Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan

ASTALOG.COM – Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat tersebut. Pengaruh posisi relatif matahari terhadap suatu tempat di bumi menimbulkan musim, yang sekaligus menjadi ciri yang membedakan antara iklim yang satu dengan iklim yang lainnya. Perbedaan iklim menghasilkan beberapa sistem klasifikasi iklim.

Beberapa Sistem Klasifikasi Iklim

Klasifikasi iklim merupakan usaha untuk mengidentifikasi dan mencirikan perbedaan iklim yang terdapat di bumi. Akibat perbedaan latitudo (posisi relatif terhadap khatulistiwa, garis lintang), letak geografi, dan kondisi topografi, suatu tempat memiliki kekhasan iklim. Klasifikasi iklim biasanya terkait dengan bioma atau provinsi floristik karena iklim mempengaruhi vegetasi asli yang tumbuh di suatu kawasan.

Klasifikasi iklim yang paling umum dikenal adalah klasifikasi Koeppen-Geiger. Klasifikasi ini berlaku di seluruh dunia sehingga sering dirujuk untuk kajian-kajian geologis dan ekologi. Beberapa negara mengembangkan klasifikasi iklim sendiri untuk mengatasi variasi iklim tempatan yang beragam. Indonesia, misalnya, lebih sering menggunakan sistem klasifikasi Schmidt-Ferguson (SF), yang ternyata disukai untuk kajian-kajian kehutanan dan pertanian. Sistem SF didasarkan pada klasifikasi yang terlebih dahulu disusun oleh Mohr, namun diperhalus kriterianya.

1. Klasifikasi Koeppen-Geiger

Selain berdasarkan parameter iklim (seperti suhu udara, presipitasi, dan radiasi surya harian), klasifikasi ini juga mendasarkan pada tipe vegetasi suatu tempat. Ada 5 kelompok iklim utama dalam klasifikasi ini, yang masing-masing dibagi lagi, yaitu:

  1. Iklim A, yaitu iklim tropika basah
  2. Iklim B, yaitu iklim kering atau setengah kering
  3. Iklim C, yaitu iklim dengan variasi suhu tahunan yang jelas
  4. Iklim D, yaitu iklim sirkumpolar
  5. Iklim E, yaitu iklim kutub

2. Klasifikasi Schmidt-Ferguson (SF)

Klasifikasi ini sangat populer di Indonesia dan beberapa negara tetangga yang memiliki musim kering-musim hujan. Terdapat 8 kelompok iklim yang didasarkan pada nisbah bulan kering (BK) ke bulan basah (BB), yang disimbolkan sebagai Q (dalam %). Bulan kering adalah bulan dengan presipitasi total di bawah 60 mm, dan bulan basah adalah bulan dengan presipitasi total di atas 100 mm.

8 kelompok iklim menurut Schmidt-Ferguson adalah:

  1. Iklim A, Q < 14,3, daerah sangat basah, hutan hujan tropis;
  2. Iklim B, 14,3 =< Q < 33,3, daerah basah, hutan hujan tropis;
  3. Iklim C, 33,3 =< Q < 60,0, daerah agak basah, hutan rimba peluruh (daun gugur pada musim kemarau);
  4. Iklim D, 60,0 =< Q < 100,0, daerah sedang, hutan peluruh;
  5. Iklim E, 100,0 =< Q < 167,0, daerah agak kering, padang sabana;
  6. Iklim F, 167,0 =< Q < 300,0, daerah kering, padang sabana;
  7. Iklim G, 300,0 =< Q < 700,0, daerah sangat kering, padang ilalang;
  8. Iklim H, Q >= 700,0, daerah ekstrim kering, padang ilalang.

Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan

1. Membahayakan Kelangsungan Spesies Wilayah Tropis

Sebuah studi baru yang telah diterbitkan menunjukkan bahwa hanya 1°-2°  pemanasan dapat menghilangkan spesies wilayah tropis, dimana telah ditemukan bahwa flora dan fauna yang hidup di iklim tropis telah beradaptasi terhadap temperatur tertinggi yang dapat ditoleransi oleh mereka. Namun, sedikit saja kenaikan dalam pemanasan dapat menciptakan kondisi yang melampaui kemampuan spesies itu untuk beradaptasi.

2. Tanaman Obat menjadi Rapuh dan Membahayakan Kesehatan Publik

Sebuah penelitian internasional telah menemukan bahwa kira-kira 400 tanaman obat menghadapi resiko punah karena efek perubahan iklim pada ekosistem dan juga praktik-praktik seperti pemungutan hasil panen dan penebangan hutan yang berlebihan. Spesies-spesies tanaman obat yang terancam saat ini termasuk magnolia, yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional China untuk kehilangan ingatan sehubungan dengan usia dan penyakit jantung. Lebih dari setengah resep obat dunia saat ini diambil dari tanaman. Selain itu mayoritas penduduk dunia tergantung dari obat-obatan berbasis tanaman.

3. Udara Semakin Tidak Sehat

Dampak perubahan iklim lainnya adalah tingkat pencemaran udara yang tinggi sehingga membuat kualitas udara semakin tidak sehat. Perubahan iklim, pemanasan global, pertumbuhan penduduk semakin meningkatkan permintaan akan energi. Sedangkan kita tahu bahwa energi dihasilkan dari bahan bakar fosil yang mengeluarkan emisi gas berupa kabon dioksida.

4. Merebaknya Wabah Penyakit

Salah satu dampak perubahan iklim bagi kehidupan di muka bumi adalah merebaknya wabah-wabah penyakit khususnya untuk penyakit-penyakit pernapasan. Hal ini dikarenakan perubahan iklim menyebabkan polusi dan pencemaran udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari paru-paru. Tentunya ini sangat merugikan bagi kelangsungan kehidupan di dunia ini.

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: