Bagaimanakah Ciri-ciri dari Lapisan Eksosfer?

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya zodiakal.

Lapisan atmosfer tertinggi bumi adalah eksosfer yang berada pada ketinggian 400 km dari permukaan bumi kita. Suhu pada lapisan ini sudah sangat dingin. Materi-materi gas juga sudah sangat sedikit karena berbatasan dengan luar angkasa yang hampa udara. Sebutan lain dara eksosfer adalah ruang antar planet karena letaknya yang berseberangan dengan luar angkasa. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk pengorbitan satelit dan melindungi bumi dari meteor.

Pengaruh gaya berat pada lapisan ini sangat kecil sehingga benturan-benturan di udara jarang terjadi. Butiran-butiran gas pada lapisan ini berangsur-angsur meloloskan diri ke angkasa luar sehingga lapisan ini juga dinamakan disipasisfer atau ruang antar planet dangeostasioner

Ciri-ciri Lapisan Eksosfer
1. Ketinggian sekitar lebih dari 800 km
2. Lapisan atmosfer paling luar sehingga pengaruh gaya gravitasi sangat kecil
3. Kandungan gas-gas atmosfer juga sangat rendah

Lapisan Eksosfer
Lapisan eksosfer memiliki sifat :

1. Eksosfer lapisan atmosfer kelima, terletak pada ketinggian 500-1000 km dari permukaan bumi.
2. Lapisan ini merupakan lapisan paling panas.
3. Molekul debu dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.
4. Lapisan ini disebut juga ruang antarplanet dan geostasioner
5. Lapisan ini sangat berbahaya karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
6. Suhu lapisan eksosfer -57°C.

Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang berada pada ketinggian di atas 500 Km dari permukaan bumi, merupakan lapisan paling luar dari atmosfer bumi yang menyatu dengan ruang hampa udara di angkasa luar. Batas atas lapisan ini adalah ruang antar planet. Pada lapisan ini molekul udara sudah sangat langka. Hal ini memungkinkan terlepasnya partikel-partikel netral terhadap pengaruh gravitasi bumi. merefleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritic

Lebih tinggi lagi, di atas ionosfer, ada eksosfer. Tidak ada batas yang jelas setelah ionosfer, udara menjadi semakin tipis dan tipis hingga pada akhirnya hampa sepenuhnya dari udara. Daerah inilah eksosfer, daerah transisi antara langit dan antariksa.

Lapisan atmosfer di mana molekul-molekul udara bebas dapat meninggalkan bumi disebut lapisan eksosfer.