Tipe-tipe Buah

Loading...

ASTALOG.COM – Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yaitu sebagai pemencar biji tumbuhan. Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencakup bakal buah yang telah berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang mengelilinginya. Bagi tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk menyebar luaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal dari buah.

Buah mengalami pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yaitu berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yaitu persatuan inti sel keduanya.

BACA JUGA:  Sebutkan Jenis-jenis Gambar

Tipe-tipe Buah

Buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas 3 tipe dasar buah, yaitu:

  1. buah tunggal, yaitu buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah tunggal dapat dibedakan atas:
    1. buah kering (siccus), yaitu yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering.
    2. buah berdaging (carnosus), yaitu yang dinding buahnya tebal berdaging.
  2. buah ganda, yaitu jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda, misalnya:
    1. buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
    2. buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
    3. buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
    4. buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
  3. buah majemuk, yaitu jika buah terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
    1. buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
    2. buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
    3. buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
    4. buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
BACA JUGA:  Pembagian Wilayah Negara India

Selain itu, sebenarnya masih ada lagi buah tak berbiji yang merupakan salah satu ciri penting buah-buahan komersial. Kultivar-kultivar pisang dan nanas adalah contohnya. Demikian pula, buah-buah jeruk, anggur, dan semangka dari kultivar tak berbiji umumnya dihargai lebih mahal. Keadaan tak berbiji demikian biasa pula disebut sukun.

Pada sejumlah spesies, keadaan tak berbiji merupakan hasil dari partenokarpi, yakni proses pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan sebelumnya. Buah partenokarpi bisa terbentuk dengan atau tanpa peristiwa penyerbukan. Kebanyakan kultivar jeruk sukun memerlukan penyerbukan untuk proses pembentukannya; namun pisang dan nanas tidak memerlukannya. Sementara itu, keadaan tak berbiji pada anggur sebetulnya terjadi karena matinya atau tidak tumbuhnya embrio (dan biji) yang dihasilkan oleh pembuahan, keadaan yang dikenal sebagai stenospermokarpi, yang memerlukan proses penyerbukan dan pembuahan secara normal.

BACA JUGA:  Proses Terjadinya Metagenesis dari Tumbuhan Lumut