Sebutkan 3 Sungai yang Ada Di Riau

Loading...

ASTALOG.COM – Nama Riau besar kemungkinan memang berasal dari penamaan rakyat setempat, yaitu orang Melayu yang hidup di daerah Bintan. Nama itu pun mulai terkenal semenjak Raja Kecik memindahkan pusat kerajaan Melayu dari Johor ke hulu Riau pada 1719.

Nama Riau pun dipakai sebagai salah satu negeri dari 4 negeri utama yang membentuk kerajaan Riau, Linggar, Johor, dan Pahang. Kemudian, dengan perjanjian London 1824 antara Belanda dengan Inggris, kerajaan ini akhirnya terbelah dua.

Pembentukan Provinsi Riau memerlukan waktu kurang lebih 6 tahun dari 1952 sampai 1958. Usaha pembentukan provinsi ini melepaskan diri dari propinsi Sumatera Tengah (yang meliputi Sumatera Barat, Jambi, dan Riau ) dilakukan di tingkat DPR pusat oleh ma’rifat Marjani, dengan dukungan penuh dari seluruh penduduk Riau.

Dalam Sejarahnya, daerah Riau pernah menjadi penghasil berbagai hasil bumi dan barang lainnya. Pulau Bintan pun pernah dijuluki sebagai pulau seganteng lada dikarenakan banyak menghasilkan Lada. Daerah Pulau tujuh, terutama pulai Midai pernah menjadi penghasil Kopra terbesar di Asia Tenggara, kurang lebih sejak 1906 sampai 1950-an.

BACA JUGA:  Cara Kerja Sistem Pencernaan

Bagan Siapi-api sampai tahun 1950-an adalah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Batu bata yang dibuat perusahaan Raja Aji Kelana di Pulau Batam kini telah mencapai Malaysia. Kemudian, dalam bidang penghasil karet alam, dengan sistem kupon pada 1930-an adalah belahan daratan seperti Kuantan, Inderagiri, dan Kampar yang memang potensial.

Provinsi ini memiliki 15 sungai, di antaranya adalah 4 sungai besar yang mempunyai arti penting sebagai sarana perhubungan, seperti Sungai Siak (300 Km), Sungai Rokan (400 Km), Sungai Kampar (400 Km), dan Sungai Indragiri (500 Km). Ke-4 sungai tersebut membelah dari pegunungan daratan tinggi Bukit Barisan dan bermuara di Selat Malaka serta Laut Cina Selatan.

Nama Sungai Di Riau

BACA JUGA:  Pemilu Demokrasi Pertama di Indonesia

1. Sungai Mandau

Sungai Mandau adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Siak, Riau, Indonesia. Kecamatan Sungai Mandau berdiri tahun 2000, dan sebelumnya adalah bagian dari Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis,kemudian Bergabung ke Dalam Wilayah Kecamatan Minas yang Akhirnya Menjadi Satu Kecamatan.

Nama Kecamatan Sungai Mandau diambil dari nama sebuah sungai yang bernama Mandau. Tidak terdapat sejarah yang pasti kenapa sungai tersebut dinamakan sungai mandau. Airnya yang berwarna coklat kehitaman merupakan tipikal sungai yang ada di daerah gambut. Sungai yang berhulu di daerah Mandau ini bermuara di Sungai Siak, sehingga Sungai Mandau juga terpengaruh pasang surut sebagaimana Sungai Siak.

Sungai Mandau merupakan tempat berkembang biaknya berbagai macam jenis ikan dan hewan air tawar lainnya seperti ikan selais, juaro, gurami, patin, kelabau dan salah satu jenis ikan yang menjadi maskot Kecamatan adalah ikan Tapah.

2. Sungai Kampar

Sungai Kampar atau (Batang Kampar) merupakan sebuah sungai di Indonesia, berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatera Riau.

BACA JUGA:  Perbedaan Fungi dan Tumbuhan

Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Pertemuan ini berada pada kawasan Langgam (Kabupaten Pelalawan), dan setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka. Sementara sekitar kawasan hulu air sungai ini dimanfaatkan untuk PLTA Koto Panjang yang mempunyai kapasitas 114 MW.

3. Sungai Indragiri

Indragiri berada di provinsi Sumatera Barat dan Riau dengan panjang 415 km, Sungai ini melewati kabupaten Indragiri Hilir , Indragiri Hulu , Kuantan Singingi , Agam, Lima Puluh Kota , Padang Pariaman , Sijunjung , Solok , Kota Bukittinggi , Kota Sawahlunto, Kota Padang , Kota Solok , Kota Payahkumbuh, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kab. Tanah Datar.