Bencana Alam Klimatologis

ASTALOG.COM – Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor-faktor cuaca dan iklim, misalnya karena curah hujan yang tinggi, terjadinya petir, angin puting beliung/angin topan, kekeringan, kebakaran hutan karena faktor alamiah (terkena petir).

Bencana alam klimatologis dapat menyebabkan dampak terhadap kejadian yang sifatnya pemicunya dapat merupakan bencana alam atau nonalam, yaitu kebakaran dan kebakaran hutan bushfire or wildfire.

Karakteristik Bencana Alam Klimatologis
Berikut beberapa contoh dari bencana alam klimatologis

1. Banjir
Banjir dapat diartikan peristiwa terbenamnya daratan (yg biasanya kering) karena volume air yg meningkat. Bencana banjir kerap kali terjadi di wilayah Republik Indonesia, hal ini disebabkan oleh beberapa sebab. Menurut BNPB banjir yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh faktor pemicu seperti :

a. Curah hujan tinggi
b. Permukaan tanah lebih rendah dibandingkan muka air laut.
c. Terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keiuar sempit.
d. Banyak pemukiman yang dibangun pada dataran sepanjang sungai.
e. Aliran sungai tidak lancar akibat banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
f. Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.

2. Siklon Tropis
Siklon tropis yang biasa disebut dengan badai tropis, lesus, puting beliung, cleret tahun, taifun (typhoon), hurricane, adalah sebuah jenis sistem tekanan udara rendah yang terbentuk secara umum di daerah tropis. Siklon tropis adalah bagian penting dari sistem sirkulasi atmosfer, yang memindahkan panas dari daerah khatulistiwa menuju garis lintang yang lebih tinggi. Dengan demikian terjadinya siklon kadang besifat musiman, dan dapat diprediksi oleh badan meteorologi.

Dampak kerusakan dari siklon tropis dapat dilakukan secara komprehensif, mengingat terjadinya siklon tropis bersifat musiman, diantaranya :
a. Pengaturan peringatan
b. Tindakan pencegahan misalnya memberdayakan struktur masyarakat;
c. Memindahkan orang ke tempat penampungan yang aman dari jangkauan benda yang potensial dapat terbang akibat angin
d. Memberlakukan peraturan bangunan (Bangunan tahan angin)
e. Menumbuhkan kesadaran masyarakat dengan melakukan program edukasi bahaya siklon tropis.

3. Kekeringan (drought)
Kekeringan adalah keadaan kekurangan pasokan air pada suatu daerah dalam masa yang berkepanjangan (beberapa bulan hingga bertahun-tahun). Biasanya kejadian ini muncul bila suatu wilayah secara terus-menerus mengalami curah hujan di bawah rata-rata. Musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan karena cadangan air tanah akan habis akibat penguapan (evaporasi), transpirasi, ataupun penggunaan lain oleh manusia (www.wikipedia.org).

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai langkah penanggulangan bencana kekeringan antara lain adalah :
a. Melakukan langkah penanganan yang efektif dan cenderung bersifat jangka panjang.
b. Bilamana diperlukan dapat meningkatkan keterlibatan nasional dan internasional dalam penanggulangan bencana.
c. Melibatan pemukiman manusia seringkali sensitif dan sulit
d. Pengelolaan lahan dan rencana khusus misalnya irigasi
e. Melakukan langkah darurat, diantaranya dengan menyediakan pasokan makanan, pasokan air, dan obat-obatan

4. Kebakaran Hutan (Wildfire)
Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah penduduk dan lahan pertanian disekitarnya. Penyebab umum dari kebakaran hutan pada umumnya adalah petir, kecerobohan manusia, dan pembakaran. (www.wikipedia.org)