Siapakah Presiden Amerika Serikat ke-17 ?

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Amerika Serikat, disingkat dengan AS, atau secara umum dikenal dengan Amerika saja adalah sebuah negara republik konstitusional federal yang terdiri dari lima puluh negara bagian dan sebuah distrik federal. Negara ini terletak di bagian tengah Amerika Utara, yang menjadi lokasi dari empat puluh delapan negara bagian yang saling bersebelahan, beserta distrik ibu kota Washington, D.C

Melihat luasnya Negara ini, tidak heran kalau Negara ini dipimpin oleh begitu banyak presiden, salah satunya Andrew Johnson yang menjadi presiden ke-17 dari Amerika Serikat.

Dilansir dari wikipedia, Andrew Johnson (lahir di Raleigh, North Carolina, 29 Desember 1808 – meninggal di Elizabethton, Tennessee, 31 Juli 1875 pada umur 66 tahun) adalah presiden Amerika Serikat yang ke-17 dan menjabat pada 1865 hingga 1869. Berdasarkan konstitusi, Andrew Johnson yang menjabat sebagai Wakil Presiden dengan sendirinya menjadi presiden ketika Presiden Abraham Lincoln wafat dalam peristiwa pembunuhan. Ia juga adalah presiden Amerika Serikat yang menikah dalam usia termuda, pada hari pernikahannya, 5 Mei 1827, ia berumur 18 tahun sementara istrinya, Eliza McCardle, berumur 16 tahun.

Masa Kecil Andrew Johnson
Andrew Johnson (lahir di Raleigh, North Carolina, 29 Desember 1808 – meninggal di Elizabethton, Tennessee, 31 Juli 1875 pada umur 66 tahun) adalah presiden Amerika Serikat yang ke-17 dan menjabat pada 1865 hingga 1869.

Berdasarkan konstitusi, Andrew Johnson yang menjabat sebagai Wakil Presiden dengan sendirinya menjadi presiden ketika Presiden Abraham Lincoln wafat dalam peristiwa pembunuhan. Ia juga adalah presiden Amerika Serikat yang menikah dalam usia termuda, pada hari pernikahannya, 5 Mei 1827, ia berumur 18 tahun sementara istrinya, Eliza McCardle, berumur 16 tahun.

Masa Kepresidenan Andrew Johnson
Pada 15 April 1865, setelah wafatnya Presiden Lincoln karena pembunuhan. Andrew Johnson diangkat menjadi presiden.

Selama masa jabatannya, dua amandemen ditambahkan dalam kongres Amerika. Amandemen yang ditambahkan adalah:
Menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat dan menetapkan orang-orang negro sebagai warga negara Amerika, dan melarang diskriminasi terhadap mereka.
Undang-undang ini dikenal sebagai undang-undang Hak Sipil tahun 1866.
Tidak ada negara bagian yang boleh mencabut jiwa, kebebasan atau harta benda seseorang tanpa melalui hukum yang berlaku.

Presiden Andrew Johnson adalah seorang anggota partai Demokrat, padahal Lincoln berasal dari Partai Republik. Ia tidak didampingi wakil presiden. Selama jabatannya, ia bertentangan keras dengan kongres, terutama anggota-anggota partai republik yang radikal. Golongan ini memegang peranan dalam memutuskan sebuah undang-undang, termasuk membatalkan veto seorang presiden. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kongres berhasil membatalkan keputusan presiden mengenai sebuah undang-undang penting. Mereka berusaha untuk membatasi secara ketat kekuasaan presiden dengan menetapkan sejumlah rancangan undang-undang dan ketika Presiden Andrew Johnson mengabaikan salah satu peraturan itu dengan memecat Menteri Perangnya, pemeriksaan pelanggaran dikenakan terhadapnya dan ia diadili oleh senat, tetapi dibebaskan dari tuduhan dengan perbedaan satu suara.

Pada 1869 Presiden Andrew Johnson meninggalkan Gedung Putih dan kembali ke negara bagian Tennessee.
Pada 1875, enam tahun setelah ia meninggalkan gedung putih, Andrew Johnson kembali ke Washington DC sebagai Senator. Ia meninggal dunia beberapa bulan kemudian pada tanggal 31 Juli 1875 setelah diserang penyakit lumpuh. Ia meninggalkan seorang isteri, tiga orang putera dan dua orang puteri.