Cara Perpindahan Panas

Loading...

ASTALOG.COM – Panas adalah salah satu bentuk energi, yaitu energi panas. Panas juga dikenal dengan istilah kalor. Jika suatu benda melepaskan kalor pada benda lain maka kalor yang diterima benda lain sama dengan kalor yang dilepas benda itu. Pernyataan ini disebut juga sebagai Asas Black, yaitu jumlah kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diterima. Panas dapat berpindah melalui radiasi, konveksi dan konduksi. Media yang digunakan dalam perpindahan panas bisa berupa zat padat, cair maupun udara (gas).

Panas (kalor) akan bergerak dari tempat bersuhu tinggi menuju tempat bersuhu lebih rendah. Ketika terdapat 2 benda dengan suhu yang berbeda dan dicampurkan, misalnya saja air panas dengan air dingin maka keduanya akan menjadi air hangat. Hal ini terjadi karena jika air panas dan air dingin dicampurkan maka akan terjadi perpindahan kalor dari air panas menuju air dingin, perpindahan ini akan terus terjadi hingga tercapainya suhu seimbang, yaitu posisi dimana air menjadi hangat.

BACA JUGA:  Sebutkan 2 Pelopor Musik Abad Pertengahan

Cara Perpindahan Panas

Perpindahan panas dapat terjadi dalam 3 cara, yaitu:

1. Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas melalui benda padat. Benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor. Pada umumnya, konduktor terbuat dari logam. Benda yang sukar menghantarkan panas disebut isolator. Pada peristiwa konduksi, panas mengalir melalui molekul-molekul zat tanpa memindahkan atau menggerakkan molekul zat itu. Benda padat memiliki kemampuan merambatkan panas secara konduksi yang berbeda-beda.

Contoh 1:

Ketika kita menaruh batang besi membara ke batang besi lain yang dingin. Kita tidak akan melihat besi membara itu bergerak namun tiba-tiba besi yang semula dingin akan menjadi panas.

Contoh 2:

Ketika satu logam panjang dipanaskan. Satu ujung logam panjang yang di beri nama A dipanaskan maka beberapa saat kemudian ujung yang lain (disebut ujung B) juga akan ikut panas. Selain itu, pemanfaatan Konduksi dalam kehidupan sehari-hari sendiri bisa dengan mudah kita temukan, misalnya saja saat memasak air maka kalor berpindah dari api (kompor) menuju panci dan membuat air mendidih.

2. Radiasi

Radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Contoh paling mudah dari perpindahan panas secara radiasi adalah pancaran sinar matahari. Matahari memancarkan panasnya sehingga sampai ke permukaan bumi melalui ruang hampa. Di ruang hampa tidak ada zat yang dapat dilalui dan juga tidak ada zat yang dapat mengalir. Panas matahari tersebut sampai ke bumi secara langsung atau secara pancaran tanpa melalui zat perantara. Contoh:

Ketika matahari memancarkan panas ke bumi dan api yang memancarkan hangat ke tubuh kita. Kalor dapat diradiasikan melalui bentuk gelombang cahaya, gelombang radio dan gelombang elektromagnetik.

Radiasi juga dapat dikatakan sebagai perpindahan kalor melalui media atau ruang yang akhirnya diserap oleh benda lain. Contoh:

Ketika kita menyalakan api unggun dan berada di dekat api unggun tersebut dan kita akan merasakan hangat. 

3. Konveksi

Konveksi adalah perpindahan kalor (panas) yang disertai dengan berpindahnya zat perantara. Konveksi sebenarnya mirip dengan Induksi, hanya saja jika induksi adalah perpindahan kalor tanpa disertai zat perantara, sedangkan konveksi merupakan perpindahan kalor yang di ikuti zat perantara. Contoh:

Pada air yang sedang direbus. Zat cair dan gas yang terkena panas akan membuat molekul-molekulnya bertambah besar dan beratnya tetap, sehingga akan bergerak ke atas. Gerakan ke atas ini akan diikuti oleh gerakan zat lain secara terus menerus sehingga terjadi aliran zat karena panas. Dari peristiwa aliran inilah, maka panas dapat merambat secara konveksi.