Kandungan Nutrisi pada Telur

ASTALOG.COM – Sebagai salah satu bahan makanan, telur mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap, yang meliputi karbohidrat, protein dan 8 macam asam amino sehingga berguna bagi tubuh, terutama bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Telur adalah salah satu bahan makanan yang berasal dari hewan sejenis unggas, misalnya ayam dan bebek. Namun yang paling sering dikonsumsi dalam keseharian adalah telur ayam.

Kandungan Nutrisi pada Telur

Telur merupakan salah satu produk peternakan yang memberikan sumbangan besar bagi tercapainya kebutuhan gizi masyarakat. Selain mudah didapat, harga telur relatif terjangkau dan dapat diolah menjadi hidangan yang lezat. Dari sebutir telur akan diperoleh sejumlah gizi yang cukup sempurna karena mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap dan bersifat mudah dicerna. Adapun kandungan nutrisi pada telur terdiri dari:

1. Protein

Mutu suatu protein pada bahan pangan ditentukan oleh daya cernanya serta jumlah dan komposisi asam amino esensial penyusunnya. Protein telur bermutu tinggi dan bersifat mudah dicerna, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang tumbuh, ibu hamil dan menyusui, bahkan telur juga dianjurkan untuk diberikan pada orang yang sedang sakit untuk mempercepat proses penyembuhannya. Komposisi asam amino esensial tpada elur ayam ras per 100 gram adalah sebagai berikut:

  • Isoleusin : 486mg
  • Leusin : 904mg
  • Lisin : 744mg
  • Metionin : 284mg
  • Fenilalanin : 744mg
  • Treonin : 523mg
  • Triptofan : 150mg
  • Valin : 677mg

2. Lemak

Hampir semua lemak di dalam telur terdapat pada bagian kuning telur, yaitu mencapai 30%, sedangkan pada putih telur hanya terdapat 0.03%. Satu butir telur mengandung sekitar 6 gram lemak yang bersifat mudah dicerna. Mengingat kandungan terbanyak pada kuning telur adalah lemak, maka kuning telur merupakan sumber lemak. Komposisi lemak pada kuning telur, yaitu:
  • 65.5% trigliserida
  • 28,3% fosfolipid, yang komposisinya terdiri dari:
    • 73% fosfatidilkolin
    • 15% fosfatididiletanolamin
    • 5.8% lisofosfatidilkolin
    • 2.5% sfingomielin
    • 2.1% lisofosfatidiletanolamin
    • 0.9% plasmalogen
    • 0.6% inositol fosfolipid
  • 5.2% kolesterol (asam lemak) yang terdiri dari:
    • asam palmitat
    • asam oleat
    • asam linoleat

Fungsi Trigliserida dan Fosfolipid bagi tubuh umumnya sebagai sumber energi, dimana 1 gram lemak menghasilkan energi sebesar 9 kilokalori. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air) sehingga menjadi lebih mudah dicerna baik oleh bayi, anak-anak, dewasa maupun golongan lanjut usia.

Fungsi Kolesterol (Asam Lemak):

  • untuk membentuk garam-garam empedu yang diperlukan untuk pencernaan lemak yang berasal dari makanan.
  • Sebagai komponen pembentukan hormon seksual seperti testosteron dan hormon adrenalin.

3. Vitamin dan Mineral

Telur mengandung semua vitamin, kecuali vitamin C dan K. Telur merupakan sumber vitamin D alami kedua terbesar setelah minyak hati ikan hiu. Oleh karena itu makan telur sangat baik untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak.

Kandungan Vitamin pada Telur:

  • Vitamin A : 590 IU
  • Vitamin B6 : 0.13 mg
  • Vitamin B12 : 0.14 µg
  • Vitamin D : 25 IU
  • Vitamin E : 1 IU
  • Folacin : 2.5 µg
  • Thiamin : 0.055 mg
  • Riboflavon : 0.15mg
  • Niacin : 0.05 mg
  • Biotin : 10 µg
  • Asam pantptenat : 0.18 mg

Kandungan Mineral pada Telur:

  • Kalsium : 0.027 gram
  • Fosfor : 0.1 gram
  • Iodin : 1.15 mg
  • Besi : 5.5 mg
  • Magnesium : 0.7 mg
  • Zinc : 66 mg
  • Natrium : 76 mg

Selain kandungan gizi yang sangat menguntungkan tersebut, secara alami telur juga mengandung bakteri Salmonella, terutama pada bagian putih telur. Selama telur berada dalam keadaan utuh, bakteri ini tidak dapat berkembang. Akan tetapi ketika membran dari putih telur mulai melemah, maka bakteri Salmonella dapat menembus membran kuning telur.

Karena kandungan nutrisi pada kuning telur tinggi, maka Salmonella akan memperbanyak diri, terutama terjadi bila telur disimpan pada ruang yang relatif hangat. Bakteri Salmonella dibawa oleh induk ayam. Dengan berjalannya waktu, maka putih telur akan semakin encer, akibatnya bakteri Salmonella dapat menembus membran kuning telur (lapisan dalam putih telur yang tipis akan pecah) dan bakteri bisa masuk ke dalam kuning telur, selanjutnya bakteri akan berkembang dalam kuning telur.

Cara Memilih Telur yang Baik

  1. Kondisi cangkang telur tidak retak
  2. Ukuran telur tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar
  3. Warna telur tidak pucat atau terlalu gelap
  4. Bersih dari berbagai kotoran atau pun noda
  5. Tektur kulit telur halus mulus dan tidak kasar
  6. Tenggelam di dalam air jika dimasukkan ke dalam air tidak terapung
  7. Apabila diteropong terlihat jernih dan kuning telur ada di tengah telur
  8. Baunya normal tidak berbau busuk
  9. Bentuk lonjong telur normal tidak bulat dan tidak ceper sekali
  10. Pilih yang dikemas dengan baik dan mengandung omega-3