Negara di Eropa yang Wilayahnya Adalah Bekas Laut yang Dikeringkan

ASTALOG.COM – Diantara sekian banyak negara di benua Eropa, ada sebuah negara di benua Eropa yang wilayahnya adalah bekas laut yang dikeringkan. Negara apakah itu? Tak lain dan tak bukan adalah negara yang familiar dengan sejarah masa lalu bangsa Indonesia, yaitu negara Belanda. Secara geografis, Belanda merupakan negara dengan permukaan wilayah yang rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.

Kenyataan yang unik ini terabadikan dalam namanya, yaitu ‘Nederland‘ yang merupakan kata dalam bahasa Belanda yang artinya adalah “negeri-negeri berdaratan rendah“. Nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, yang disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas dan kurang terkontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir, ekstraksi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan.

Sejak akhir abad ke-16, reklamasi daratan pun dimulai, kemudian wilayah Polder yang luas, kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa. Sebagian besar wilayah Belanda dibentuk oleh estuaria 3 sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk delta Rhein – Maas – Schelde. Sebagian besar wilayah negara ini sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh, dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah.

Struktur Geografi Negara Belanda

Salah satu bentuk permukaan yang menarik di Belanda adalah permukaan tanahnya sangat rata. Hampir separuh daripada negara Belanda berada kurang dari 1 meter di bawah permukaan laut (dpl). Walaupun demikian, provinsi Limburg, yang berada di bagian tenggara negara Belanda, sedikit berbukit. Permukaan tertinggi ialah Vaalserberg, yang berada di provinsi Limburg, yang mempunyai ketinggian sekitar 321 meter. Permukaan yang terendah adalah Nieuwerkerk aan den IJssel, yang berada sekitar 6.76 di bawah permukaan laut.

Banyak tanah rendah dikawal oleh Dijk dan dinding laut. Sebagian kawasan di Belanda, misalnya daerah Flevoland, mesti direklamasi. Kawasan yang direklamasi itu disebut Polder. Salah satu konstruksi yang terkenal ialah Afsluitdijk (penutup tanggul) yang memisahkan danau IJssel (IJsselmeer, dulunya disebut laut Zuider atau Zuiderzee) dengan laut Wadden (Waddenzee). Panjang dari tanggul ini sekitar 32 km dan lebarnya sekitar 90 m. Negara ini dibagi menjadi 2 bagian utama oleh sungai Rhine (Rijn), Waal, dan Maas. Arah angin yang utama di Belanda adalah barat daya, yang menyebabkan iklim kepulauan yang sederhana, dengan musim panas yang dingin dan musim sejuk yang sederhana.

Kondisi Demografi Negara Belanda

Belanda merupakan negara berpenduduk terbanyak ke-10 di Eropa, dan terbanyak ke-61 di dunia. Antara tahun 1900 dan 1950, populasi negara ini hampir menjadi 2 kali lipat, dari yang semula hanya sekitar 5,1 juta menjadi 10,0 juta jiwa. Dari tahun 1950 sampai 2000, populasinya kemudian bertambah lagi dari 10,0 juta menjadi 15,9 juta jiwa, tetapi laju pertumbuhan penduduk lebih kecil daripada 50 tahun yang lalu. Laju pertumbuhan taksiran pada tahun 2013 adalah sebesar 0,44%.

Tokoh-tokoh Terkenal dari Belanda

  • Belanda adalah negara para filsuf, seperti Erasmus dari Rotterdam, dan Spinoza. Semua karya besar Descartes’ dirampungkan di Belanda.
  • Ilmuwan Belanda, Christiaan Huygens yang menemukan bulan di planet Saturnus, yaitu Titan, berpendapat bahwa cahaya merambat sebagai gelombang, menemukan jam bandul, dan merupakan fisikawan pertama yang memanfaatkan perumusan matematika.
  • Antonie van Leeuwenhoek ialah yang pertama mengamati, dan menjelaskan organisme sel tunggal berbantuan mikroskop.
  • Pada Zaman Keemasan Belanda, seni susastra juga bertumbuh kembang, dengan Joost van den Vondel dan P. C. Hooft sebagai 2 penulis terkenal.
  • Pada abad ke-19, Multatuli menulis tentang perlakuan buruk yang diderita pribumi di tanah jajahan Belanda.
  • Penulis penting dari abad ke-20 termasuklah Harry Mulisch, Jan Wolkers, Simon Vestdijk, Hella S. Haasse, Cees Nooteboom, Gerard (van het) Reve, dan Willem Frederik Hermans.
  • Buku Harian seorang Gadis Kecil karya Anne Frank diterbitkan setelah dia mangkat dalam peristiwa Holokaus, dan dialihbahasakan dari bahasa Belanda ke bahasa-bahasa utama dunia.