Apa Itu Homo Economius?

Loading...

ASTALOG.COM – Ekonomi atau Oikonomi berasal dari kata Oikos yang berarti rumah tangga dan Nomos yang berarti mengatur. Jadi, Ekonomi adalah mengatur rumah tangga.

Sumber dayanya yaitu :
1. Alam/buatan.
2. Manusia.
3. Modal.
4. Kewirausahaan barang dan jasa.

Manusia sebagai makhluk ekonomi adalah Homo Economicus yang artinya keinginan manusia akan barang dan jasa untuk memiliki kebutuuhan dalam rangka mencapai kemakmuran.

Barang adalah alat pemuas yang bisa dilihat, diraba, maupun dipegang. Jasa adalah alat pemuas kebutuhan yang tidak bisa dilihat, diraba, maupun dipegang, tetapai dapat dirasakan.
Makmur adalah dapat memenuhi sebagian besar kebutuhannya.

Dalam ekonomi manusia dianggap selalu ingin mencapai kepuasan yang maksimal dengan uang yg di miliki seorang pedagang misalkan ingin mencaapi laba yang maksimal dengan modal yang sdi milikinya seoarang pembeli ingin membeli barang yang berkualitas dengan uang yang di milikinya
Perilaku seperti itu memunculkan anggapan bahwa pada hakekatnya manusia itu adalah makluk ekonomi atau homo economicus , sebagai homo ekonomicus manusia selalu dianggap bertindak secara rasional memiliki informasi laengkap mengenai kehidupan dan selau mengoptimalkan tuhuan dalam perilaku ekonomi sehari hari .

BACA JUGA:  Aspek-aspek dalam Pembangunan Berkelanjutan

Ciri-ciri Homo Economicus
Berikut beberapa ciri dari Homo Economicus antara lain:

1. Selalu bertindak secara rasional dengan mempertimbangkan antara pengorbanan dengan hasil yang diperoleh.
2. Memiliki rasa ketidakpuasan yang tidak terbatas.
3. Selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dengan menjunjung norma agama, adat istiadat, dan norma yang berlaku di masyarakat.
4. Bertindak berdasarkan dorongan pada kepentingan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya secara efisien.
5. Cenderung memilih suatu kegiatan/aktivitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang diinginkan.

Faktor-faktor Homo Economicus
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan Homo Economicus:
1. Tempat tinggal
2. Pendidikan
3. Usia
4. Kemajuan ilmu pengtahuan dan teknologi
5. Tingkat pendapatan
6. Status sosial
7. Perbedaan Selera
8. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tersedia

BACA JUGA:  Pengertian Pajak Reguler

Contoh Homo Economicus
1. Jarak sekolah Dani dari rumah tidak begitu jauh, tetapi kalau ditempuh dengan berjalan kaki akan melelahkan. Oleh karena itu, orang tua Dani selalu memberinya uang untuk ongkos angkutan umum. Namun, Dani berpikir lain. Ia memilih menggunakan sepeda untuk pergi dan pulang sekolah. Selain sehat, ia dapat menabung uang pemberian orang tuanya.

2. Bu Astuti seorang ibu rumah tangga. Ia memiliki banyak waktu luang di rumah. Untuk mengisi waktu luang itu, ia mempraktikkan keterampilan yang dipelajarinya saat masih gadis. Ia menjahit taplak meja, sarung bantal, dan seprai. Karena hasil jahitannya rapi dengan model-model yang cantik dan unik, karyanya disukai banyak orang sehingga laku dijual. Ia pun mendapat tambahan uang untuk biaya hidup rumah tangganya dari keuntungan yang diperoleh.

BACA JUGA:  Apa Contoh Industri Kecil?

3. Pak Widodo memiliki usaha toko kelontong untuk menghidupi keluarganya. Tokonya selalu buka lebih awal dan tutup lebih larut dibanding toko-toko lainnya. Pak Widodo berharap dengan waktu buka lebih lama, pembeli di tokonya juga akan lebih banyak.