Jelaskan Pengertian Delta

Loading...

ASTALLOG.COM – Delta adalah daratan pada muara sungai-sungai besar, berupa endapan material lapuk yang diangkut oleh sungai. Delta merupakan bentukan yang terjadi dari endapan lumpur dari darat yang dibawa oleh aliran air. Delta merupakan jenis endapan yang diendapkan secara teratur, berlapis-lapis, permukaannya datar, sesuai dengan permukaan air.

Delta bisa terbentuk di sebuah danau, laut, atau waduk, sungai lain yang tidak dapat menghilangkan sedimen yang cukup cepat untuk menghentikan pembentukan delta, atau daerah pedalaman di mana air menyebar keluar dan sedimen yang tersimpan mengendap. Ketika memasuki aliran air, tidak lagi terbatas untuk menyalurkan dan mengembang lebar aliran air.

Aliran ini berekspansi dan menghasilkan penurunan kecepatan aliran, yang mengurangi kemampuan aliran untuk mengangkut sedimen. Akibatnya, sedimen menetes keluar dari aliran dan deposit air. Seiring waktu, proses ini akan membangun saluran tunggal lobus delta, mendorong mulutnya ke dalam genangan air. Sebagai kemajuan lobus delta, gradien dari saluran sungai menjadi lebih rendah karena saluran sungai tetapi memiliki perubahan yang sama di ketinggian. Sebagai kemiringan saluran sungai menurun, menjadi tidak stabil karena dua alasan.

BACA JUGA:  Memahami Rumus Peluang

Syarta-syarat Delta
Ada beberapa syarat yang menjadi dasar terbentuknya delta yaitu:

1. Arus sungai pada bagian muara memiliki kecepatan minimum atau rendah.
2. Jumlah material/bahan erosi yang dibawa sungai harus cukup banyak.
3. Laut pada daerah muara memiliki ombak yang tenang tidak besar.
4. Morfologi pantai relatif landai.
5. Tidak ada aktifitas tektonik yang besar di sekitar lingkungan pengendapan.
6. Bahan hasil sedimentasi tidak terpengaruh aktifitas laut.

Delta memperlihatkan banyak macamnya dalam bentuk dan lekuk. Pada puncak delta, saluran sungai terbagi dalam beberapa cabang – cabang yang menyebar dan disebut distribution yang melintang pada permukaan delta melepaskan endapan pada ujung delta. Beberapa delta mempunyai kenampakan seperti kipas alluvial, tetapi berbeda – beda satu sama lain, perbedan tersebut yaitu :

BACA JUGA:  Langkah-langkah Metode Ilmiah

1. Pengendapan pada delta disebabkan oleh pengurangan kecepatan aliran yang masuk ke dalam air laut yang tetap (laut atau danau)
2. Perluasan delta secara vertikal terbatas, air the base level merupakan dari pertumbuhan ke atas.
3. Kemiringan permukaan delta dapat diketahui lebih datar daripada besar kipas alluvial.

Jenis-jenis Delta
Delta mempunyai bentuk bermacam–macam, yaitu sungai stadium muda dan dewasa.

1. Sungai stadium muda
Ciri-ciri sungai stadium muda adalah
a. Penampang melintang lembah berbentuk v,
b. Banyak mempunyai erosi basis sementara,
c. Daya angkut aliran besar,
d. Lebar bawah lembah sama dengan lebar saluran sungai, dan
e. Dasar lembah belum rata.

BACA JUGA:  Landasan Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat di Indonesia

2. Sungai stadium dewasa
Ciri-ciri sungai stadium dewasa adalah
a. Gradien lebih kecil,
b. Erosi lateral atau ke samping,
c. Mengalami pendataran dasar sungai,
d. Lembah membentuk huruf u,
e. Terdapat dataran banjir (flood plain) dan kelokan (meander), serta
f. Sudah tidak ada erosi dasar.

Unsur-unsur Dasar Delta
1. Sungai, sebagai sarana pengangkut material
2. Distributary Channel
3. Delta Plain, Bagian delta yang berada di daratan, umumnya merupakan rawa-rawa.
4. Delta Front / Delta Slope, bagian delta yang berada di depan delta plain, dan merupakan laut dangkal.
5. Pro delta, bagian terdepan dari delta yang menuju ke laut lepas.