Pengaruh Revolusi Bumi terhadap Perubahan Musim

ASTALOG.COM – Bumi yang kita diami ini berputar terus dan melakukan revolusi. Selain berputar pada porosnya atau berotasi, bumi juga berputar mengelilingi matahari yang disebut dengan revolusi bumi. Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi.

Jadi, revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi. Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari.

Sepanjang Bumi berevolusi, rotasi bumi tidak selalu tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan berosilasi dengan kemiringan yang membentuk sudut hingga 23,50 derajat terhadap matahari. Sudut ini diukur dari garis imajiner yang membelah kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan garis khatulistiwa.

Pengaruh Revolusi Bumi terhadap Perubahan Musim

Musim adalah salah satu pembagian utama tahun. Musim adalah hasil dari revolusi tahunan bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu bumi relatif terhadap bidang revolusi. Di daerah beriklim sedang dan kutub, musim ditandai oleh perubahan intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, variasi yang dapat menyebabkan hewan untuk pergi ke hibernasi atau bermigrasi, dan tanaman yang akan aktif. Biasanya dalam setahun dibagi menjadi 4 musim, yaitu:

  1. Musim semi (spring). Musim semi adalah satu dari 4 musim yang terjadi di daerah non tropis, yang merupakan suatu musim peralihan dari musim dingin ke musim panas. Di belahan utara bumi, diperkirakan musim semi terjadi pada tanggal 21 Mare t- 21 Juni, sedangkan di belahan selatan bumi, diperkirakan musim semi terjadi pada tanggal 23 September – 21 Desember.
  2. Musim panas (summer). Musim panas adalah salah satu musim di negara yang berhawa sedang. Tergantung letak sebuah negara, musim panas dapat terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Di belahan utara bumi, diperkirakan musim panas terjadi pada tanggal 21 Juni – 23 September dan di belahan selatan bumi, diperkirakan musim panas terjadi pada tanggal 21 Desember – 21 Maret. Pada beberapa negara, musim panas adalah musim liburan sekolah. Pada musim ini orang-orang suka pergi ke pantai untuk berjemur. Selain itu, pada musim panas buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan sedang pada masa pertumbuhan penuhnya.
  3. Musim gugur (autumn). Musim gugur adalah salah satu dari 4 musim pada daerah beriklim sedang, dan merupakan masa peralihan dari musim panas ke musim dingin. Dalam zona beriklim sedang, musim gugur adalah musim di mana kebanyakan tumbuhan dipanen atau ditunai, dan pohon deciduous melepas daun-daun mereka. Musim gugur juga merupakan musim di mana hari-hari bertambah pendek dan dingin, dan peningkatan presipitasi di beberapa bagian dunia. Di belahan utara bumi, musim gugur dimulai sekitar pada tanggal 23 September – 21 Desember, sementara di belahan selatan bumi , musim gugur dimulai sekitar tanggal 21 Maret – 21 Juni.
  4. Musim dingin (winter). Musim dingin adalah musim yang paling dingin di bumi. Musim dingin merupakan salah satu dari 4 musim di negeri-negeri yang beriklim subtropis dan sedang. Di belahan utara bumi, musim dingin dimulai sekitar pada tanggal 21 Desember- 21 Maret, sementara di belahan selatan bumi musim dingin dimulai sekitar pada tanggal 21 Juni – 23 September.

Pembagian Musim di Indonesia

Sementara itu, Indonesia yang terletaak pada garis khatulistiwa dan beriklim tropis, memiliki 2 jenis musim, yaitu:

  1. Musim Kemarau adalah musim di daerah tropis yang dipengaruhi oleh sistem muson. Musim kemarau dikenal sebagai musim kering. Untuk dapat disebut musim kemarau, curah hujan per bulan harus di bawah 60 mm/bulan (atau 20 mm per dasarian) selama tiga dasarian berturut-turut. Selain Indonesia, negara-negara yang sering mengalami musim ini adalah wilayah tropis di Asia Tenggara dan Asia Selatan, Australia bagian timur laut, Afrika, dan sebagian Amerika Selatan.
  2. Musim hujan adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Musim hujan hanya dikenal di wilayah yang iklim tropis. Musim hujan dianggap mulai terjadi apabila curah hujan dalam tiga dasarian berturut-turut telah melebihi 100 mm/m2 per dasarian dan berlanjut terus.