Apa yang Dimaksud Kalender Syamsiah?

ASTALOG.COM – alam kehidupan masyarakat kalender mempunyai arti yang sangat penting. Karena banyak hal yang dilakukan masyarakat yang berkaitan dengan waktu. Dapat kita sadari sendiri tanpa adanya kalender pasti kita hanya berpedoman pada gejala alam yang terjadi. Seiring berkembangnya manusia dan ilmu pengetahuan, maka manusia memerlukan tanda yang lebih praktis dalam menentukan waktu. Dalam hal ini manusia berpikir untuk dapat menemukan suatu sistem yang teratur dan sistematik sehingga dalam menentukan waktu dapat lebih mudah dan efisien.

Manusia dengan segala keinginantahuannya mencari dan menggali setiap rahasia yang terkandung di alam ini yang menjadi modal dasar/intelektual yang dimilikinya. Kemudian sejalan dengan hal tersebut, Allah SWT memberikan petunjuk seperti pada petikan ayat di bawah yang menjadi kunci untuk membuka rahasia itu.

Sudah sejak ribuan tahun yang lalu manusia memerlukan perhitungan penanggalan (kalender) dan mereka sudah memiliki cara-cara untuk melakukan hal itu. Para petani sejak dulu telah mempelajari bahwa setiap waktu untuk memulai pembibitan atau saat menuai tanaman selalu tergantung pada musim yang berganti secara tetap.

Penyelidikan yang mereka lakukan terhadap musim-musim tersebut kemudian memunculkan pemikiran tentang pentingnya menetapkan perhitungan penanggalan. Perhitungan berdasarkan musim ini mengantarkan mereka pada sistim penanggalan matahari (kalender Syamsiyah).

Pengertian Kalender Syamsiah
Penanggalan Masehi atau Syamsiah adalah salah satu dari 3 jenis kalender yang dihitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi). Satu tahun dalam kalender masehi adalah lamanya bumi mengelilingi matahari yaitu 365,25 hari. Empat kali 0,25 hari digabung menjadi satu hari. Oleh karena itu setiap 4 tahun sekalai dalam satu tahun ada 366 hari. Tahun dengan jumlah hari 366 disebut dengan tahun kabisat. Tambahan satu hari pada tahun kabisat ditempatkan di bulan Pebruari. Dengan demikian pada tahun kabisat jumlah hari di bulan Pebruari ada 29 hari.

Pada kalender solar pergantian hari berlangsung tengah malam (midnight) dan awal setiap bulan (tanggal satu) tidak tergantung pada posisi bulan. Adapun pada kalender lunar dan lunisolar pergantian hari terjadi ketika matahari terbenam (sunset) dan awal setiap bulan adalah saat konjungsi (Imlek, Saka, dan Buddha) atau saat munculnya hilal (Hijriyah, Jawa, dan Yahudi).

Perbedaan Tahun Syamsiyah dengan Tahun Qomariyah
Selain tahun syamsiah, ada juga tahun qomariah. Keduanya memiliki perbedaan. Berikut beberapa perbedaan dari kedua kalender tersebut.

1. Perhitungan Tahun Syamsiyah berdasarkan perjalanan matahari, qomariyah berdasarkan perjalanan bulan
2. Perhitungan Hari Syamsiyah dimulai jam 0 tengah malam, sedangkan qomariyah matahari terbenam
3. Perhitungan Tahun Syamsiyah pernah mengalami koreksi 13 hari dengan rincian ; 10 hari Ralat GREGORIAN ditambah kesalahan 1 hari di abad 17, 18 dan 19. Hal itu terjadi karena penyesuaian MUSIM bukan berdasarkan kelahiran Isa Almasih. Karena jika berdasarkan kelahiran Isa Almasih, maka koreksi 13 hari itu telah merubahnya.

Sedangkan Tahun Qomariyah terhitung mulai Nabi Hijrah pada hari Kamis tgl 15 Juli 622 Syamsiyah, tidak ada perobahan sejak dahulu karena penentuan bulanannya sangat mudah karena ditandai oleh hilal.