Kecebong Bernafas Menggunakan?

Loading...

ASTALOG.COM – Kecebong atau yang dikenal dengan nama berudu adalah proses tahapan perubahan pada siklus kehidupan amfibia yaitu tahap pradewasa atau larva yang terjadi pada hewan amfibia seperti katak atau kodok.

Sebelum berubah menjadi katak atau kodok, terjadi beberapa tahapan atau yang biasa disebut dengan metamorfosis.

Pengertian Metamorfosis
Metamorfosis adalah proses perubahan yang dialami anura (dan juga pada amfibi jenis urodela dan caecilia). Metamorfosis dimulai dari telur dan berakhir pada masa dewasa. Saat mereka meninggalkan bentuk telur, amfibi memiliki ujud larva (kecebong). Saat ini terjadi perubahan anatomi, makanan, dan gaya hidup, perlahan dari tahap awal, yang sepenuhnya di air menjadi hewan yang teradaptasi hidup di darat. Kodok Eropa biasa berkembang dari telur menjadi dewasa dalam waktu sekitar 16 minggu.

Proses Metamorfosis Pada Katak atau Kodok

1. Tahap telur
Telur kodok ditutupi dengan kapsul mirip agar-agar yang mengembang saat menyentuh air. Pengembangan ini membuat volumenya membesar dan janin terlindungi. Telur-telur ini bertumpuk dalam satu tumpukan agar kelangsungan hidup lebih terjaga dan panas juga lebih dapat bertahan. Akibatnya kecebong dapat menetas dalam waktu singkat. Banyak katak dan kodok memakai danau atau sungai yang mengering di masa tertentu, karena hal ini mencegah hewan datang memakan telur dan kecebong mereka.

BACA JUGA:  Pengaruh Komponen Abiotik Terhadap Komponen Biotik

2. Tahap kecebong (3 hari)
Kecebong memiliki kepala besar dan tegak. Ketika masih berbentuk kecebong, katak hidup di dalam air dan bernapas menggunakan insang. Insang tersebut terletak di luar tubuhnya. Insang luar muncul tiga hari setelah kecebong keluar dari telur.

3. Tahap kecebong lanjutan (4 minggu)
Insang luarnya tertutup kulit tubuh dan digantikan oleh insang dalam. Mereka memakan ganggang. Kaki belakang muncul.

4. Perubahan kedua (6 minggu)
Kecebong mulai terlihat seperti kodok kecil dengan ekor panjang. Mereka berenang di tepi sungai secara berkelompok. Ekor ini kemudian memendek dan mulai berbentuk seperti bumerang.

5. Perubahan lanjutan kedua (9 minggu)
Sejenis jaringan terbentuk dan membagi atrium jantung. Akibatnya jantungnya kini memiliki tiga ruangan, yang membantu aliran darah antara jantung dan paru-paru.

BACA JUGA:  Mengenal Tumbuhan Lumut

6. Perubahan lanjutan ketiga (16 minggu)
Kecebong telah memiliki kaki belakang yang kuat. Matanya juga telah menonjol. Ekornya sangat pendek.

7. Perubahan terakhir
Kodok-kodok dewasa berkumpul di tepian sungai sebelum meninggalkan air untuk pertama kalinya. Mereka melakukan ini secara berkelompok.

8. Ibu dan bapak kodok
Walaupun naluri bertahan hidup anura tidak berkembang baik, katak dan kodok juga merawat anak mereka. Mereka bertelur dalam jumlah besar untuk memastikan ada banyak kecebong yang dapat lolos dari predator yang memakan telur. Lapisan gelatin juga melindungi telur dari predator lain. Beberapa jenis kodok bahkan memelihara anak mereka dengan menjadikan punggung mereka sendiri sebagai sarang. Contoh kodok demikian adalah katak suriname.

BACA JUGA:  Apa Yang Dimaksud Dengan Lembaga Pengadilan dan Peradilan?

Sumber Makanan Kecebong
Kecebong bersifat herbivora, pemakan tumbuhan. Kecebong makan sisa-sisa daun dan dedaunan yang hampir layu, makanan sayur ini lebih disarankan daripada pemberian pellet.

Untuk memberikan gizi kepada kecebong, dapat diberi kuning telur karena kaya akan protein, membuat tubuhnya mampu tumbuh lebih cepat. Tetapi tetap diberi sayur.

Sayur yang dapat diberikan pada kecebong misalnya bayam. Bayam direbus, diblender, kemudian padatannya diambil dan disimpan. Padatan ini bisa diberikan pada kecebong, dapat diblender lagi maupun langsung diberikan pada kecebong.

Diperhatikan untuk pemberian makanan sayur ini jangan terlalu banyak diberikan pada tempat / kolamnya. Apabila terlalu banyak akan ada yang membusuk dan kolam menjadi kotor.