Planet yang Tidak Memiliki Satelit

ASTALOG.COM – Semua planet-planet mengelilingi Matahari sebagai pusatnya. Setiap planet mempunyai lintasan yang berbeda. Lintasan-lintasan planet merupakan bidang-bidang berbentuk elips. Hampir semua planet memiliki satelit, yang tidak mempunyai satelit hanyalah planet Merkurius dan Venus.

Awalnya, planet-planet pada tata surya terhitung sembilan buah, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Pluto. Tetapi sekarang hanya terhitung delapan planet di tata surya, karena Pluto tidak termasuk dalam criteria planet. Pluto dikategorikan sebagai planet kerdil (dwarf planet).

Menurut para astronom, ada beberapa cara sebuah planet bisa memiliki satelit pengiring. Pada saat awal pembentukan Tata Surya, planet mengakresi materi untuk bisa memiliki massa yang cukup untuk menjadi sebuah planet. Nah, diyakini kalau satelit itu merupakan materi yang tidak berhasil diakresi oleh si planet, tapi materi tersebut tetap berada dalam pengaruh gravitasi planet yang baru saja terbentuk.

Sebuah planet juga bisa memperoleh satelit dengan menangkap sebuah obyek dalam hal ini asteroid atau komet yang kemudian terperangkap dalam pengaruh gravitasi si planet. Contohnya adalah satelit Phobos dan Deimos yang adalah asteroid ditangkap Mars.

Dan cara terakhir sebuah planet bisa memiliki satelit adalah lewat tabrakan antara planet dengan obyek lain, dimana sisa tumbukan yang terjadi kemudian terperangkap dalam gravitasi planet dan mulai mengorbit planet tersebut. DIyakini, lewat tabrakan inilah Bumi bisa memiliki Bulan sebagai satelitnya. Diyakini bahwa Bumi pernah ditabrak oleh sebuah obyek sebesar Mars beberapa milyar tahun lalu. Saat terjadi tumbukan ada materi yang kemudian terlontarterperangkap dalam gravitasi Bumi. Materi yang terlontar itu kemudian bergabung dan membentuk obyek yang kemudian kita kenal dengan nama Bulan.

Zona di Merkurius dan Venus dimana satelit bisa memiliki orbit yang stabil selama milyaran tahun sangatlah tipis sehingga sulit bagi keduanya untuk mempertahankan keberadaan satelit dalam jangka waktu lama. Bahkan untuk bisa menang melawan pengaruh Matahari pun sulit. Singkat cerita, kalau ada satelit di kedua planet ini maka satelit-satelitnya sudah terlebih dulu ditangkap Matahari.

Merkurius
Merupakan planet dalam dan memiliki jarak paling dekat dengan Matahari yaitu 0,39 SA atau 58 juta km. Engolasi terbesarnya adalah 28° baik Barat maupun Timur. Berdiameter sebesar 4.878 km. Masa revolusi planet ini adalah 88 hari dan rotasinya 15 jam.Suhu permukaan Merkurius pada siang hari dapat mencapai 350°C dan pada malam hari -170°C. Massa planet Merkurius paling kecil di antara planet-planet lainnya di tata surya, yaitu 0,06 massa Bumi dan tidak ada lapisan udara yang menyelimutinya. Merkurius menyeberangi Matahari sebanyak 3 kali dalam setahun. Gravitasi di planet ini tercatat 0,38 kali gravitasi di Bumi. Planet ini tidak mempunyai bulan atau satelit maupun cincin. Merkurius tidak memiliki atmosfer sama sekali, temperaturnya panas, permukaannya kasar dan berkawah.

Venus
Sebutan lainnya adalah “bintang kejora” atau “sahara”. Planet ini paling dekat dengan Bumi dengan jarak 0,72 SA atau kira-kira 180 km. Sudut engolasinya sebesar 48°. Diameternya 12.104 km dengan massa 0,82 kali massa Bumi. Gravitasi Venus sebesar 0,88 kali gravitasi di Bumi. Rotasi planet ini berlawanan dengan Bumi. Lama revolusinya adalah 224,7 hari dengan periode rotasi 243 hari. Temperatur permukaannya sebesar 480°C. Permukaan Venus tertutup oleh awan tebal yang mengandung asam sulfat dan hujannya merupakan cairan paling merusak dalam tata surya. Atmosfer Venus mengandung CO2 dengan tekanan udara 20 kali lipat tekanan udara di Bumi. Planet Venus tidak mempunyai satelit, bulan, mau pun cincin.