Penyebab Perang Peloponnesos di Yunani

Loading...

ASTALOG.COM – Perang Peloponnesos yang berlangsung sekitar tahun 431 hingga 404 SM adalah sebuah konflik militer pada zaman Yunani Kuno, yang terjadi antara Athena dan kekaisarannya melawan Liga Peloponnesos, yang dipimpin oleh Archidamia. Pada masa itu, Sparta melancarkan invasi ke Attica, sementara Athena mengambil kesempatan keunggulan angkatan lautnya dan menyerang pantai Peloponnesos untuk menekan mereka. Periode perang ini berakhir pada tahun 421 SM, dengan ditandatanganinya Perjanjian Nicias.

Sekilas Mengenai Liga Peloponnesos

Liga Peloponnesos atau Liga Peloponnesia adalah suatu persekutuan negara-negara kota di wilayah Peloponnesos pada abad ke-6 dan ke-5 SM. Liga ini didirikan oleh Sparta. Berdasarkan catatan sejarah, pada akhir abad ke-6 SM, Sparta adalah negara yang paling kuat di Pelopponnesia, baik dalam bidang politik maupun militer.

Sparta memperoleh 2 sekutu kuat, yaitu Korintus dan Elis, dengan cara menghentikan tirani di Korintus, dan membantu Elis mengendalikan Olimpiade. Sparta melanjutkan strategi seperti ini untuk mendapatkan sekutu lain di liga mereka. Sparta mengalahkan Tegea dalam suatu perang perbatasan dan menawarkan mereka sebuah aliansi pertahanan permanen, ini adalah titik balik dalam kebijakan luar negeri Sparta.

Banyak negara-negara lain di bagian tengah dan utara Peloponnesos bergabung dengan liga ini, yang pada akhirnya meliputi seluruh negara-kota di Peloponnesos kecuali Argos dan Akhaia. Dominasi Sparta dikukuhkan ketika Sparta mengalahkan Argos dalam pertempuran pada tahun 546 SM.

BACA JUGA:  Jelaskan Cara Kerja Organ Jacobson Pada Ular?

Liga ini dijalankan dengan Sparta sebagai pemimpinnya, dan dikendalikan oleh 2 lembaga, yaitu Dewan Sparta dan Kongres Sekutu di mana masing-masing negara anggota memilik hak satu suara terlepas dari kekuasaan geopolitik negara tersebut. Tidak ada upeti yang harus dibayar, kecuali dalam masa perang, ketika sepertiga dari kekuatan militer suatu negara dapat dimintai bantuan.

Hanya Sparta yang dapat memanggil kongres Liga untuk melakukan rapat. Semua aliansi dibuat dengan Sparta saja, sehingga negara-negara anggota harus membentuk aliansi mereka sendiri satu sama lain. Dan meskipun masing-masing negara memiliki hak satu suara, Sparta tidak harus mematuhi keputusan yang dihasilkan Liga. Liga ini memberikan perlindungan dan keamanan bagi para anggotanya, terutama bagi Sparta. Liga ini adalah persekutuan yang sangat stabil yang mendukung oligarki serta menentang tirani dan demokrasi.

Penyebab Perang Peloponnesos di Yunani

Alasan utama Perang Peloponnesia disebabkan oleh ketakutan Sparta akan kekuasaan Athena yang tumbuh kuat dan ekonomi yang makmur. Athena menguasai sebagian besar wilayah Mediterania bersama dengan Yunani/Hellas, 50 tahun sebelum perang.

BACA JUGA:  Zaman Batu Tua Berlangsung Sekitar?

Menurut Thucydides (seorang sejarawan Yunani dan penulis dari Alimos), setelah Athena menjadi pemimpin sekutu Delian, mereka memiliki kekuasaan tertinggi yang dikenal sebagai Kekaisaran Athena. Mereka hampir mengusir Persia dari daerah mereka di Aegean dan supremasi wilayah yang diduduki lebih banyak. Kekuatan angkatan laut Athena juga berkembang hari demi hari dan membahayakan negara-negara perbatasan.

Selama Perang Persia pada tahun 480 SM, kekuasaan Athena telah tumbuh dengan pesat, dan dengan bantuan sekutu Athena melanjutkan serangannya ke wilayah-wilayah Persia dari Ionia dan Aegea. Athena juga membangun tembok di sekitar wilayah bisnisnya untuk menyelamatkan mereka dari serangan darat Sparta ketika Persia meninggalkan Yunani. Keadaan ini membuat marah Spartan tapi tidak mengambil tindakan apapun pada waktu itu.

Pada tahun 459 SM, Athena mengambil keuntungan antara Megara dan Corinth berpihak dengan Megara. Hal ini membantu mereka mendapatkan wilayah di Isthmus Corinth yang mengakibatkan perang, dikenal sebagai ‘Perang Peloponnesia I (Pertama)’ terjadi antara Athena dengan Sparta, Corinth, Aegea dan negara-negara lain. Pada akhir perang Peloponnesia, Athena mundur dari daratan Yunani karena serangan besar Spartan. Perjanjian Damai 30 tahun ditandatangani antara Athena dan Sparta pada tahun 446 SM.

BACA JUGA:  Dampak Pengambilan Terumbu Karang Secara Belebihan

Perang Peloponnesia terjadi antara kekaisaran Athena dan sekutu Peloponnesia yang dipimpin Sparta. Sekutu Peloponnesia merupakan koalisi dari Thebes, Corinth dan Sparta. Perang Peloponnesia dibagi menjadi 3 fase, yaitu Perang Archidamian, Perang Sisilia dan Perang Ionia (Decelean). Perang dimulai pada tanggal 4 April 431 SM ketika orang-orang Thebes meluncurkan serangan mendadak ke Plataea yang juga sebagai mitra Athena.

Perang Peloponnesia berakhir pada tanggal 25 April 404 SM ketika Athena menyerah, Peloponnesia kemudian merenovasi kota-kota Yunani secara keseluruhan. Kekaisaran Athena merupakan pihak yang lebih kuat sebelum perang, kemudian dikurangi dan menjadi budak Sparta.

Setelah perang, Sparta merupakan negara penguasa Yunani, perang Peloponnesia menghancurkan ekonomi dan membawa kemiskinan dan penderitaan pada bangsa Yunani. Athena tidak pernah lagi mendapatkan kemakmuran seperti sebelumnya setelah Perang Peloponnesia.