Pegunungan Tertinggi di Afrika

ASTALOG.COM – Benua Afrika yang menjadi benua terbesar ke-3 di dunia setelah benua Asia dan Amerika, memiliki kenampakan alam yang terkenal di dunia. Selain sungai nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia dan gurun sahara yang merupakan gurun pasir terbesar di dunia, benua Afrika masih memiliki 1 lagi kenampakan alam yang tidak kalah terkenalnya, yaitu Pegunungan Kilimanjaro.

Pegunungan Kilimanjaro merupakan pegunungan tertinggi di benua Afrika yang terdapat di timur Afrika Tengah. Kilimanjaro juga merupakan salah satu jenis gunung api di dunia yang masih aktif dan mempunyai ketinggian sekitar 19.341 kaki (5.895 meter). Namun tidak hanya itu saja, pegunungan Kilimanjaro adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas, dimana tingginya adalah sekitar 4.600 m bila diukur dari kaki gunung.

Puncak Kilimanjaro sekaligus juga merupakan puncak tertinggi di Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga disebut ‘Kilima Dscharo‘ atau ‘Oldoinyo Oibor‘ yang berarti ‘gunung putih‘ dalam bahasa Masai. Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang tidak aktif, namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawah yang terletak di puncak utama Kibo. Di Tanzania, puncak Kibo dikenal sebagai Puncak Uhuru.

Deskripsi Mengenai Pegunungan Kilimanjaro

  • Titik tertinggi pegunungan Kilimanjaro adalah Puncak Uhuru yang tingginya 5.895 meter, dan merupakan salah satu dari 7 Puncak Gunung Tertinggi Dunia.
  • Di atas puncaknya terdapat kawah yang lebarnya 2,4 kilometer.
  • 2 puncak dari pegunungan Kilimanjaro yang lain adalah Puncak Mawenzi (5.149 m) dan Puncak Shira (3.962 m). Puncak Mawenzi adalah puncak ke-3 tertinggi di Afrika setelah Gunung Kenya.

Sejarah Penaklukan Pegunungan Kilimanjaro oleh Pendaki dari Beberapa Negara di Dunia

  • Johannes Kinyala Lauwo dari korps pengintai angkatan darat Marangu adalah orang pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru, dan berhasil mendakinya berulang-ulang hingga 9 kali.
  • Orang asing pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru adalah Hans Meyer, pendaki dari Jerman, dan Ludwig Purtscheller, pendaki dari Austria. Mereka berdua dipandu oleh Johannes Lauwo sampai ke Puncak Uhuru pada 6 Oktober 1889. Pada tahun 1889, pemerintah Jerman memberi hadiah rumah bagi Johannes Lauwo di Ashira Marangu atas jasanya sebagai pemandu dalam ekspedisi yang dipimpin Hans Meyer. Kerabat Johannes Lauwo yang bernama Trilas Lauwo (1952-) juga menjadi wanita Tanzania pertama yang mencapai Puncak Uhuru lewat rute Mweka pada tahun 1972.

Sekilas Mengenai Area Pendakian Pegunungan Kilimanjaro

Pendakian Puncak Mawenzi memerlukan keterampilan panjat tebing sekaligus panjat perbukitan es dan salju. Sementara itu, pendakian ke Puncak Uhuru terbilang tidak ruwet, tapi perlu waktu yang cukup untuk melakukan aklimatisasi agar tidak terkena penyakit ketinggian.

3 rute termudah dari pegunungan Kilimanjaro, meliputi: Marangu, Rongai, dan Machame, bahkan bisa didaki siapa saja yang berbadan sehat tanpa perlu pengalaman mendaki gunung. Pendaki dianjurkan membawa obat-obatan untuk mencegah penyakit ketinggian yang diminum ketika sedang sakit kepala akibat ketinggian. Pendaki yang mengambil rute Marangu biasanya perlu 4-5 hari untuk sampai di puncak.

Tahap terakhir pendakian, dari pondok Kibo di ketinggian 4.720 m hingga sampai di puncak biasanya dijalani di malam hari ketika batu-batu kecil menjadi berkelompok karena membeku, dan jalan lebih mudah dilewati. Pendaki biasanya sudah sampai di Titik Gilman di pinggiran kawah sekitar jam 5 atau jam 6 pagi.

Dari sana hanya perlu 1½ jam lagi untuk sampai di Puncak Uhuru. Pendaki yang masih kuat berjalan dapat melanjutkan perjalanan di bawah hangatnya sinar matahari. Setiap tahunnya, pegunungan Kilimanjaro dikunjungi oleh sekitar 15.000 pendaki, dan 40% di antaranya berhasil sampai ke puncak. Sewaktu menjalani tahap-tahap pendakian, pendaki bisa merasakan hampir semua jenis iklim yang ada di bumi. Gunung ini sangat tinggi walaupun terletak di ekuator, sehingga puncaknya selalu diselimuti salju abadi.

Namun saat ini, pegunungan Kilimanjaro mulai kehilangan salju yang menyelimuti puncaknya. Gletser yang menyelimuti puncak gunung ini sejak 11.700 tahun yang lalu semakin menipis. Dibandingkan dengan abad lalu, volume es di puncak Kilimanjaro sudah berkurang lebih dari 80%. Penelitian yang dipimpin seorang paleoklimatologis dari Ohio State University bernama Lonnie Thompson, memperkirakan bahwa salju yang menyelimuti puncak gunung ini akan menghilang sekitar tahun 2015 hingga 2020.

Mulai bulan Januari 2006, rute pendakian Western Breach ditutup oleh pemerintah Tanzania setelah terjadi longsoran batu yang mengakibatkan tewasnya 4 orang pendaki di kemah Arrow Glacier. Longsor diperkirakan terjadi akibat pecahnya batu-batuan di daerah tersebut yang tidak lagi membeku secara permanen.

Adapun rute-rute pendakian resmi pegunungan Kilimanjaro, yaitu:

  • Machame
  • Marangu
  • Rongai
  • Lemosho
  • Umbwe
  • Shira
  • Mweka

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: