Peran Indonesia dalam KAA

ASTALOG.COM – Pada pembukaan Undang-undang dasar 1945 alenia IV yang menyebutkan, bahwa bangsa Indonesia ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dan keamanan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, keamanan negara dan keadilan sosial. Kalimat tersebut menjadi tonggak landasan politik luar negeri Bebas Aktif.

Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 29 negara termasuk 5 negara pengundang. Ke-24 negara yang diundang adalah 19 negara Asia dan 5 negara Afrika. Hasil dan keputusan yang dicapai dalam KAA, antara lain kerja sama bidang ekonomi, kebudayaan, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, serta memajukan perdamaian dunia. Hasil KAA yang paling mendasar adalah Dasasila Bandung.

Bebas artinya yaitu, bangsa Indonesia tidak memihak pada salah satuk blok (kekuatan). Sementara Aktif artinya yaitu, bangsa Indonesia berusaha sekuat-kuatnya untuk memelihara perdamaian dunia sesuai dengan cita-cita PBB.

Tujuan Konferensi Asia-Afrika
Tujuan diadakan Konferensi Asia-Afrika adalah sebagai berikut:

1. Menghapus diskriminasi ras dan kolonialisme.
2. Meninjau kedudukan Asia-Afrika serta rakyatnya, serta memberikan sumbangan untuk meningkatkan perdamaian dan kerja sama internasional.
3. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan kebudayaan dalam hubungan dengan negara-negara peserta.
4. Memperbesar peranan Asia-Afrika di dunia dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia.

Peran Indonesia Dalam Konferensi Asia-Afrika
Setelah perang dunia ke II selesai, muncul dua kekuatan yang saling bertentangan, yaitu blok barat dan blok timur. Sikap bangsa Indonesia terhadap adanya dua kekuatan tersebut tidak mau memihak salah satu blok. Sebagai warga negara penganut politik luar negeri bebas aktif, bangsa Indonesia mengambil jalan sendiri untuk tetap memelihara perdamaian dan meredakan, ketegangan dunia akibat perang dingin. Salah satu upaya bangsa Indonesia untuk memelihara perdamaian dunia adalah dengan menggalangkan persatuan dengan negara–negara di kawasan asia dan afrika. Bersama dengan negara lain, yaitu india, Pakistan, Sri Lanka dan Burma ( Myanmar ). Bangsa Indonesia diwakili oleh ali sastroamijoyo menjadi sponsor pelaksanaan konfersi asia afrika.

Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.

Dalam pelaksanaan KAA Indonesia berperan penting, karena selain menjadi tempat berlangsungnya Konferensi tersebut Indonesia juga salah satu negara yang ingin bangsanya hidup setara, maju di berbagai bidang dan tidak ingin tertindas oleh Negara barat, yang paling penting adalah mengutamakan kerjasama.

KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika. Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwikewarganegaraan. Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan diharuskan memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua, RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat. Berikut ini makna dan arti penting terselenggaranya KAA.