4 Planet yang Termasuk Planet Luar

ASTALOG.COM – Planet luar adalah gas raksasa, yang kadang-kadang disebut sebagai planet Jovian. Berbeda dengan planet-planet bagian dalam, gas raksasa sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Planet Jovian kekurangan batas yang jelas antara atmosfer dan interior planet, meskipun planet luar tata surya yang dianggap memiliki inti padat atau cair. Planet luar terdiri dari sebagian besar massa planet dalam tata surya. Ke-4 planet luar kesemuanya diorbit oleh banyak bulan, dan setiap planet memiliki sistem cincin yang kompleks yang terdiri dari debu dan es.

Sebagian besar Planet Luar terbuat dari gas. Sangat mungkin bahwa mereka memiliki pusat padat atau cair jauh lebih kecil. Ini akan menjadi mustahil untuk hidup di salah satu Planet luar. Semua Planet Luar berputar lebih cepat dari Planet dalam. Planet Luar mengorbit Matahari dengan jarak jutaan mil dan memiliki jarak yang jauh lebih besar untuk untuk menyelesaikan orbit, sehingga memakan waktu lebih lama untuk melakukannya.

Semua Planet Luar memiliki banyak bulan yang mengorbit mereka, dimana semua Planet Luar memiliki cincin yang mengorbit mereka. Cincin tersebut berbentuk cakram tipis dari debu dan batu yang mungkin disebabkan oleh bulan yang rusak atau tidak sepenuhnya terbentuk ketika mengorbit planet ini.

4 Planet yang Termasuk Planet Luar

1. Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar di Tata Surya. Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan 2 setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya. Jupiter telah dikenal oleh para astronom sejak zaman kuno, dan dikaitkan dengan mitologi dan kepercayaan religius banyak peradaban.

Bangsa Romawi menamai planet ini dari dewa Jupiter dalam mitologi Romawi. Saat diamati dari Bumi, magnitudo tampak Jupiter dapat mencapai −2,94, yang cukup terang untuk menghasilkan bayangan, dan juga menjadikannya objek tercerah ke-3 di langit malam setelah Bulan dan Venus, walaupun Mars dapat menyaingi kecerahan Jupiter pada saat tertentu.

2. Saturnus

Saturnus adalah sebuah planet di tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar ke-2 di Tata Surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik.

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus. Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui.

3. Uranus

Uranus adalah planet terbesar ke-3 dan terberat ke-4 dalam Tata Surya. Meskipun Uranus dapat terlihat dengan mata telanjang seperti 5 planet klasik, Uranus tidak pernah dikenali sebagai planet oleh pengamat dahulu kala karena redupnya dan orbitnya yang lambat. Uranus juga merupakan planet pertama yang ditemukan dengan menggunakan teleskop.

Uranus mempunyai sistem cincin, magnetosfer serta banyak satelit alami. Sistem Uranian konfigurasinya unik di antara planet-planet karena sumbu rotasi miring ke sampingnya, hampir pada bidang revolusinya mengelilingi Matahari. Sehingga, kutub utara dan selatannya terletak pada tempat yang pada banyak planet lain merupakan ekuator mereka. Dilihat dari Bumi, cincin Uranus kadang nampak melingkari planet itu seperti sasaran panah dan satelit-satelitnya mengelilinginya seperti jarum-jarum jam.

4. Neptunus

Neptunus merupakan planet terbesar ke-4 berdasarkan diameter (49.530 km) dan terberat ke-3 berdasarkan massa. Massa Neptunus tercatat 17 kali lebih besar daripada Bumi, dan sedikit lebih besar daripada Uranus. Neptunus mengorbit Matahari pada jarak sekitar 4.450 juta km. Periode rotasi planet ini adalah 16,1 jam, sedangkan periode revolusinya adalah 164,8 tahun.

Komposisi penyusun planet ini mirip dengan Uranus, dan komposisi keduanya berbeda dari raksasa gas Jupiter dan Saturnus. Atmosfer Neptunus mengandung hidrogen, helium, hidrokarbon, kemungkinan nitrogen, dan kandungan “es” yang besar seperti es air, amonia, dan metana. Astronom kadang-kadang mengategorikan Uranus dan Neptunus sebagai “raksasa es” untuk menekankan perbedaannya. Seperti Uranus, interior Neptunus terdiri dari es dan batu. Metana di wilayah terluar planet merupakan salah satu penyebab kenampakan kebiruan Neptunus.