Penjelasan Tentang Kelapa Sawit

Loading...

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.

Tanaman kelapa sawit adalah sumber utama minyak nabati sesudah kelapa di Indonesia. Tanaman ini dikenal dunia semenjak penjelajah dari bangsa Portugis berlayar ke Afrika pada tahun 1466. Dalam perjalanan mereka ke Pantai Gading (Ghana), penduduk setempat terlihat menggunakan kelapa sawit untuk memasak atau bahan kecantikan.

Pada tahun 1790 untuk pertama kalinya dikapalkan sejumlah biji kelapa sawit ke Inggris. Tahun 1848 tanaman kelapa sawit masuk ke Indonesia, mula pertama ada 4 tanaman yang ditanam di Kebun Raya Bogor. Sampai kurang lebih 40-50 tahun kemudian kelapa sawit hanya digunakan sebagai tanaman hias saja. Hinga pada awal tahun 80-an, tanaman kelapa sawit di Indonesia digelari sebagai komiditi primadona kerena memberikan keuntungan yang melimpah.

BACA JUGA:  Vitamin Yang Ada Pada Kentang

Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Klasifikasi Tanaman Kelapa Sawit
Berdasarkan sistem klasifikasi mahluk hidup, tanaman kelapa sawit yang bernama latin Elais guinensiss Jacq ini diklasifikasikan sebagai berikut:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Genus: Elaeis
Nama Latin: Elaeis guineensis Jacq.

Manfaat dan Kegunaan Kelapa Sawit
Kelapa sawit memiliki beberapa manfaat dan kegunaan, antara lain

1. Bahan Makanan
Dari minyak sawit CPO dan PKO dapat digunakan sebagai bahan baku dari bahan makanan seperti mentega, minyak goreng atau minyak makan, berbagai jenis asam lemak nabati. Teknologi yang digunakan merubah minyak sawit menjadi bahan makanan adalah fractionating, hydrogenation, refining, bleaching dan deodozing. Selain sebagai bahan baku, minyak sawit juga digunakan sebagai bahan penolong (aditif) pembuatan cokelat, es krim, pakan ternak, vanaspati, berbagai jenis asam lemak dan makanan ringan lainnya.

BACA JUGA:  Pencangkokan Tanaman

2. Kosmetik dan Obat
Dari minyak sawit dapat dihasilkan berbagai kosmetik dan obat-obatan seperti Cream, Shampo, Lotion, Pomade, Vitamin. Minyak sawit lebih mudah diabsorpsi kulit dibandingkan dengan minyak lainnya sehingga relatif lebih efektif dalam penggunaannya. Minyak sawit mengandung vitamin E yang disebut sebagai tocopherol dan tocotrienol.

3. Industri Berat dan Ringan
Minyak sawit juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan oleochemical, baik oleokimia dasar maupun oleokimia turunan seperti glycerol, fatty acid, fatty alcohol, fatty amines, fatty ester, methyl etilene dan senyawa opoksi. Selanjutnya zat-zat ini digunakan sebagai bahan baku beberapa produk seperti cat, bahan pencetak, pasta gigi, farmasi dan obat-obatan, plastik, minyak diesel, kerosene dan gasoline. Juga dapat dihasilkan beberapa senyawa atau zat kimia antioksidan yang sangat dibutuhkan dalam membatasi pembelahan sel yang tidak sempurna dalam penyakit kangker.

BACA JUGA:  7 Minyak Buah-Buahan Yang Baik Untuk Kecantikan Kulit

Sebagai bahan penolong minyak sawit melalui proses tertentu dapat berfungsi sebagai :

Lapisan pelindung
Minyak pelumas
Dempul
Medium bahan peyamak kulit
Tinta cetak
Makanan hewan
Perekat insectisida
Plasticizer dan surfactant
Senyawa buffering