Kelompok Masyarakat yang Termasuk Miskin

ASTALOG.COM – Berbicara mengenai kelompok sosial, tentu kita tidak pernah lepas dari kelompok marginal. Kelompok marginal yaitu kelompok masyarakat yang kurang mampu, miskin, atau terpinggirkan. Berikut ini beberapa kriteria atau indikator masyarakat yang termasuk kelompok marginal.

Secara Sosiologis

Secara sosiologis, yang termasuk kelompok marginal adalah buruh anak, seorang/kelompok/masyarakat yang mendapatkan perlakuan tidak adil atau diskriminatif karena persoalan gender, seseorang atau kelompok masyarakat yang mengalami peminggiran sosial, dan masyarakat atau kelompok masyarakat yang hak asasinya terlanggar. Dengan demikian, individu atau kelompok masyarakat yang mendapat ketidakadilan/peminggiran karena persoalan-persoalan di atas tersebut, maka ia masuk dalam kategori marginal.

Termasuk: Buruh anak, ketidaksetaraan gender, ekslusi sosial, kekerasan hak asasi.

Secara Infastruktur

Individu atau kelompok masyarakat dari kultur manapun ia perasal, ketika keberadaan mereka dalam kehidupan secara geografis mengalami kesulitan pada akses untuk mendapatkan air bersih, jarak transportasi yang tak terjangkau, ataupun akses pada Bank dan k omunikasi yang sulis, maka kelompok masyarakat ini bisa dikatakan ma rginal. Kebanyakan kelompok masyarakat demikian biasanya terisolir dengan masyarakat kebanyakan.

Seperti akses pada air bersih, jarak terhadap fasilitas transportasi, Bank, komunikasi dan suplai energi lainnya.

Secara Kesehatan

Kelompok Masyarakat yang harapan hidupnya rendah, tingkat kematian bayinya tinggi, masyarakat yang mengalami gizi buruk dan kekurangan gizi, semua ini bisa dikategorikan dalam kelompok marginal.

Seperti Tingkat harapan hidup, kematian bayi, kekurangan gizi dan gizi buruk pada masyarakat umum.

Secara Pendidikan

Maknanya: sebuah kelompok masyarakat yang di dalamnya tingkat buta hurufnya tinggi, banyak yang tidak sekolah, maka kelompok masyarakat semacam ini dapat didefinisikan dal am golongan kelompok marginal.

Seperti: tingkat buta huruf, rasio bruto pendaftar sekolah, dll.

Secara Politik

Individu atau kelompok masyarakat yang terhambat atau tidak diberi ruang untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu, maka ia tergolong marginal (secara politik). Begitupun kelompok masyarakat yang tidak bisa mendapatkan kenyamanan dan selalu terancam baik dalam m asalah keamanan maupun dari kekerasan ia juga masuk dalam kategori marginal. Dalam konteks ini tentu pemenuhan dan penanganannya pun berbeda.

Seperti: partisipasi dalam pemilu, indeks korupsi, status keamanan, kriminal atau kekerasan.

Secara Ekonomi

Sebuah kelompok masyarakat maupun individu yang pendapatan perkapitanya rendah sehingga ia masuk kategori miskin, maka ia masuk dalam elompok marginal. Batas bawah pendapatan perkapita dalam hal ini berbeda-beda antara yang biasanya ditetapkan pemerintah maupun lembaga-lembaga international. Begitupun kelompok masyarakat yang menganggur dan tidak memiliki pekerjaan, ia juga masuk dalam kategori marginal.

Seperti: pendapatan domestik perkapita rendah, tingkat pengangguran tinggi, dll.

Secara Ekologis

Kelompok masyarakat yang sumber daya alamnya rusak, terksploitasi sehingga mereka tidak dapat memanfaatkannya lagi untuk kehidupan juga bisa dikategorikan marginal.

seperti: polusi lingkungan, kondisi sumber daya alam yang hancur sehingga tidak bisa berlanjut.

Secara Indeks Pembangunan

Sebuah kelompok masyarakat yang indeks pembangunannya rendah, yang meliputi pertumbuhan ekonominya rendah, pemerataan ekonomi juga timpang dan tidak merata, harapan hidup rendah, tingkat melek huruf rendah, tidak adanya kesetaraan gender dalam ruang publik, maka kelompok masyarakat semacam ini juga masuk dalam klasifikasi kelompok marginal. Yang juga masuk dalam kelompok marginal adalah kelompok m asyarakat miskin, yang ditunjukkan oleh rendanya pendapatan perkapita.

Seperti: indeks pembangunan manusia, indeks pembangunan yang berkaitan dengan gender, dan indeks kemiskinan manusia.