
  • Gempa bumi.
BACA JUGA:  Wawancara Tentang Tanah Longsor

Jenis-jenis Gunung Berapi

1.Berdasarkan Bentuknya

  1. Strato volcano. Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Contoh: Gunung Merapi.
  2. Perisai. Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh: gunung berapi yang terdapat di kepulauan Hawai.
  3. Cinder Cone. Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.
  4. Kaldera. Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Contoh: Gunung Bromo di Jawa Timur.

2. Berdasarkan Frekuensi Letusannya di Indonesia

  1. Gunung api Tipe A: tercatat pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.
  2. Gunung api Tipe B: sesudah tahun 1600 belum tercatat lagi mengadakan erupsi magmatik namun masih memperlihatkan gejala kegiatan vulkanik seperti kegiatan solfatara.
  3. Gunung api Tipe C: sejarah erupsinya tidak diketahui dalam catatan manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatara/fumarola pada tingkah lemah.
BACA JUGA:  Jenis-jenis Vitamin dan Peranannya

Jenis Material yang Dikeluarkan Gunung Berapi

1. Material Padat (Effata)

Material padat terdiri dari;

  1. Bom (batu-batu besar).
  2. Terak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom).
  3. Lapili, berupa kerikil.
  4. Pasir.
  5. Debu.
  6. Batu apung.

Berdasarkan asalnya, material padat/effata dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

  1. Efflata allogen, berasal dari batu-batu di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.
  2. Efflata autogen (Pyroclastica), berasal dari magma itu sendiri.

2. Material Cair

Bahan cair dari dapur magma akan mengalir keluar dari gunung api jika magma cair dari dalam Bumi meleleh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak terdapat sumbatan di puncaknya. Material cair yang keluar terdiri atas:

  1. Lava, yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.
  2. Lahar panas, yaitu campuran magma dan air, sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.
  3. Lahar dingin, terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah. Contoh: akibat letusan Gunung Merapi tahun 2006 yang lalu telah menghasilkan sekitar 6 juta meter kubik timbunan material yang akan membentuk aliran lahar dingin saat turun hujan.
BACA JUGA:  Pancagatra Dalam Konsepsi Ketahanan Nasional

3. Material Gas (Ekshalasi)

Material gas (ekshalasi) terdiri atas:

  1. Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S).
  2. Fumarol, berbentuk uap air (H2O).
  3. Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun. Selain itu, sifatnya yang lebih berat dari oksigen menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup. Contoh: gas CO2 yang keluar dari Gunung Dieng pada tahun 1979 dan telah membunuh 149 penduduk.