Ciri-ciri Anggota Kingdom Fungi

ASTALOG.COM – Pengelompokkan makhluk hidup ke dalam kerajaan (kingdom) yang berbeda terus mengalami pengembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Awalnya, makhluk hidup dikelompokkan hanya dua kingdom yaitu Plantae (Tumbuhan) dan Animalia (Hewan). Keduanya dikelompokkan berdasarkan kemampuan tumbuhan dalam menghasilkan makanannya sendiri dimana mampu mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik melalui fotosintesis. Kemudian setelah ditemukan mikroskop cahaya, ternyata terjadi perubahan pengklasifikasian kingdom, sehingga kingdom menjadi tiga bagian yaitu Kingdom protista, kingdom animalia, dan kingdom Plantae dicirikan bersel banyak.

Selanjutnya terjadi perubahan klasifikasi menjadi empat kingdom dimana pengamatan menunjukkan mikroskop elektron menunjukkan bahwa terdapat makhluk hidup yang memiliki sel yang tidak memiliki membran inti (prokariot) dan makhluk hidup yang prokariot ini umumnya dikenal sebagai bakteri kemudian dimasukkan ke dalam kriteria kingdom monera dan untuk tiga kingdom lainnya seperti protista, animalia dan plantae memiliki sel yang bermembran inti atau eukariot.

Terjadi lagi penambahan kingdom dimana masuknya jamur sebagai jenis yang memiliki ciri tersendiri dari tumbuhan lainnya sehingga dimasukkan kedalam kingdom fungi karena jamur tidak melakukan fotosintesis. Fungi adalah kingdom terakhir yang masuk dalam klasifikasi kingdom.

Pengertian Kingdom Fungi
Dilansir dari wikipedia, fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Kalangan ilmuwan kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi Fungi.

Fungi (jamur) merupakan kelompok makhluk hidup eukariot yang memiliki dinding sel dan tidak berklorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis. Jamur ada yang uniseluler (bersel satu), disebut juga khamir, ada yang multiseluler (bersel banyak). Jamur multiseluler tersusun atas filamen yang menyerupai benang, disebut hifa. Jika kamu pernah memperhatikan jamur yang tumbuh pada roti, berarti kamu melihat hifa jamur tersebut. Hifa berfungsi menyerap nutrisi dari substrat tempat jamur tersebut tumbuh. Hifa-hifa jamur akan bercabang dan membentuk jalinan yang disebut miselium. Pada beberapa jamur, miselium akan tumbuh ke atas membentuk badan buah. Badan buah inilah yang biasanya dimakan manusia.

Ciri-ciri Kingdom Fungi atau Jamur
Jamur merupakan makhluk hidup eukariotik, punya membran intis sel sama seperti tumbuhan. Namun demikian ada seseuatu yang dimiliki tumbuhan tetapi tidak dimiliki jamur yaitu klorofil. Jamur tidak bisa membuat makanannya sendiri (hetetrotrof). Makanan berupa bahan organik diperoleh jamur dari sisa-sisa makhluk hidup.

Ciri tubuh dari jamur bisa dilihat dari ukurannya, bentuknya, struktur penyusunnya, dan fungsi dari anggota tubuhnya.

1. Ukuran Dan Bentuk Tubuh
Jamur sebenarnya memiliki ukuran yang sangat kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Inilah yang disebut jamur uniseluler.

Berdasarkan jumlah selnya jamur dibedakan menjadi dua, uniseluler (bersel satu) seperti Saccharomyces dan jamur yang bersel banyak (multiseluler) contohnya jamur kuping atau jamur payung. Jika dilihat dari bentuk dan penampakannya, jamur punya bentuk dan warna yang sangat bervariasi. Bentuk oval, batang, atau benang dijumpai pada jamur uniseluler dan jamur multiseluler punya bentuk-bentuk seperti bentuk mangkuk, payung, setengah lingkaran, kuping, bulat, daun, dan bentuk-bentuk yang lain. Bentuk-bentuk tersebut adalah perwujudan bentuk tubuh buah dari jamur. Tubuh buah sendiri ada yang muncul di atas tanah dan ada yang terbenam dalam tanah.

2. Struktur Dan Fungsi Tubuh
Jamur tidak memiliki klorofil sehigga ia mencari makanan dengan menguraikan sisa-sisa makhluk hidup.
Beberapa jenis jamur punya warna yang mencolok. Biasanya jamur dengan warna yang mencolok tersebut sangat beracun.

a. Jamur multiseluler punya benang-benang yang disebut hifa. Dalam hifa terdapat sekat yang disebut septum dan celah untuk aliran sitoplasma antar sel yang satu ke sel yang lain. Ada beberapa jenis jamur multiseluler yang punya hifa tapi tidak punya septum, sehingga hanya terlihat seperti benang panjang dengan banyak inti (diseput hifa sinositik). Ada tidaknya septum ini menjadi dasar klasifikasi jamur (kita ulas di postingan klasifikasi jamur).
Hifa jamur bercabang-cabang dan berikatan membentuk miselium. Miselium ini berfungsi layaknya akar untuk menyerap zat organik dari sisa-sisa makhluk hidup.

b. Miselium ada 2, miselium generatif untuk alat reproduksi dengan menghasilkan spora dan miselium vegetatif untuk menyerap makanan seperti poin sebelumnya.