Sebutkan Alat Gerak Pada Protozoa?

Loading...

ASTALOG.COM – Istilah ini(Protozoa) berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos artinya pertama dan zoon artinya hewan. Jadi, Protozoa adalah hewan pertama.

Ciri-Ciri Protozoa

Protozoa merupakan hewan mikroskopis , ukuran bervariasi , yaitu 10 mili mikron (mm)- 200 mm, dan dapat diamati dengan mebgunakan mikroskop cahaya. Diperairan protozoa merupakan zooplankton dan dalam rantai makanan termasuk dalam konsumen tingkat satu. Organisme heterotrof dengan makanannya berupa bakteri, bersifat detritus (materi organik dari organisme mati). Protozoa ini hidup soliter atau berkoloni, kalau dalam keadaan lingkungan ekstrim protozoa akan mempertahankan diri dengan cara membungkus diri membentuk kista, selain itu Protozoa hidup parasit, saprofit dan hidup bebas.

Berikut ini akan dibahas tentang struktur tubuh dan alat gerak pada protozoa;

a. Struktur Tubuh

Tubuh Protozoa terdiri atas sitoplasma, membran plasma berfungsi untuk pelindung dan mengatur pertukaran zat didalam sel, ada yang dilengkapi cilia atau flagel. Dalam tubuhnya terkandung organel-organel yaitu mitokondria, ribosom, vakuola makanan, vakuola kontraktil, lisosom, nukleus lebih dari satu yaitu makronukleus dan mikro nukleus. Kloroplas hanya dimiliki oleh filum Fagellata yang merupakan anggota dari kingdom ini.

BACA JUGA:  Apakah Khasiat Batang Pakis?

b. Alat Gerak

Berdasarkan alat gerak nya kecuali Sporozoa , organisme tersebut dikelompokkan kedalam empat filum, yaitu;

1. Rhizopoda (Sarcodina) ; yaitu protozoa yang mempunyai alat gerak berupa kaki akar, kaki semu, atau Pseudopodia, contohnya Amoeba.

2. Flagellata ( Mastigophora), yaitu protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu cambuk atau flagellum, contohnya : Euglena dan Trypanosoma.

3. Cilliata (Ciliophora), protozoa yang mempunyai alat gerak berupa bulu getar atau cilia contohnya Paramecium.

4. Sporozoa atau hewan berspora. Hewan ini tidak mempunyai alat gerak, contohnya Plasmodium dan Monocystis.

Cara Hidup Protozoa

Protozoa bersifat heterotrof dan memperoleh makanan dari lingkungannya secara fagositosis, yaitu menelan dan mencerna mangsanya.

Morfologi Protozoa

Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies. Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif (trophozoite), atau bentuk istirahat yang disebut kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya.

BACA JUGA:  Sebutkan Jenis dan Fungsi Hormon Yang Berperan Dalam Proses Menstruasi

Protozoa tidak mempunyai dinding sel, dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Kebanyakan protozoa mempunyai bentuk spesifik, yang ditandai dengan fleksibilitas ektoplasma yang ada dalam membran sel. Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Beberapa protozoa seperti Difflugia, dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan skeleton. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam bentuk fosil.

Kerangka luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tahun dapat membentuk batuan kapur. Protozoa merupakan sel tunggal, yang dapat bergerak secara khas menggunakan pseudopodia (kaki palsu), flagela atau silia, namun ada yang tidak dapat bergerak aktif. Berdasarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompokkan ke dalam 4 kelas. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina, yang bergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora, yang bergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora, dan yang tidak dapat bergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam Sporozoa.

BACA JUGA:  Komoditas Impor Indonesia

Mulai tahun 1980, oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Society of Protozoologist, mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas baru, yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora, dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini, Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora, dan Sporozoa karena anggotanya sangat beragam, maka dipecah menjadi lima kelas.

Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga, Bodo, Leishmania, Trypanosoma, Giardia, Opalina, Amoeba, Entamoeba, dan Difflugia. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium, Tetrahymena, Paramaecium, dan Stentor. Contoh protozoa kelompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Apicomplexa beranggotakan genera Eimeria, Toxoplasma, Babesia, Theileria. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Microspora. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora.

Reproduksi Protozoa

Apa yang anda ketahui tentang Reproduksi Protozoa ? Reproduksi Protozoa umumnya terjadi dalam 2 cara, yaitu secara aseksual (dengan pembelahan biner) dan secara seksual (penyatuan gamet yang berbeda jenis) sehingga menghasilkan zigot atau secara konjugasi atau dengan cara mempertukarkan nukleus.