Sebutkan Contoh Kegiatan Konsumsi

ASTALOG.COM – Kegiatan konsumsi adalah kegiatan ekonomi yang bersifat mengurangi, atau menghabiskan manfaat dan kegunaan hasil dari produksi (barang atau jasa) untuk memenuhi kebutuhan.

Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan berupa konsumsi disebut konsumen. Kegiatan dari konsumsi dapat dilakukan oleh rumah tangga keluarga, perusahaan, dan negara.

Tujuan Kegiatan Konsumsi
Dalam melakukan kegiatan konsumsi, tentunya setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Secara garis besar tujuan konsumsi adalah sebagai berikut.

1. Untuk memenuhi kebutuhan pokok.
2. Untuk mencapai kepuasan.
3. Untuk memperoleh penghargaan (demonstration effect).
4. Ingin menolong orang lain.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Konsumsi
Semakin maju peradaban manusia, semakin beragam pula kebutuhannya. Konsumsi atas barang dan jasa oleh konsumen yang satu tidak sama dengan konsumen yang lain.

Begitu juga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh konsumen yang sama, dapat berbeda untuk waktu yang berbeda. Hal ini disebabkan pola konsumsi setiap orang yang berbeda yang dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.

1. Pendapatan
Pendapatan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tingkat konsumsi masyarakat. Besar atau kecilnya pendapatan akan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat.

Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kecenderungannya melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa. Sebaliknya, semakin kecil pendapatan seseorang maka semakin kecil pula kecenderungan tingkat konsumsinya.

2. Harga diri terhadap lingkungan
Konsumsi seseorang didorong oleh harga diri di mata umum. Seseorang kadang merasa malu jika ia tidak memiliki barang yang dimiliki orang lain sehingga mendorongnya untuk membeli barang yang sama bahkan bisa dengan harga yang lebih mahal. Hal ini dilakukan agar harga dirinya tidak jatuh di mata masyarakat karena dianggap tidak mampu membeli.

3. Ketamakan dan kesombongan
Tingkah laku seseorang yang tamak, menyebabkan selalu ingin membeli barang yang belum dimilikinya. Dia beranggapan bahwa dengan memiliki barang yang belum dimiliki orang lain, dirinya merasa lebih dari yang lain.

4. Harapan pendapatan tinggi di masa yang akan datang
Karena ada harapan kenaikan pendapatan, seseorang berusaha mencari pinjaman untuk berbelanja sekarang sehingga konsumsinya meningkat.

5. Tingkat pendidikan
Orang yang berpendidikan tinggi konsumsinya lebih besar daripada orang yang berpendidikan rendah. Seorang siswa SMP berbeda konsumsinya dengan seorang mahasiswa. Siswa SMP konsumsinya lebih rendah dibanding mahasiswa.

6. Tempat tinggal
Orang yang tinggal di daerah pedesaan konsumsinya lebih murah dibanding dengan orang yang tinggal di kota. Orang yang tinggal di daerah yang beriklim panas tentu berbeda konsumsinya dengan orang yang tinggal di daerah yang beriklim dingin.

7. Umur dan jenis kelamin
Umur membedakan pola konsumsi seseorang. Orang tua berbeda konsumsi dengan anak. Begitu pula jenis kelamin, laki-laki berbeda konsumsinya dengan perempuan.

Contoh Kegiatan Konsumsi
Berikut beberapa contoh kegiatan konsumsi

1. Konsumsi Rumah Tangga
Rumah tangga keluarga biasanya terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Contoh kegiatan konsumsi rumah tangga adalah pemenuhan kebutuhan berupa makanan, contoh lain berupa pakaian, rumah, listrik ataupun telepon.

2. Konsumsi Perusahaan
Perusahaan merupakan tempat berlangsungnya proses produksi. Contoh pada saat memproduksi barang, perusahaan memerlukan bahan baku, tenaga kerja, dan modal. Perusahaan dalam hal ini bukan hanya melakukan kegiatan produksi akan tetapi juga melakukan konsumsi ditujukan untuk menghasilkan barang atau jasa.

3. Konsumsi Negara
Kegiatan pada konsumsi negara berbeda dengan konsumsi rumah tangga keluarga dan perusahaan. Konsumsi negara bertujuan untuk memenuhi atau melayani kebutuhan masyarakat. Biaya yang digunakan untuk konsumsi negara berasal dari masyarakat. Sebagai contoh Negara setiap akhir tahun membuat rancangan anggaran dan belanja negara. Hal ini dilakukan agar pengeluaran pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat.