Apa yang Dimaksud Homonim dan Homofon?

ASTALOG.COM – Anda pasti pernah mendengat kata yang memiliki penyebutan yang sama namun memiliki arti yang berbeda. Kata tersebut masuk dalam kategori kata homonim dan homofon.

Pengertian Homonin dan Homofon

1. Homonim menurut Kamus Besar bahasa Indonesia ( KKBI ) adalah sebuah kata yang memiliki ejaan ( tulisan ) dan lafal ( pengucapan ) yang yang sama tetapi memiliki makna yang berbeda. Perbedaan makna ini karena kata tersebut berasal dari sumber yang berlainan. Homonim adalah suatu kata yang memiliki arti/makna yang berbeda akan tetapi lafadh atau ejaannya sama.

Contoh-contoh kalimat homonim:

a. Rapat ( Meeting , Pertemuan ) – Rapat ( Berdekatan )
Para peserta rapat bulanan karang taruna desa gayamsari itu duduk rapat di kursi panjang yang terbuat dari kayu jati.

b. Bisa ( racun ) – Bisa ( dapat )
Bisa ular king cobra itu bisa membunuh orang setiap yang terkena gigitannya.

c. Genting ( Atap ) – Genting ( Gawat )
Suasana di sekitar rumah besar dengan genting merah itu sedang genting sekali karena perang yang tak kunjung usai.

d. Malang ( Nasib ) – Malang ( Kota )
Malang sekali diriku ini menjadi salah satu jomblo ngenes di kota Malang yang dingin ini.

e. Hak ( Bagian Sepatu ) – Hak ( Milik )
Hak sepatu merah wanita itu patah saat menuruni tangga selepas memberikan sambutan pada pertemuan hak asasi manusia di Bandung.

2. Homofon
Dilansir dari wikipedia, Homofon (bahasa Yunani: ὁμός, homós, “sama” dan φωνή, phōnḗ , “bunyi”) adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Contoh-contoh kalimat berhomofon
a. Bang = bank
Bang Andri rajin menabung di bank.
Bang Supri bekerja sebagai seorang teller di Bank Mega
Bank = Tempat menyimpan uang
Bang = Panggilan untuk kakak atau orang khususnya laki-laki yang lebih tua.

b. Massa = Masa
Jembatan itu rubuh dinaiki oleh ribuan masa karena massa jembatan itu tidak mampu menampung berat semua orang.
Rata-rata massa yang berkumpul di lapangan hari ini memiliki masa lalu yang kelam.
Pada masa lalu, orang-orang bingung mengapa paku yang kecil tenggelam di dalam air, sedangkan kapal yang besar mengapaung. Setelah diteliti ternyata, massa paku lebih besar daripada massa air.
Masa = Ukuran berat suatu atom atau partikel pada benda
Massa = Sekumpulan orang banyak yang berkumpul di suatu tempat.
Masa = Suatu ukuran waktu biasanya lebih panjang dari waktu setahun.

c. Sangsi = Sanksi
Terdakwa di dalam persidangan itu sangsi akan sanksi berat yang menantinya di depan.
Dia masih sangsi dengan apa yang diutarakan oleh sahabatnya itu.
Atas perbuatannya yang sangat tidak manusiawi, dia mendapatkan sanksi yang amat sangat berat.
Sangsi = Meragukan suatu perbuatan atau keputusan.
Sanksi = hukuman yang diberikan oleh seseorang akibat perbuatannya.

d. Disel = di sel
Gembong penjahat itu disel di sel nomor 76.
Pada jam 1 dini hari terjadi kerusuhan yang sangat kacau di sel nomor 2b dikarenakan seorang narapidana yang masih tidak diterima disel dengan tahanan yang lainnya.
Di sel nomor 88 terdapat puluhan penjahat yang telah di sel bertahun-tahun lamanya.
Disel = Sebuah kata kerja pasif yang bermakna memenjarakan seorang penjahat atau pelaku tindakan criminal
Di sel = Sebuah kata yang berarti menunjukan sebuah ruangan yang sempit biasanya dipakai untuk menahan para narapidana.

e. Tang = Tank
Seorang anak kecil dengan berani menghalau sebuah tank yang akan menghancurkan rumahnya dengan hanya menggenggam sebuah tang di tangan kirinya.
Ayah membuat mainan replika tank dengan menggunakan tang.
Sebuah tank baja meledak akibat sebuah tang yang menyangkut dibagian mesin dan merusak sistem operasinya.
Tank = Kendaraan lapis baja yang digunakan untuk keperluan perang.
Tang = Sebuah alat perkakas yang digunakan untuk mencabut atau memotong paku.