Dimanakah ditemukan Homo Africanus?

ASTALOG.COM – Manusia Purba adalah jenis manusia yang hidup di jaman prasejarah yang diperkirakan hidup di bumi sekitar 4 juta tahun lalu. Kehadiran manusia purba dapat dirasakan karena ditemukannya fosil dan artefak manusia purba berupa tulang belulang manusia purba, hewan dan tumbuhan yang sudah membantu, dan artefak yang berupa perlengkapan dan peralatan kehidupan manusia purba sebagai hasil produk kebudayaannya.

Manusia purba yang sudah pernah hidup di Indonesia mengacu dari temuan fosil yang ada telah bisa dibedakan atas beberapa jenis yakni Meganthropus (manusia raksasa), Pithecanthropus (Manusia Kera), dan Homo. Manusia yang berjenis Meganthropus adalah jenis manusia purba yang sangat primitif. Sementara itu, yang paling mendekati bentuk dari manusia sekarang.

Indonesia itu termasuk merupakan salah satu negara yang banyak ditemukan artefak dan fosil manusia purba. Ilmu bantu sejarah untuk dapat meneliti seperti apa fosil manusia, hewan dan tumbuhan purba. Selain itu, ada juga jenis manusia purba yang terdapat di luar Indonesia, salah satunya Homo Rhodesiensis.

Penemu dari Homo Rhodesiensis
Homo rhodesiensis adalah spesies hominin yang dideskripsikan dari fosil Manusia Rhodesian. Sisa fosil mereka berusia 300.000 hingga 125.000 tahun yang lalu pada zaman Pleistosen.

Homo rhodesiensis pertama kali ditemukanoleh Tom Zwigglar, seorang penambang timah di Gua Broken Hill, Rhodesia (Zimbabwe) tahun 1921. Manusia purba yang ditemukan di afrika ini disebut Homo Africanus yang berarti “manusia dari Afrika”.

Fosilnya ditemukan oleh Reymond Dart. Fosil ini ditemukan di dekat sebuah pertambangan Taung Bostwana, tahun 1924 yang diperkirakan berusia 5-6 tahun. Selanjutnya, Robert Broom menemukan fosil serupa yang berupa tengkorak orang dewasa di tempat yang sama.

Ditemukan di Pleistosenatas (Pleistosen) adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu. Namanya berasal dari bahasa yunani πλεῖστος (pleistos, “paling”) dan καινός (kainos, “baru”) dan berusia paling muda.

Ciri-ciri Homo Africanus
Berikut beberapa ciri dari homo africanus, antara lain:

1. Volume otaknya sama dengan Apes (435-530 cm3).
2.Beberapa bagian posorbital terdesak.
3. Gigi geraham depan bagian bawah mempunyai dua puncak. Barisan gigi rata.
4. Tangannya relatif panjang.
5. Tulang jari-jarinya agak melengkung, rata-rata jari-jarinya panjang seperti pada manusia.

Selain dari Homo Africanus, ada beberapa nama manusia purba yang terdapat diluar Indonesia, antara lain:

1. Australopithecus Africanus
Fosil manusia jenis ini ditemukan didaerah Taung, dekat Vryburg di Afrika selatan oleh Raymond Dart di tahun 1924, diprediksi dari hasil stratisgrafi berada pada tahun 2-3 juta tahun yang lalu.

2. Sinanthropus Pekinensis
Fosil manusia purba jenis dapat ditemukan di area gua Choukoutien, peking atau Beijing, RRC. Ditemukan oleh Davidson Black di tahun 1927. Jenis ini termasuk homo sapiens tapi sering kali disebut homo pekinensis.

3. Homo Neanderthalensis
Fosilnya ditemukan dilembah sungai Neander, dekat Dusseldorf, Jerman oleh Rudolf Virchow, ciri-cirinya memiliki kedekatan dengan homo wajakensis.

4. Homo Cro magnon
Fosil yang satu ini ditemukan di area gua Cro-magnon, dekat lez eyzies, disebelah barat daya Perancis. Fosilnya pertama kali ditemukan di tahun 1868 dan ciri-cirinya mendekati ciri-ciri manusia modern.