Mendalami Unsur Intrinsik Dalam Cerpen

Loading...

ASTALOG.COM – Cerita pendek, atau yang lebih sering disebut dengan cerpen merupakan sebuah cerita yang sumbernya dapat diangkat dari kisah pengalaman hidup ataukah karangan belaka. Cerita yang dianggap menarik tentang perjalanan atau pengalaman hidup siapa saja dan memiliki kejelasan tentang awal dan akhir dari cerita tersebut. Sesuai dengan namanya, cerpen adalah suatu kisah yang tidak panjang namun juga tidak terlalu pendek.

Cerpen, mengandung beberapa unsur intrinsik yang merupakan unsur dari dalam yang menjadi pembangun dalam sebuah karya sastra. Unsur-unsur intrinsik yang dapat Anda ketahui adalah seperti berikut ini:

a. Tema. Tema menjadi unsur terpenting dalam membuat sebuah cerpen, suatu gagasan yang menjadi inti dalam mengembangkan cerpen tersebut. Tema dalam cerpen dikatakan sebagai permasalahan utama yang menjadi jiwa dalam keseluruhan cerita yang diangkat. Umumnya, tema dijabarkan dalam kalimat atau pernyataan yang singkat dan jelas.
Contoh dari tema antara lain percintaan, tentang agama, persahabatan, budaya, dan lain sebagainya.

b. Plot atau alur. Alur cerita adalah urutan atau rangkaian antar peristiwa yang mana didasari oleh hubungan sebab-akibat. Sebagai contoh, dalam cerita dikisahkan sebuah peristiwa dimana seorang anak kabur dari rumahnya, maka orang tua anak tersebut akan mengalami frustasi karena merasa kehilangan. Jalinan cerita seperti inilah yang kita sebut dengan alur atau plot.

BACA JUGA:  Mengapa Dalam Reaksi Fotosintesis Terdapat Reaksi Terang dan Gelap?

c. Tokoh. Suatu cerita selalu memiliki tokoh, dimana tokoh ini adalah individu yang mengalami berbagai kisah dan peristiwa dalam cerita. Jika ditinjau berdasarkan peranannya, tokoh dibagi menjadi tiga bagian yaitu tokoh utama, tokoh pembantu serta figuran. Berdasarkan wataknya, tokoh juga memiliki tiga bagian, antara lain protagonis (mereka yang memiliki karakter baik), antagonis (tokoh dengan sifat yang jahat), dan tokoh tritagonis (tokoh yang diceritakan sebagai penengah antara protagonis dan antagonis).

d. Penokohan. Dalam cerpen, penokohan ini diartikan sebagai gambaran karakter, atau sikap tokoh yang diceritakan dalam cerpen. Ini adalah cara pengarang memberi penjelasan tentang watak tokoh yang terlibat. Secara umum, penokohan dibedakan menjadi dua bagian yaitu penokohan secara langsung (analitik), dan penokohan secara tidak langsung (dramatik).

e. Setting atau latar. Jika berbicara tentang latar, maka ini berkaitan dengan keterangan tempat, waktu, serta suasana yang menjadi latar belakang terjadinya peristiwa dalam cerita. Latar sendiri dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu latar waktu, latar tempat dan latar suasana.

BACA JUGA:  Sebutkan Ciri-Ciri Tanah Subur?

f. Sudut pandang. Dalam hal ini, sudut pandang merupakan posisi pengarang dalam mengisahkan cerita pendeknya. Salah satu bentuk sudut pandang yaitu si pengarang menjadi tokoh dalam ceritanya sendiri.
Sudut pandang dalam cerpen dibedakan menjadi dua, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

g. Amanat. Selalu ada pesan yang dapat disampaikan melalui sebuah cerita pendek. Pesan ini bisa saja berupa kritik, anjuran atau amanat yang ingin disampaikan pengarang kepada seluruh pembaca. Amanat dalam sebuah cerita pasti selalu bersifat postif.
Contoh bentuk amanat misalnyas aja: Ajakan untuk senantiasa menghormati kedua orang tua. Tidak melakukan perbuatan tercela seperti berbohong, dan lain sebagainya.

h. Gaya bahasa. Pengarang selalu memiliki gaya bahasa tersendiri dalam mengisahkan cerita karangannya, ini menjadi ciri khusus yang membedakan antara pengarang yang satu dengan pengarang yang lainnya. Misalnya saja Ahmad Tohari, ia merupakan penulis yang banyak menggunakan kalimat-kalimat yang indah dalam menjabarkan latar dalam ceritanya.

BACA JUGA:  Tradisi Megalitik

Untuk menganalisis serta menentukan unsur intrinsik cerpen, bukanlah suatu hal yang sulit dilakukan. Yang Anda butuhkan hanyalah ketelitian serta kecermatan ketika membaca sebuah cerpen. Penginderaan yang cermat merupakan hal penting yang diperlukan seseorang agar dapat menentukan unsur intrinsik cerpen. Disamping itu, terdapat pula nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen, antara lain:

Nilai Agama
Nilai agama ini merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan segala sesuatu yang aturannya bersumber dari agama tertentu.

Nilai Moral
Nilai moral adalah nilai-nilai yang ada kaitannya dengan sikap atau etika dalam cerita. Nilai moral yang dikisahkan bisa saja jadi nilai moral yang baik dan bisa pula buruk.

Nilai Budaya
Nilai budaya ini sendiri adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan kebiasaan serta tradisi yang ditanamkan sejak dulu pada daerah tertentu.

Nilai Sosial
Yang terkahir adalah nilai sosial, merupakan nilai-nilai yang berkaitan dengan cara pergaulan seseorang dalam suatu lingkungan masyarakat, dan bagaimana individu dapat berbaur dengan orang-orang sekitar.