Ras yang Paling Dominan di Asia Tenggara

ASTALOG.COM – Secara umum, istilah ras merupakan suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi. Kata ras sendiri diambil dari kata dalam bahasa Perancis, yaitu “race” yang artinya “akar

Pada awal abad ke-20, istilah “ras” sering digunakan dalam arti biologis untuk menunjuk pada populasi manusia yang beraneka ragam dari segi genetik dengan anggota yang memiliki fenotipe (tampang luar) yang sama. Sampai saat ini, arti “ras” juga masih digunakan dalam antropologi forensik untuk menganalisa sisa tulang, penelitian biomedis, serta kedokteran berdasarkan asal-usul.

Namun berdasarkan pandangan dari sisi sosial, pengelompokan ras akan selalu berubah dengan waktu, termasuk taksonomi awam yang menentukan tipe orang yang memiliki sifat atau karakter berdasarkan ciri-ciri yang terlihat.

Para ilmuwan juga menganggap bahwa pemahaman ras dari sisi biologis sudah ketinggalan zaman, dan pada umumnya tidak mendukung penjelasan berdasarkan ras untuk pembedaan kelompok, baik dari segi ciri-ciri jasmani maupun karakternya.

Jadi, dapat dikatakan bahwa dalam  ilmu sosial, banyak ilmuwan sosial yang telah mengganti istilah “ras” dengan istilah “kelompok etnik” untuk menunjuk pada kelompok yang mengidentifikasi diri sendiri berdasarkan kepercayaan mereka mengenai kebudayaan, asal usul dan sejarah bersama.

Ras yang Paling Dominan di Asia Tenggara

Berbagai ras lahir di dunia ini dan salah satunya adalah ras yang muncul dan akhirnya menjadi dominan di kawasan Asia Tenggara. Namun sebelum mengetahui tentang dominasi ras di Asia Tenggara, ada baiknya untuk menelaah sedikit mengenai Asia Tenggara untuk lebih memudahkan pemahaman ini.

Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnya. Asia Tenggara berbatasan dengan:

  • Republik Rakyat Tiongkok di sebelah utara
  • Samudra Pasifik di timur
  • Samudra Hindia di selatan
  • Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan anak benua India di barat

Sebelumnya Asia Tenggara dikenal dengan nama India Belakang. Bagian kawasan dari Asia Tenggara terdiri dari 11 negara, dimana beberapa di antaranya berada di daratan utama (mainland), yang juga dikenal sebagai Asia Tenggara Daratan (Indochina) dan sebagian lagi seluruhnya merupakan kepulauan (Asia Tenggara Maritim), yang dikenal dengan istilah beragam, seperti Kepulauan Selatan (Nan Yang, Cina, dan Vietnam), Kepulauan Melayu (Malay Archipelago), Malayunesia, Indonesia, Hindia Timur, Malaysia, Insulinde, atau bahkan Nusantara. Menariknya lagi bahwa Semenanjung Malaya biasanya dimasukkan dalam wilayah kepulauan meskipun masih tersambung dengan benua Asia.

Sementara itu, secara geografis, Asia Tenggara dapat dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Daratan, dimana negara-negara yang merupakan negara daratan di Asia Tenggara termasuk Myanmar, Kamboja, Laos, Thailand, dan Vietnam.
  2. Kepulauan, dimana negara-negara yang merupakan negara kepulauan di Asia Tenggara termasuk Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Berdasarkan hal itu, maka dapat disimpulkan mengenai ras yang dominan di Asia Tenggara. Sebenarnya ada 2 ras yang dianggap paling dominan di Asia Tenggara, yaitu:

1. Ras Mongoloid

Ras Mongoloid adalah istilah yang pernah digunakan untuk menunjuk fenotipe umum dari sebagian besar penghuni di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, kaki Pegunungan Himalaya bagian selatan dan sebagian Siberia, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania. Anggota ras Mongoloid dulu juga disebut juga sebagai ras “berkulit kuning”, walaupun hal ini tidak sepenuhnya benar.

Ras Asia Tenggara dikatakan anggota Ras Asia Utara yang telah menetap di daerah tropis dan beradaptasi terhadap iklim setempat. Namun berkat migrasi dari China, anggota ras Asia Utara juga banyak tersebar di Asia Tenggara. Anggota ras Asia Tenggara merupakan penutur bahasa Austronesia yang telah menyebar di Asia Tenggara, Oseania, dan di pulau Madagaskar di lepas pantai Afrika..

2. Ras Melayu

Ras Melayu sebenarnya adalah sebuah teori yang diusulkan oleh ilmuwan Jerman, Johann Friedrich Blumenbach yang telah menggolongkannya sebagai “ras coklat”. Namun ternyata banyak antropolog lain yang menolak teorinya mengenai 5 ras manusia mengingat begitu kompleksnya klasifikasi manusia. Ras Melayu sendiri berbeda dengan pemahaman mengenai “suku Melayu” yang mengacu kepada penduduk di Malaysia dan beberapa bagian di Indonesia.

Yang dimaksudkan dalam ras Melayu tersebut adalah penduduk kepulauan yang sekarang menjadi Indonesia dan Filipina, dan Semenanjung Melayu. Istilah tersebut kemudian meluas ke kepulauan Pasifik. Apa yang disebut “ras Melayu” sebetulnya adalah penutur bahasa Austronesia, walaupun ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa kelompok ini merupakan “subras” dari ras Mongoloid.