Kebutuhan Material dan Imaterial

Loading...

ASTALOG.COM – Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki banyak jenis kebutuhan dalam hidupnya. Kebutuhan ini telah menjadi salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) bagi setiap individu untuk berusaha.

Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan. Seperti: makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, maka semakin tinggi dan semakin banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.

Kebutuhan Material dan Imaterial

Kebutuhan material dan imaterial merupakan beberapa dari beragam jenis kebutuhan manusia. Kedua kebutuhan tersebut digolongkan dalam kategori kebutuhan menurut bentuknya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

  1. Kebutuhan material adalah kebutuhan yang berbentuk benda material atau benda berwujud, seperti tas, makanan, rumah, pakaian, dan lain-lain.
  2. Kebutuhan immaterial adalah kebutuhan yang berbentuk benda immaterial atau benda yang tak berwujud, seperti nasihat ulama, penjelasan guru, hiburan, petunjuk dokter, dan lain-lain.
BACA JUGA:  Perkembangan Wilayah Laut Indonesia

Kebutuhan Menurut Intensitas Penggunaannya

  1. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus/wajib terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang (pakaian), pangan (konsumsi), papan (tempat tinggal), pendidikan dan pekerjaan (sifatnya opsional).
  2. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pariwisata, rekreasi, hiburan.
  3. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contoh: mobil, sepeda motor, komputer, handphone, tablet, dan lain-lain.

Kebutuhan Menurut Waktunya

  1. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi/kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Contoh: makan, minum, sandang, tempat tinggal, dan obat-obatan
  2. Kebutuhan yang akan datang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda, tetapi harus dipikirkan mulai sekarang. Contoh: tabungan
  3. Kebutuhan tidak terduga adalah kebutuhan yang disebabkan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba / tidak disengaja yang sifatnya insidental. Contoh : konsultasi kesehatan
  4. Kebutuhan sepanjang waktu adalah kebutuhan yang memerlukan waktu lama
BACA JUGA:  Sebutkan dan Jelaskan Macam-Macam Sosialisasi?

Kebutuhan Menurut Sifatnya

  1. Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan fisik/jasmani yang sifatnya kebendaan. Contoh: makanan, pakaian, olahraga, dan istirahat
  2. Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk pemenuhan jiwa atau rohani. Kebutuhan ini sifatnya relatif karena tergantung pada pribadi seseorang yang membutuhkan. Contoh: beribadah, rekreasi, kesenian, dan hiburan

Kebutuhan Menurut Subyeknya

  1. Kebutuhan individu adalah kebutuhan yang hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan seorang saja. Contoh: kebutuhan petani waktu bekerja berbeda dengan kebutuhan seorang dokter
  2. Kebutuhan sosial (berkelompok) adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama kelompok. Contoh: siskamling, gedung sekolah, rumah sakit, dan jembatan serta berbagai contoh yang lainnya

Faktor yang Menyebabkan Tidak Terbatasnya Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia tidak dapat diperoleh sekaligus tetapi harus mendahulukan mana yang lebih penting. Hal ini dilakukan karena keterbatasan kemampuan. Kebutuhan memiliki 2 sifat yaitu beragam dan tidak dapat cepat dipuaskan. Hal ini menyebabkan kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Adapun hal-hal yang menyebabkan kebutuhan manusia tidak terbatas sebagai berikut:

  1. Sifat alami manusia. Manusia mempunyai sifat selalu merasa kurang, semakin banyak sarana yang dimiliki maka semakin banyak kebutuhan yang disarakan belum terpenuhi.
  2. Tingkat pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang maka akan membuat kecenderungan kebutuhan menjadi bertambah.
  3. Faktor lingkungan. Kondisi alam tempat manusia berada, baik itu lokasi maupun iklim yang dihadapi mendorong manusia untuk bertindak menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  4. Lingkungan sosial. Hidup bermasyarakat sangat dipengaruhi budaya dan keadaan sosial sebagai anggota dari masyarakat. Termasuk juga keinginan untuk menyesuaikan diri agar bisa diterima orang lain. Hal ini menimbulkan “Demonstration Effect” yaitu kebiasaan (sifat) meniru tingkah laku orang lain.
BACA JUGA:  Pada Tahun Berapa Perang Dunia I ?

RANGKUMAN MATERI