Struktur Sel Manusia

ASTALOG.COM – Tubuh manusia selain terdiri dari jaringan, darah dan tulang ada juga sel-sel dalam tubuh manusia. Sel-sel tersebut tersusun berdasarkan strukturnya.

Sebelum membahas lebih jauh tentang sel, yuk ketahui dulu apasih sel itu?

Sel adalah unit fungsional kehidupan yang merupakan makhluk hidup ataupun penyusun makhluk hidup yang tersusun atas protoplasma yang diselubungi oleh membran tipis dan mampu memperbanyak diri baik secara seksual ataupun lainnya sehingga membentuk sel anakan baik identik ataupun tidak.

Pengertian sel yang paling mashyur dikenal adalah dari duo peneliti yaitu Schleiden dan Schwann yang memberikan teori sel yang merupakan gabungan dari beberapa penelitian sebelumnya oleh bebeberapa peneliti tentang sel seperti Robert Virchow, H.J. Dut Rochet, Max Schultze, Robert Brown, Antony van leeuwenhoek.

Penemu Sel
Sel sendiri ditemukan secara tidak sengaja oleh Robert Hooke walaupun saat itu dia hanya mengamati sel mati dari jaringan gabus. Oleh karena itu, dia menamakannya cella atau ruang kosong yang kemudian dalam bahasa Inggris disebut cell yang selanjutnya diserap kedalam bahasa indonesia sebagai sel. Dapat anda sadari bahwa kata sel, memang terkesan analogi yang buruk bagi makhluk hidup terkecil yang fungsional ini.

Selanjutnya sel sel terbagi secara lebih khusus lagi menjadi sel hewan uniseluler (protozoa), sel alga uniseluler, sel fungi (hifa), sel tumbuhan, sel hewan multiseluler, sel bakteri, sel archaebakteria, dan berbagai jenis diferensiasi sel yang ada. Keseluruhan sel sel yang ada semuanya disesuaikan dengan habitat mereka berada dan kebutuhakan mereka untuk tetap lestari.

Nah, sudah jelas mengenai sel dan pembagiannya, selanjutnya apa saja struktur dari sel?

Struktur sel manusia terbentuk dari tiga komponen yaitu membran plasma, sitoplasma dan organel-organel sel.

Membran sel atau membran plasma merupakan lapisan yang sangat tipis yang memisahkan sel dengan dunia luarnya. Struktur pembentuk membran sel ini biasa dikenal dengan model mosaic cair yang tersusun lagi atas fosfolipid dan protein. Sifat dari fosfolipid ada dua yaitu menyukai air (hidrofilik) dan menjauhi air (hidrofobik).

Sedangkan sitoplasama adalah cairan sel yang bertempat diantara inti sel dan membran plasma. Cairan ini mirip dengan jelly bersifat koloid dan biasa disebut dengan sitosol. Fungsi dari sitoplasma itu sendiri adalah sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

Struktur terakhir adalah organel-organel sel. Organel-organel sel adalah alat-alat yang ada di dalam sel itu sendiri yang nantinya akan memfungsikan sel itu sendiri. Di dalamnya terdapat beberapa penyusun yaitu nukleus, mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, plastida, lisosom, badan mikro, vakuola, juga sitoskeleton, silia dan flagel, serta sentriol.

Nukleus merupakan bagian dari sel, memiliki membran nukleus yang tersusun oleh fosfolipid dan protein yang memisahkan isi dari nukleus dengan sitoplasma. Membran ini berfungsi untuk menjadi acces masuk antara nukleus dan sitoplasma. Sedangkan nukleus itu sendiri fungsinya adalah untuk memerintahkan pembentukan zat-zat kimia bagi sel, serta untuk mengendalikan produksi sel, serta untuk mengatur perkembangan sifat secara genetika.

Nah, ketiga hal tadi merupakan ulasan tentang struktur sel manusia, mulai dari membran plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel.