Jabatan-jabatan dalam Kekaisaran Romawi

ASTALOG.COM – Peradaban Romawi Kuno mengalami beberapa masa/periode dan ketika memasuki periode ke-3 dalam peradaban Romawi Kuno, yaitu Periode Kekaisaran Romawi  yang dimulai sekitar 27 SM, maka disinilah Romawi mulai dipimpin oleh seorang Kaisar. Dalam prakteknya, Kaisar adalah penguasa tertinggi Romawi dan panglima tertinggi legiun Romawi. Seorang Kaisar Romawi merupakan pemegang jabatan Princeps Senatus, yaitu  anggota yang paling diutamakan dalam Senat Romawi. 

Senat Romawi sendiri adalah suatu lembaga politik di Romawi kuno. Senat merupakan salah satu lembaga yang paling lama bertahan dalam sejarah Romawi. Senat didirikan pada masa-masa awal kota Roma (sekitar tahun 753 SM), dan tetap bertahan ketika terjadi penggulingan Raja pada tahun 509 SM, ketika terjadi kejatuhan Republik Romawi pada abad ke-1 SM, ketika terjadi pemecahan Kekaisaran Romawi menjadi 2 bagian pada tahun 395 SM, dan ketika Kekaisaran Romawi Barat mengalami kejatuhan pada tahun 476 SM.

Sebagai pemegang jabatan Princeps Senatus, kaisar dapat membuka dan menutup setiap sesi senat, menyusun agenda senat, membuat aturan untuk dipatuhi oleh senat, dan bertemu dengan duta besar asing atas nama senat. Tidak hanya itu saja, Kaisar juga menjabat sebagai Pontifex Maximus, yaitu pendeta tertinggi dalam Collegium Pontificum (Perkumpulan pendeta) pada masa Romawi kuno. Jabatan ini adalah posisi yang paling penting dalam agama Romawi kuno. Posisi ini awalnya hanya boleh dipegang oleh seorang bangsawan sampai tahun 254 SM, ketika seorang rakyat biasa berhasil menduduki posisi ini.

Adapun wewenang Kaisar Romawi sebagai seorang Pontifex Maximus antara lain:

  • Bisa menjadi pemimpin tertinggi keagamaan
  • Bisa memimpin semua upacara keagamaan
  • Bisa menyucikan kuil
  • Bisa mengatur kalender Romawi (menambahkan atau menghapus hari jika diperlukan)
  • Bisa menunjuk perawan vesta dan flamine
  • Bisa memimpin Collegium Pontificum (perkumpulan pendeta)
  • Bisa meringkas dogma agama Romawi Kuno

Jabatan-jabatan dalam Kekaisaran Romawi

Berikut ini beberapa jabatan-jabatan dalam periode kekaisaran Romawi yang berlangsung sejak tahun 27 SM dan seterusnya:

  1. Legatus adalah jenderal dalam angkatan darat Romawi. Legatus berasal dari kalangan senator. Pimpinan legatus adalah Dux, dan pangkatnya melampaui semua tribun militer. Ada 2 posisi utama legatus, yaitu:
    1. Legatus legionis yang merupakan mantan praetor dan diberi komando atas satu legiun elit Romawi
    2. Legatus propraetor yang merupakan mantan konsul dan diberi komando atas empat legiun atau lebih.
  2. Dux adalah sebutan bagi orang yang memimpin pasukan, termasuk orang asing, namun Dux bukanlah pangkat militer resmi.
  3. Prefek adalah pejabat Romawi yang ditunjuk oleh seorang Kaisar (magistrat) untuk masa jabatan tertentu dengan tugas khusus (mandatum). Pada masa kekaisaran, hanya kaisar yang berhak menunjuk prefek; dan sejak itu, prefek sipil menjadi populer. Meskipun demikian, hubungan dengan militer tetap ada.
  4. Kaisar  adalah gelar yang umum bagi penguasa suatu imperium sehingga wilayah yang dikuasainya dapat disebut sebagai kekaisaran. Pada umumnya, kaisar membawahi banyak raja-raja dan kelompok-kelompok etnik taklukan di bawah kekuasaannya.
  5. Princeps Senatus adalah anggota yang paling diutamakan di Senat Romawi. Meskipun secara resmi tidak memegang cursus honorum atau imperium, jabatan ini memberikan wibawa dan martabat bagi Senator yang memegangnya. Princeps Senatus dipilih oleh censor setiap 5 tahun sekali. Censor juga bisa menunjuk Princeps Senatus untuk periode 5 tahun berikutnya.
  6. Augustus berasal dari kata ‘Augusti‘ yang artinya ‘yang perkasa‘. Augustus merupakan jabatan dengan fungsi yang sama, yang juga dimiliki bangsa Yunani (Sebastos atau Mere Grecizatation Augustos). Walaupun berbeda, seringkali kata Augustus disamakan dengan gelar Kaisar Augustus (Octavianus).
  7. Caesar adalah gelar yang bersifat kekaisaran. Kata ini merupakan julukan dari Julius Caesar, seorang diktator Romawi, dan juga nama dari kaisar pertama Kekaisaran Romawi, Gaius Julius Caesar Augustus (Kaisar Augustus) yang merupakan cucu sekaligus anak angkat Julius Caesar. Perubahan nama Caesar dari nama keluarga menjadi gelar yang dipakai oleh Kaisar Romawi telah ada semenjak tahun 68/69, yang merupakan “Tahun 4 Kaisar“.