Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri?

ASTALOG.COM – Dalam ilmu Biologi dikenal istilah bakteri. Bakteri yang berasal dari kata latin bacterium atau bacteria (jamak) adalah kelompok organisme yang tidak memiliki membran inti sel. Bakteri adalah organisme yang termasuk ke dalam domain prokariota dan berukuran sangat kecil (mikroskopik), serta memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.

Beberapa kelompok bakteri dikenal sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sedangkan kelompok lainnya dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, dan industri. Struktur sel bakteri relatif sederhana: tanpa nukleus/inti sel, kerangka sel, dan organel-organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Hal inilah yang menjadi dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot yang lebih kompleks.

Penggolongan Bakteri

Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi 3 golongan besar, yaitu:

  1. Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
    1. Mikrococcus berbentuk kecil dan tunggal
    2. Diplococcus berbentuk berganda dua-dua
    3. Tetracoccus berbentuk bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar
    4. Sarcina berbentuk bergerombol membentuk kubus
    5. Staphylococcus berbentuk bergerombol
    6. Streptococcus berbentuk bergandengan membentuk rantai
  2. Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    1. Diplobacillus berbentuk bergandengan dua-dua
    2. Streptobacillus berbentuk bergandengan membentuk rantai
  3. Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
    1. Vibrio berbentuk koma, jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma).
    2. Spiral berbentuk engkung lebih dari setengah lingkaran.
    3. Spirochete berbentuk lengkung membentuk struktur yang fleksibel.

Bentuk tubuh atau morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya.

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Pertumbuhan Bakteri?

1. Faktor Zat Gizi

Semua bentuk kehidupan mempunyai persamaan dalam hal persyaratan nutrisi berupa zat–zat kimiawi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan aktivitas lainnya. Nutrisi bagi pertumbuhan bakteri, seperti halnya nutrisi untuk organisme lain mempunyai kebutuhan akan sumber nutrisi, yaitu:

  1. Bakteri membutuhkan sumber energi yang berasal dari energi cahaya (fototrof) dan senyawa kimia(kemotrof).
  2. Bakteri membutuhkan sumber karbon berupa karbon anorganik (karbon dioksida) dan karbon organik (seperti karbohidrat).
  3. Bakteri membutuhkan sumber nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik (seperti kalium nitrat) dan nitrogen organik (berupa protein dan asam amino).
  4. Bakteri membutuhkan beberapa unsur logam (seperti kalium, natrium, magnesium, besi, tembaga dsb).
  5. Bakteri membutuhkan air untuk fungsi-fungsi metabolik dan pertumbuhannya.

2. Keasaman Makanan (pH)

Bakteri memiliki mekanisme yang sangat efektif untuk memelihara kontrol regulasi pH sitoplasmanya (pHi). Pada sejumlah bakteri, pH berbeda dengan 0,1 unit per perubahan pH pada pH eksternal. Hal ini disebabkan kontrol aktivitas sistem transpor ion yang mempermudah masuknya proton. Bermacam-macam sistem yang mencerminkan luas rentang nilai pHi diperlihatkan oleh berbagai bakteri.

3. Suhu

Setiap bakteri memiliki temperatur optimal dimana mereka dapat tumbuh sangat cepat dan memiliki rentang temperatur dimana mereka dapat tumbuh. Pembelahan sel sangat sensitif terhadap efek kerusakan yang disebabkan temperatur; betuk yang besar dan aneh dapat diamati pada pertumbuhan kultur pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur yang mendukung tingkat pertumbuhan yang sangat cepat.

4. Ketersediaan Air

Sel jasad renik memerlukan air untuk hidup dan berkembang biak. Oleh karena itu, pertumbuhan jasad renik di dalam suatu makanan sangat di pengaruhi oleh jumlah air yang tersedia. Selain merupakan bagian terbesar dari komponen sel (70-80%), air juga di butuhkan sebagai reaktan dalam berbagai reaksi biokimia.

5. Ketersediaan Oksigen

Kebutuhan oksigen pada bakteri tertentu mencerminkan mekanisme yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Berdasarkan kebutuhan oksigen tersebut, bakteri dapat dipisahkan menjadi 5 kelompok, yaitu:

  1. Anaerob obligat yang tumbuh hanya dalam keadaan tekanan oksigen yang sangat rendah dan oksigen bersifat toksik.
  2. Anaerob aerotoleran yang tidak terbunuh dengan paparan oksigen.
  3. Anaerob fakultatif, dapat tumbuh dalam keadaan aerob dan anaerob.
  4. Aerob obligat, membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya.
  5. Bakteri mikroaerofilik yang tumbuh baik pada tekanan oksigen rendah,tekanan oksigen tinggi dapat menghambat pertumbuhan.

6. Kelembaban

Konsentrasi larutan yang aktif secara osmotik di dalam sel bakteri, umumnya lebih tinggi dari konsentrasi di luar sel. Sebagian besar bakteri, kecuali pada Mycoplasma dan bakteri yang mengalami kerusakan dinging selnya, tidak toleran terhadap perubahan osmotik dan akan mengembangkan sistem transpor kompleks dan alat pengatur sensor-osmotik untuk memelihara keadaan osmotik konstat dalam sel.