Apa yang Dimaksud dengan Analogi?

Loading...

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi di mana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.

Dalam pengertian umum, analogi adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan terhadap gejala khusus dengan membandingkan atau mengumpakan suatu objek yang sudah teridentifikasi secara jelas terhadap objek yang dianalogikan sampai dengan kesimpulan yang berlaku umum. Sebagai suatu proses penalaran, analogi menurunkan suatu kesimpulan berdasarkan kesamaan aktual antara dua hal. Penarikan simpulan dengan cara analogi berasumsi bahwa jika dua hal memiliki beberapa kesamaan, aspek lain pun memiliki kesamaan. Dari pemahaman ini, analogi bertujuan untuk meramalkan kesamaan, mengungkapkan kekeliruan, dan menyusun sebuah klasifikasi.

Tujuan Analogi
Tujuan penggunaan analogi adalah untuk membantu seseorang menambah dan mempercepatkan kefahaman tentang sesuatu perkara. Analogi juga dapat membantu seseorang menjustifikasikan rumusan yang dibuat berdasarkan persefahaman antara satu objek dengan yang lain. Penggunaan analogi juga dapat membantu menonjolkan ciri am yang terdapat pada objek-objek tertentu.

BACA JUGA:  Jelaskan Secara Singkat Bubarnya VOC!

Contoh Analogi
Contoh analogi, misalnya manusia tidak suka diganggu dan diancam keselamatannya. Mengingat binatang juga mempunyai sifat yang secara relatif sama dengan manusia, setelah kita bandingkan, kita dapat menyimpulkan bahwa binatang juga tidak mau diganggu, apalagi diancam keselamatannya. Bedanya, binatang menggunakan naluri untuk mengetahui dan menghadapi bahaya yang mengancamnya, sedangkan manusia menggunakan kemampuan berpikirnya.

Contoh lain dari analogi
kurus macam lidi.
Mukanya bujur macam telur.
Bangunan di Bandaraya Kuala Lumpur tumbuh macam cendawan selepas hujan.
Kanak-kanak itu lapar seperti anak burung yang kehilangan ibu.
Guru itu garang macam harimau.

Selain analogi, ada juga paragraf analogi. Paragraf analogi adalah paragraf yang membandingkan suatu objek dengan sobjek lain dalam hal tertentu kemudian disimpulkan di akhir paragraf. Kalimat di awal paragraf memaparkan hal-hal yang menjadi topik pembicaraan, Kemudian kalimat-kalimat berikutnya membandingkan letak persamaan yang dimiliki oleh dua hal yang berbeda. Selanjutnya persamaan dari objek-objek tersebut disimpulkan pada akhir kalimat.

BACA JUGA:  Keanekaragaman Jenis dan Penyebaran Kura-kura

Ciri-ciri Paragraf Analogi
Berikut ini kita akan belajar tentang bagaimana ciri-ciri dari paragraf analogi, supaya kita dapat dengan mudah mengidentifikasikan paragraf tersebut. Ciri-ciri paragraf analogi:

1. Dalam Paragraf analogi hanya membandingkan dua hal yang berbeda namun secara esensial memiliki tingkat kesetaraan yang sama berupa peristiwa, keadaan dan lain-lain.
2. Dalam paragraf analogi biasanya berupa kalimat-kalimat penjelas yang menggambarkan persamaan dalam hal esensi cerita dari dua hal yang berbeda.
3. Dalam paragraf analogi memiliki gagasan utama yang terletak di akhir paragraf yang bersifat menyimpulkan dari dua hal yang sebelumnya telah dibandingkan atau dianalogikan.

Contoh Paragraf Analogi

Contoh 1 :
Sebuah kendi akan mengeluarkan isi dari kendi tersebut. Isinya bisa berupa air putih, susu, madu, atau jenis minuman yang lain. Apapun jenis minuman dalam kendi itu, tak ada yang tahu sampai isi dalam kendi tersebut dituangkan ke dalam gelas. Begitu pula dengan manusia, suatu perkataan yang keluar dari lisan sesorang menggambarkan bagaimana kepribadian orang tersebut. Tak ada yang tahu bagaimana kepribadian seseorang selama ia tidak mengeluarkan isi dari hati dan pikirannya. Seseorang yang berkepribadian yang baik, ia hanya akan mengeluarkan kata-kata yang baik, bermanfaat dan tidak sia-sia. Sebaliknya seseorang memiliki kepribadian buruk, yang keluar dari lisannya bisa berupa umpatan, kata-kata kasar, dan yang lainnya. Meskipun banyak diantara manusia yang buruk berusaha menyembunyikan sifat aslinya dengan berpura-pura baik, namun hal itu tak akan bertahan lama. Pasti akan ketahuan sifat aslinya, karena kendi hanya mengeluarkan isi dari dalam kendi tersebut. Lisan merupakan cerminan dari isi hati dan pikiran manusia.

BACA JUGA:  Bagaimana Cara Sunan Bonan Berdakwah?