Apa Pengertian Urbanisasi?

ASTALOG.COM – Urbanisasi merupakan proses dimana adanya peningkatan proporsi penduduk yang tinggal diperkotaan.Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa kekota. Urbanisasi merupakan masalah yang cukup serius bagi kita semua.persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan dan lain sebagainya tentu adalah sesuatu masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya. Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal didaerah perkotaan.

Sosiologi Menurut Tokoh Sosiologi
Prof. Dr. Herlianto, ahli sosiologi Indonesia, mengatakan bahwa urbanisasi adalah suatu proses pertumbuhan daerah pertanian atau pedesaan menjadi perkotaan, bertumbuh dalam berbagai macam segi, misalnya, dalam segi keterampilan, gaya atau style, ekonomi, sehingga desa pun tumbuh menjadi perkotaan.

Penyebab Urbanisasi
Penyebab dari urbanisasi atau perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya daya tarik (pull factors) dari perkotaan dan daya dorong (push factors) dari perdesaan. Faktor Pendorong dari Desa:

Faktor pendorong dan desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut.
1. Terbatasnya kesempatan kerja atau lapangan kerja di desa.
2. Tanah pertanian di desa banyak yang sudah tidak subur atau mengalami kekeringan.
3. Kehidupan pedesaan lebih monoton (tetap/tidak berubah) daripada perkotaan.
4. Fasilitas kehidupan kurang tersedia dan tidak memadai.
5. Upah kerja di desa rendah.
6.Timbulnya bencana desa, seperti banjir, gempa bumi, kemarau panjang, dan wabah penyakit.

Faktor Penarik dari Kota
Faktor penarik dan kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi sebagai berikut.
1. Kesempatan kerja lebih banyak dibandingkan dengan di desa.
2. Upah kerja tinggi.
3. Tersedia beragam fasilitas kehidupan, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, rekreasi, dan pusat-pusat perbelanjaan.
4. Kota sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Terjadinya urbanisasi membawa dampak positil dan negatif, baik bagi desa yang ditinggalkan, maupun bagi kota yang dihuni.

Dampak Positif Urbanisasi
Dampak positif urbanisasi bagi desa (daerah asal) sebagai berikut.

1. Meningkatnya kesejahteraan penduduk melalui kiriman uang dan hasil pekerjaan di kota.
2. Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan dikota.
3. Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk.
4. Mengurangi jumlah pengangguran di pedesaan.

Dampak Negatif Urbanisasi
Adapun dampak negatif urbanisasi bagi desa sebagai berikut:

1. Desa kekurangan tenaga kerja untuk mengolah pertanian.
2. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat sering ditularkan dan kehidupan kota.
3. Desa banyak kehilangan penduduk yang berkualitas.

Penanggulangan Urbanisasi
Urbanisasi tidak bisa dicegah dan ditanggulangi selama disparitas pembangunan antar daerah terutama antara perkotaan dan pedesaan masih terjadi. Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat urbanisasi, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang orientasinya adalah membangun daerah pedesaan dengan menciptakan lapangan kerja serta perputaran ekonomi yang tinggi di daerah pedesaan untuk meratakan pembangunan. Program-program yang dapat diintensifkan seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) pedesaan yang di prioritaskan untuk kewirausahaan dan pembangunan ekonomi jangka panjang sehingga masyarakat desa tidak tertarik lagi untuk pindah ke perkotaan dan memilih untuk membangun desanya. Selain itu juga dapat dilakukan dengan pemberikan dana bantuan untuk pembangunan desa atau mungkin dengan menyamaratakan upah minimum regional antara perkotaan dan pedesaan seperti yang sudah dilakukan Jepang.