Apa yang Dimaksud Mad Layyin dan Berikan Contoh

ASTALOG.COM – Mad Layyin – Layyin artinya : lembut. Mad Lin (atau juga disebut Mad Layyin) adalah mad yang terjadi pada akhir bacaan (posisi waqof/berhenti membaca) dengan formula : Huruf Layyin + satu huruf (yang sebenarnya hidup, tapi dimatikan, karena ada di posisi waqof).

Menurut Bahasa Mad Artinya Panjang. Sedangkan Dalam Pengertian Ilmu Tajwid Mad Adalah Memanjangkan Bunyi Huruf Hijaiyah Karena Adanya Pertemuan Antara Huruf Hijaiyah Yang Berharakat Fathah Bertemu Dengan Alif Mati, Huruf Hijaiyah Berharakat Dhammah Bertemu Dengan Wau Mati, Dan Huruf Hijaiyah Berharakar Kasrah Bertemu Huruf Ya’ Mati. Huruf Mad Ada Tiga Yaitu Alif, Wau, Dan Ya’.

Huruf Layyin yaitu wawu dan ya mati sebelumnya berharakat fathah, [ ـَ وْ / ـَ يْ]

Contoh Mad Layyin :
سَوْفَ ..dibaca سَوْفْ ~ sauuuuf
خَوْفٌ ..dibaca خَوْفْ ~ khauuuuf
بَيْتٌ …..dibaca بَيْتْ ~ baiiiit
شَيْءٍ ..dibaca شَيْءْ ~ syaiiii’

Mad Layyin atau disebut juga Mad Lin hanya terjadi pada akhir bacaan (posisi waqof) yang berformula tersebut di atas. Mad Lin tidak mungkin terjadi di awal/tengah bacaan. Durasi yang diperkenankan untuk Mad Lin adalah 2, atau 4 atau 6 ketukan.

Mana yang kita pilih? Intinya adalah bukan pada pilihan 2, 4 atau 6 ketukan, tetapi pada ke-konsisten-an kita dalam mempraktekkannya. Misalnya, jika kita memilih membaca Mad Layyin dengan 4 ketukan, maka kita harus konsisten mempraktekkannya pada semua akhir bacaan yang berformula mad ini.

Cara Membaca Mad Layyin
Dengan asumsi panjang Mad Lin adalah 4 ketukan, maka cara membaca Mad Lin adalah sebagai berikut :

1. Boleh 1 alif atau 2 harakat
2. Boleh 2 alif atau 4 harakat
3. Boleh 3 alif atau 6 harakat

Panjang ketukan dari bunyi “roisy” adalah 4 ketukan, yaitu dari bunyi “ro” pada ketukan ke-8 hingga bunyi “..sy” pada ketukan ke-11. Karena itu, praktek pembacaan Mad Lin adalah :
Ketukan ke-8 berbunyi “ro”. Bunyi “i” dimulai pada ketukan ke-9. Pertahankan bunyi “i” hingga ketukan ke-11, sehingga bunyi “roi” akan bersambung dengan bunyi “sy”. Jadi yang terdengar panjang adalah suara “i”-nya. Kira-kira, kalau satu huruf “i” mewakili satu ketukan, bunyi lengkap contoh di atas adalah “li-iilaafiquroiiisy”. Bunyi “..sy” pada ketukan ke-11 akan menghilang berbarengan dengan jatuhnya ketukan ke-12.

Perhatian :
Pada contoh di atas, “i” pada bunyi “roi” diucapkan secara halus, tersambung dengan bunyi “o” sehingga menjadi “oi”. Bunyi “i” tidak diucapkan sebagai konsonan yang mandiri, sehingga membaca secara terpotong “ro-iiisy” adalah salah. Pembacaan yang benar, adalah menggabungkan “oi” menjadi satu, yaitu bunyi “oi” terdengan halus.Saran :Agar bacaan terdengar bagus, sebaiknya, panjang Mad Lin disamakan dengan panjang Mad ‘Aridl Lissukuun, sehingga menjadi singkron. Bila Mad ‘Aridl Lissukuun dibaca dengan durasi 4 ketukan, maka Mad Lin sebaiknya juga 4 ketukan.(Belajar Tajwid)

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين