Mengenal Peradaban Romawi Kuno

Loading...

ASTALOG.COM – Benua Eropa terkenal dengan peradabannya, salah satunya adalah peradaban Romawi Kuno. Romawi Kuno adalah sebuah peradaban yang tumbuh dari negara-kota Roma yang didirikan di Semenanjung Italia di sekitar abad ke-9 SM. Selama sekitar 12 abad lamanya keberadaannya, kebudayaan Romawi berubah dari sebuah monarki ke sebuah republik oligarki sampai ke kekaisaran yang luas.

Peradaban Romawi hadir untuk mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar di sekitar Laut Tengah melalui penaklukan dan asimilasi. Namun ada pula beberapa faktor yang akhirnya menyebabkan peradaban ini mengalami kemunduran. Sebelah barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, akhirnya pecah menjadi kerajaan merdeka pada abad ke-5, sementara itu, kekaisaran timur diatur oleh Konstantinopel yang disebut sebagai ‘Kekaisaran Romawi Timur‘ setelah tahun 476 masehi, yang sekaligus menjadi masa “kejatuhan Peradaban Romawi” dan kelanjutan dari Zaman Pertengahan.

Peradaban Romawi seringkali dikelompokan sebagai peradaban yang “klasik antik” bersama dengan peradaban Yunani kuno. Peradaban Yunani kuno sendiri telah menjadi sebuah peradaban yang menginspirasikan banyak kebudayaan di masa Romawi kuno. Dalam hal ini, peradaban Romawi kuno telah menyumbangkan banyak dalam bidang pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar dalam kehidupan dunia sekarang ini.

BACA JUGA:  Kelainan Pada Pernapasan Manusia

Periode Peradaban Romawi Kuno

1. Periode Kerajaan Romawi (753 SM – 509 SM)

Periode Kerajaan Romawi adalah sebuah periode pemerintahan monarki di kota Roma dan wilayah kekuasaannya. Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah Kerajaan Romawi karena tidak ada sumber tertulis yang berasal dari zaman tersebut. Kebanyakan sumber ditulis selama masa Republik dan Kekaisaran berdasarkan pada legenda. Sejarah Kerajaan Romawi bermula sejak pendirian kota tersebut, sekitar tahun 753 SM dan berakhir setelah penggulingan kekuasaan para Raja dan pendirian Republik pada tahun 509 SM.

2. Periode Republik Romawi (508 SM – 27 SM)

Periode Republik Romawi adalah sebuah perode dari Kebudayaan Romawi kuno yang ditandai dengan bentuk pemerintahan Republik. Periode Republik Romawi dimulai dari penggulingan Kerajaan Romawi ( 509 SM), dan diikuti oleh berbagai perang saudara. Pada masa Republik Romawi, terjadi pula perang terkenal yang bernama Perang Punic antara Republik Romawi dengan Kekaisaran Kartago. Pemerintahan Republik Romawi diatur oleh adat, tradisi dan hukum. Secara garis besar, pemerintahan dijalankan bersama-sama oleh tiga pihak: dua orang konsul, senat, dan golongan Pleb.

3. Periode Kekaisaran Romawi (27 SM – seterusnya)

Periode Kekaisaran Romawi (Imperium Romanum) adalah periode pasca Republik dari peradaban Romawi kuno, yang dicirikan dengan pemerintahan yang dipimpin oleh kaisar, dan kepemilikan wilayah kekuasaan yang luas di sekitar Laut Tengah di Eropa, Afrika, dan Asia. Republik berusia 500 tahun yang mendahuluinya telah melemah dan tidak stabil akibat serangkaian perang saudara dan konflik politik, ketika Julius Caesar dinobatkan sebagai diktator seumur hidup dan kemudian dibunuh pada tahun 44 SM.

BACA JUGA:  Cara Manusia Tradisional Melakukan Interaksi Dengan Lingkungan Sosial

Perang saudara dan pengeksekusian terus berlangsung, yang berpuncak pada kemenangan Octavianus, putra angkat Caesar, atas Marc Antony dan Cleopatra dalam Pertempuran Actium serta ditaklukkannya Mesir. Setelah peristiwa-peristiwa di atas, kekuasaan Octavianus menjadi tak tergoyahkan dan pada tahun 27 SM, Senat Romawi secara resmi memberinya kekuasaan penuh dan gelar baru Augustus, yang secara efektif menandai berakhirnya Republik Romawi.

Periode Kekaisaran Romawi terbagi lagi menjadi 3 periode, yaitu:

  1. Principatus (27 SM – 235 M) adalah periode pertama dalam Kekaisaran Romawi, dimulai dari awal pemerintahan Kaisar Augustus sampai Krisis Abad Ketiga, periode ini diikuti oleh masa Dominatus.
  2. Dominatus adalah suatu periode pemerintahan di Kekaisaran Romawi yang dimulai dari krisis Abad Ketiga (235-284) sampai runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476. Masa ini terjadi setelah periode yang dikenal sebagai Principate.
  3. Tetrarki merupakan sistem pemerintahan yang membagi kekuasaan di antara 4 orang. Namun, istilah ini kini mengacu kepada pembagian kekuasaan yang dilakukan oleh Kaisar Romawi Diokletianus pada tahun 293. Sistem tetrarki diterapkan hingga tahun 313, saat konflik antar penguasa menyisakan Konstantinus I di Barat dan Licinius di Timur.
BACA JUGA:  Faktor yang Mendorong Lahirnya Nasionalisme di Indonesia

4. Periode Kekaisaran Romawi Barat dan Timur

  1. Kekaisaran Romawi Barat adalah nama yang diberikan kepada Kekaisaran Romawi sebelah barat setelah pembagiannya oleh Diocletian. Bagian ini memiliki kehidupan sosial seperti bertuturkan bahasa Latin dan mengikuti Katolik Roma.
  2. Kekaisaran Romawi Timur adalah bagian Kekaisaran Romawi yang didominasi penutur bahasa Yunani dan berpusat di Konstantinopel pada masa Antikuitas Akhir dan Abad Pertengahan dari negaranya yang lebih awal pada masa Klasik. Kekaisaran ini juga disebut Kekaisaran Bizantium terutama dalam konteks Abad Pertengahan setelah keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat.