Sebutkan Ciri-ciri Basalt

Loading...

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Basalt (/iconbəˈsɔːlt/, /ˈbæsɒlt/, /ˈbæsɔːlt/, or /ˈbeɪsɔːlt/) adalah batuan beku yang ekstrusif. Basalt umumnya terbentuk dari proses pembekuan yang berlangsung cepat. Basalt juga dapat terbentuk dari pembekuan lelehan lava yang mengandung gas, namun gasnya telah menguap.

Batu Basalt umumnya bersifat massive dan keras, ia memiliki kristal – kristal kecil, umumnya berwrana gelap. Biasanya basalt berwarna abu-abu atau hitam, karena pembekuannya cepat di permukaan bumi.

Karakteristik Basalt
Berikut beberapa karakteristik dari basalt

1. Massa jenis : 2,7 – 3 gram/cm3
2. Warna : Gelap
3. Karakteristik lain : Batuan Basalt lazimnya bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam. Kandungan mineral Vulcanik ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro. Berdasarkan komposisi kimianya, basalt dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu basalt alkali dan basalt tholeitik. Perbedaan di antara kedua tipe basalt itu dapat dilihat dari kandungan Na2O dan K2O. Untuk konsentrasi SiO2 yang sama, basalt alkali memiliki kandungan Na2O dan K2O lebih tinggi daripada basalt tholeitik.
4. Manfaat : Basalt kerap digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat.

BACA JUGA:  Jelaskan Proses Terjadinya Menstruasi dan Hormon yang Berperan!

Komposisi Basalt
Berikut unsur kimiawi dari basalt
Al2O3,SiO2, TiO2, K2O, MnO2, MgO, CaO

Proses Pembentukan Basalt
Batuan basalt berwarna gelap, berat, kaya akan besi dan sedikit akan kandungan mineral silika batuan vulkanik, yang biasanya membentuk lempeng samudera di dunia. Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat. Mineral-mineral ini hanya dapat terlihat pada jenis batuan basalt yang berukuran butir kuarsa, yaitu jenis dari batuan basalt yang bernama gabbro.

Gelembung gelembung dari gas karbon dioksida dan uap air terbentuk dan melakukan ekspansi pada batuan yang meleleh mendekati permukaan. Pada periode yang panjang di bawah gunung api, butiran butiran berwarna hijau dari mineral olivine keluar dari larutan.

BACA JUGA:  Nama Jamur dan Kegunaannya

Sehingga gelembung gelembung dan butiran butiran tersebut atau phenocrysts menggambarkan dua kejadian yang berbeda di dalam pembentukan batuan basalt tersebut.

Jenis-jenis Basalt
Berdasarkan komposisi kimianya, basalt dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu basalt alkali dan basalt tholeitik. Perbedaan di antara kedua tipe basalt itu dapat dilihat dari kandungan Na2O dan K2O. Untuk konsentrasi SiO2 yang sama, basalt alkali memiliki kandungan Na2O dan K2O lebih tinggi daripada basalt tholeitik.

Manfaat Basalt
Basalt kerap digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat.

Basalt bisa Anda temukan dibeberapa tempat seperti Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Probolinggo

BACA JUGA:  Faktor Pendukung Asimilasi Sosial