Apakah yang Dimaksud Dengan Lingkungan Buatan?

Loading...

ASTALOG.COM – Arti lingkungan alam buatan yaitu lingkungan dimana dibuat oleh campur tangan manusia dan memiliki tujuan atau manfaat tertentu. Tahukah kalian, hingga saat ini kalian juga tinggal di lingkungan hasil buatan ini? Sebut saja salah satu contohnya yaitu rumah beserta halamannya, atau sekolah kalian beserta tanaman hias yang menghiasi sekolah. Kesemuanya itu merupakan contoh lingkungan hasil buatan manusia, dimana rumah berfungsi sebagai tempat berteduh dari hujan, panas, dan dinginnya malam. Sedangkan sekolah berfungsi sebagai tempat belajar kalian.

Lingkungan jenis buatan ini juga bisa dikatakan sebagai hasil bentuk untuk adaptasi kita sebagai manusia agar bisa mendapatkan kenyamanan di bumi ini. Lalu, apa sajakah contoh dari lingkungan alam hasil buatan manusia selain sekolah dan rumah? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak beberapa contoh mengenai apa saja lingkungan buatan manusia ini.

Sawah

Pernakah kamu melihat atau berjalan-jalan di area sawah? Sawah merupakan contoh pertama hasil lingkungan alam buatan tangan manusia. Mengapa sawah dikatakan hasil buatan manusia? Jawabannya yaitu dikarenakan sawah memang dibuat atau berupa tanah garapan hasil manusia dan di fungsikan untuk menanam tanaman padi. Sedangkan tanaman padi agar bisa tumbuh subur memerlukan beberapa kondisi tertentu, diantaranya yaitu pengairan yang cukup dimana pada usaia tertentu, tanaman padi membutuhkan banyak genangan air agar tumbuh subur.

Untuk menyesuaikan kebutuhan padi ini, maka manusia menciptakan kondisi alam buatan agar tanaman padi tetap subur. Kondisi buatan ini berupa garapan tanah atau olahan tanah agar petani bisa mengontrol genangan air pada periode tertentu masa tanam padi. Genangan buatan pada lahan tanam padi ini bisa di buat dengan cara melakukan irigasi pada lahan yang bersumber dari mata air, dari sungai, atau dari hujan yang turun. Lahan tempat menanam padi yang menggunakan pengairan dari hujan disebut juga sebagai sawah dengan sistem tadah hujan, sedangkan yang menggunakan pengairan buatan dari sungai maupun mata air disebut sebagai sawah sistem irigasi.

BACA JUGA:  Jenis-jenis Penyimpangan Sosial

Sawah hasil dari buatan manusia ini memiliki fungsi sebagai penghasil padi. Dimana sudah kita ketahui bahwa padi nantinya akan diolah menjadi beras dan merupakan bahan makanan pokok kita dalam bentuk nasi. Jadi bisa dikatakan sawah sengaja di buat untuk menghasilkan padi dimana memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di daerah sawah inilah nantinya akan tercipta ekosistem buatan atau ekosistem antara komponen biotik dan abiotik yang hidup pada lingkungan hasil buatan manusia.

Taman

Contoh berikutnya dari lingkungan alam buatan yaitu taman. Taman bisa diartikan sebagai lahan buatan manusia yang berisi berbagai macam tumbuhan atau tanaman beserta komponen abiotik seperti batu, tanah, patung, air mancur dan lain sebagainya. Sedangkan jika dilihat dari fungsinya, taman buatan manusia ini memiliki tujuan manfaat yang berbeda-beda.

Sebagai contoh yaitu taman “Toga”, taman toga merupakan taman buatan manusia yang pada awalnya memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami oleh berbagai macam tanaman obat keluarga atau yang disingkat menjadi toga. Tanaman-tanaman obat ini nantinya berfungsi sebagai bahan obat tradisional, sehingga lahan koong yang berada di sekitar rumah kita lebih memiliki manfaat dan bernilai ekonomis.

BACA JUGA:  Mendalami Semangat Serta Komitmen Sumpah Pemuda

Taman buatan manusia yang lainnya yaitu taman wisata. Taman wisata merupakan lingkungan alam buatan yang memiliki fungsi sebagai tempat refreshing atau tempat berwisata. Contohnya taman wisata yang berada di selecta malang.

Selain taman wisata tadi, ada lagi taman buatan manusia yang sering kita temukan terutama bagi kalian yang tinggal di kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Taman buatan ini adalah taman kota namanya, taman kota memiliki fungsi sebagai paru-paru kota, atau lahan hijau kota. Taman-taman kota ini sengaja di buat sebagai penyaring polusi yang terjadi karena polusi dan padatnya daerah perkotaan. Itulah sebabnya taman kota hasil buatan manusia ini sering di sebut lahan hijau atau paru-paru kota karena selain mempercantik kota juga bertugas sebagai penyaring atau filter polusi udara.

Taman Safari

Taman safari merupakan contoh dari lingkungan hasil buatan manusia. Taman safari ini memiliki lingkungan alam buatan yangsama dengan habitat hewan yang hidup di dalamnya. Alam buatan pada lingkungan taman safari ini sengaja dibuat untuk menyesuaikan kondisi asli kehidupan hewan atau satwa yang dipelihara pada taman ini.

Berbeda pada jenis taman pada contoh no 2 diatas, Pada taman buatan seperti lingkungan taman kota biasanya hanya diisi berbagai macam jenis tanaman atau tumbuhan saja, sedangkan pada taman safari lebih berorientasi pada satwa yang ditangkar di dalamnya, sehingga manusia berusaha membuat kondisi lingkungan yang menyerupai habitat asli satwa-satwa tersebut agar dapat tetap hidup layaknya pada habitat aslinya di alam.
Taman safari ini biasanya di buat sebagai tempat penangkaran satwa maupun sebagai tempat tujuan wisata pendidikan dimana kita bisa mempelajari kehidupan satwa yang menyerupai habitat aslinya di alam. Selain itu juga, pepohonan yang ada di taman ini biasanya digunakan sebagai tempat tinggal dari berbagai macam burung liar.

BACA JUGA:  Uraian Tentang K.H Dewantara

Bendungan

Bendungan menjadi contoh berikutnya dalam lingkungan alam buatan manusia. Bendungan juga sering disebut sebagai Dam adalah salah satu bangunan kontruksi buatan manusia yang berfungsi menahan laju dari air sungai sehingga membentuk waduk.

Lingkungan waduk atau bendungan buatan ini biasanya dimanfaatkan sebgai tujuan rekreasi, dan bahkan digunakan sebagai salah satu pembangkit listrik dengan bertenaga air. Selain itu, bendungan juga berfungsi sebagai tempat untuk mengontrol laju dari aliran sungai, dimana pada tiap bendungan atau Dam buatan manusia ini terdapat pintu air yang bisa dibuka dan di tutup pada saat waduk mulai penuh terisi, sehingga di saat hujan tiba, kita bisa mengontrol atau membuang air di waduk agar tidak terjadi genangan di daerah lingkungan pemukiman penduduk.