Apa yang Dimaksud dengan Drama?

Loading...

ASTALOG.COM – Drama berasal dari kata Yunani, draomai yang berarti berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi, kata drama dapat diartikan sebagai perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung.

Dilansir dari wikipedia, Drama merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Kisah dan cerita dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara khusus ditujukan untuk pementasan teater.

Naskah drama dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dipentaskan untuk dapat dinikmati oleh penonton. Drama memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan aksi. Kualitas tersebut dapat dilihat dari bagaimana sebuah konflik atau masalah dapat disajikan secara utuh dan dalam pada sebuah pementasan drama.

BACA JUGA:  Perlawanan Rakyat Bali

Sejarah Drama
Drama sebenarnya sudah ada sejak dulu dan dijadikan sebagai tontonan. Nenek moyang kita sudah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Bukti tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan mengungkapkan bahwa drama sudah ada sejak abad kelima SM. Hal ini didasarkan temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi lakonnya berupa persembahan untuk memohon kepada dewa-dewa. Sejarah lahirnya drama di Indonesia tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Keberadaan drama di negara kita juga diawali dengan adanya upacara keagamaan yang diselenggarakan oleh para pemuka agama. Intinya, mereka mengucapkan mantra dan doa.

Jenis-jenis Drama
Ada beberapa jenis drama tergantung dasar yang digunakannya. Dalam pembagian jenis drama, biasanya digunakan tiga dasar, yakni: berdasarkan penyajian lakon drama, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah drama. Berdasarkan penyajian lakon, drama dapat dibedakan menjadi delapan jenis, yaitu:

BACA JUGA:  Penulis Buku Tractus de Computies et sciptoris

1. Tragedi
Drama yang penuh dengan kesedihan
2. Komedi
Drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
3. Tragekomedi
Perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
4. Opera
Drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
5. Melodrama
Drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi/musik.
6. Farce
Drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
7. Tablo
Jenis drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
8. Sendratari
Gabungan antara seni drama dan seni tari.

Berdasarkan sarana pementasannya, pembagian jenis drama dibagi antara lain:
1. Drama Panggung
Drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
2. Drama Radio
Drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
3. Drama Televisi
Hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
4.Drama Film
Drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
5. Drama Wayang
Drama yang diiringi pegelaran wayang.
6. Drama Boneka
Para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.

BACA JUGA:  Negara di Benua Afrika yang Memiliki Sejarah Kebudayaan Tertua