Ulasan Seputar Terjadinya Gerhana Bulan

ASTALOG.COM – Gerhana bulan adalah salah satu peristiwa alam yang banyak di tunggu-tunggu. Tidak hanya jarang terjadi dan sulit untuk di prediksi kapan terjadinya, gerhana bulan juga menjadi pemandangan cantik dan indah untuk di saksikan.

Tidak hanya menyaksikan kecantikan dan keindahan dari peristiwa gerhana bulan, Anda juga perlu tahu bagaimana sih proses terjadinya gerhana bulan itu ?

Pengertian Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah sebuah peristiwa alam dimana cahaya matahari yang jatuh ke bulan terhalang oleh bumi.

Jika di pisahkan, gerhana bulan terdiri dari dua kata yaitu gerhana dan bulan. Gerhana adalah peristiwa tertutupnya sebuah objek disebabkan adanya benda/objek yang melintas di depannya. Kedua objek yang terlibat dalam gerhana ini memiliki ukuran yang hampir sama jika diamati dari Bumi. Sedangkan bulan adalah benda yang berada di tata surya, yang bisa disaksikan saat malam hari keindahannya.

Proses terjadinya gerhana bulan

Gerhana bulan tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses. Dilansir dari wikipedia, Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Hal ini terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan dengan satu garis lurus yang sama sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan tersebut memiliki spektrum  yang tampak seperti cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Inilah yang menjadi daya tarik dari banyak fotografer untuk mengabadikan momen saat terjadinya gerhana bulan.

Banyak orang yang mengatakan untuk merasakan keindahan gerhana bulan Anda harus menggunakan alat khusu, tetapi gerhana bulan sebenarnya dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Waktu Terjadinya Gerhana Bulan

Gerhana bulan hanya akan terjadi saat bulan purnama. Alasannya karena bumi akan menutupi bulan yang berukuran jauh lebih besar dan memiliki jarak yang relatif dekat.

Waktu terjadinya gerhana bulan bisa terjadi dalam waktu yang lumayan lama sekitar 5 – 6 jam.

Saat terjadinya gerhana bulan, ukuran bumi tampak lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran matahari. Jadi pada saat matahari, bumi, dan bulan dalam posisi yang sejajar, bayangan dari inti bumi akan terlihat berbentuk seperti kerucut.

Bayangan yang terbentukpun memiliki nama. Misalnya, untuk bayangan yang menutupi bumi sehingga menjadi sangat gelap disebut dengan umbra sedangkan bayangan yang agak terang (bayangan tambahan) disebut dengan penumbra.

Proses bulan berada dalam bayangan tambahan (penumbra) bisa mencapai 6 jam. Sedangkan proses bulan berada dalam umbra hanya sekitar 40 menit.

Jenis Gerhana Bulan 

Gerhana bulan diketahui terdiri dari beberapa jenis, antara lain :

  • Gerhana bulan total yaitu posisi bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
  • Gerhana bulan sebagian yaitu bagian bulan tidak sepenuhnya terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
  • Gerhana bulan penumbra yaitu seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Mitos Gerhana Bulan

Saat terjadi gerhana bulan, beberapa orang menganggapnya sebagai peristiwa alam yang gratis untuk disaksikan, tetapi untuk mereka yang masih percaya mitos, percaya akan hal-hal yang berbau spritual bisa terjadi saat gerhana bulan. Berikut beberapa negara yang masih menghubungkan mitos dan saat terjadinya gerhana bulan.

1. China,
Kebudayaan China kuno, meyakini bahwa saat gerhana bulan terjadi seekor naga raksasa sedang dalam keadaan murka dan akan memangsa bulan. Fenomena ini disebut ” CHIH ” yang artinya memangsa. Untuk mengusir naga, mereka membuat keributan dengan cara membunyikan petasan agar sang naga pergi.
2. Jepang
Orang Jepang kuno menganggap saat terjadinya gerhana, para dewa menebarkan racun hitam pekat ke dunia. Untuk mengatasinya mereka bersama-sama menutupi sumur dengan benda apa saja hingga gerhana bulan berakhir3. Jawa

Saat gerhana bulan terjadi, masyarakat jawa dulu menyembunyikan bayi mereka di tempat aman seperti bawah  kolong tempat tidur karena mereka percaya saat terjadinya gerhana bulan shang Batara Kala, raksasa dalam cerita pewayangan akan turun mencari bayi mereka. Sementara itu kaum laki-laki beranjak memukul kentongan beramai ramai untuk mengusir sang kala sesegera mungkin.