Kaum Muhajirin Adalah

Loading...

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Muhajirin (bahasa Arab: المهاجرون; bahasa Indonesia: para imigran) adalah sebutan untuk para pengikut Nabi Muhammad yang hijrah meninggalkan Mekkah, dalam rangka menjaga keimanan mereka dan menyelamatkan diri dari penindasan penduduk Mekkah, yang menentang dakwah Islam di kota tersebut. Kaum Muhajirin sempat melakukan hijrah ke dua tempat, yang pertama kali ke Habsyah, dan yang terakhir ke Madinah.

Di Madinah, Nabi Muhammad mempersaudarakan Muhajirin dengan Anshar, yaitu penduduk Madinah yang telah memeluk agama Islam. Bersama-sama mereka membentuk masyarakat dan pemerintahan yang Islami, yang kokoh mendukung Nabi Muhammad dalam upaya penyebaran agama Islam ke seluruh jazirah Arabia.

Masa hijrah kaum Muhajirin berawal pada tahun 7 SH (613 M), dan berakhir setelah ditaklukkannya Mekkah oleh kaum Muslim pada tahun 8 H (629 M). Setelah peristiwa penaklukan tersebut, mereka yang berhijrah ke Madinah tidak lagi disebut kaum Muhajirin.

Dalam sejarahnya, kaum muslimin pernah hijrah sebanyak dua kali. Hijrah yang pertama kali dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke Abbessinia atau Habsyi (sekarang Negara Ethiopia). Hal tersebut terjadi karena para pengikut Nabi Muhammad saw terutama yang baru masuk agama Islam selalu mendapat siksaan dari kaum kafir Quraisy. Hijrah pertama dilakukan pada bulanRajab 615 M. pada waktu itu 14 orang (10 laki-laki dan 4 perempuan). Mereka yang berangkat antara lain Usman bin Affan bersama istrinya, Ruqayyah binti Muhammad, Abu Hudzaifah bin Uthbah bersama istrinya, Sahlah, Zubair bin Awwam, Mus’ab bin Umair, Abdur Rahman bin Auf, Abu Salamah al Makhzum bersama istrinya, Ummu Salamah, Usman bin Maz’un, dan Abdullah bin Mas’ud. Keterangan lain menyebutkan bahwa jumlah kaum Muslimin yang hijrah ke Habsyi mencapai 100 orang karena beberapa orang lagi menyusul termasuk di dalamnya Ja’far bin Abi Talib.

BACA JUGA:  Latar Belakang Lahirnya Agama Buddha

Para kaum Muhajirin tersebut diterima baik oleh raja Abbessinia bernama Najasyi, yang beragama Nasrani. Pada awalnya kaum kafir Quraisy meminta kepada raja Najasyi agar mengembalikan kaum Muhajirin ke Mekkah. Namun, permintaan itu ditolak karena raja Najasyi mengetahui bahwa para Muhajirin dalah orang-orang yang memeluk Islam atas dasar kemauan sendiri dan melakukan segala perbuatan baik.

Peristiwa hijrah kedua dilakukan kaum Muhajirin bersama Nabi saw dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M. dalam hijrah ini, ada kaum muslimin yang berangkat mendahului Nabi saw. Dan ada juga yang menyusul kemudian. Adapun yang berangkat bersama Nabi saw. Hanyalah Abu Bakar ash Shiddiq, lalu disusul Ali bin Abi Thalib.
Peristiwa hijrah ke Madinah diawali dengan pengucapan Baiat Aqabah I dan II oleh penduduk Madinah dari suku Aus dan Khajraj. Pada baiat Aqabah I penduduk Madinah mengakui kerasulan Muhammad saw. Dan berjanji untuk tidak menyekutukan Allah, tidak berzina, tidak mencuri serta tidak melakukan perbuatan tercela lainnya. Para penduduk Madinah juga berjanji taat kepada Nabi saw. Nabi Muhammad saw kemudian mengutus Mus’ab bin Umair menjadi pengajar sahabat di Madinah.

BACA JUGA:  Pengertian Hadist Fi'liyah

Pada tahun ke-12 Rasulullah saw menjadi nabi, datang lagi beberapa orang muslim Madinah untuk menunaikan haji ke Mekkah. Selain menunaikan ibadah haji, mereka juga mengundang Nabi saw untuk datang ke Madinah. Mereka berjanji untuk memberi perlindungan kepada Nabi saw. Hali inilah yang dikenal dengan Baiat Aqabah II.
Atas dasar perjanjian keamanan di dalam Baiat Aqabah II itulah Nabi Muhammad saw mengizinkan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah. Adapun kaum muslimin yang berhijrah berjumlah 200 orang. Orang yang pertama kali berangkat adalah Abu Salamah bersama istrinya dan Ummu Salamah. Selanjutnya diikuti oleh kaum muhajirin lainnya secara berangsur-angsur.

Nabi Muhammad saw hijrah tidak bersama rombongan yang berangka lebih dahulu. Nabi Muhammad hijrah setelah mendapat wahyu dari Allah SWT surah An Nisa ayat 75 tentang keharusan berperang di jalan Allah dan membela kaum lemah dan anak-anak.

BACA JUGA:  Rasul Yang Dilahirkan Tanpa Seorang Ayah

Setelah mendapat wahyu tersebut, Nabi Muhammad saw bersiap-siap hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Pada saat keberangkatan Nabi saw kaum kafir Quraisy mengepung rumahnya dengan maksud membunuhya. Akan tetapi, Nabi saw berhasil keluar dari kota Mekkah bersama Abu Bakar

ash Shiddiq. Dalam perjalan hijrahnya, Nabi saw dan Abu Bakar sempat bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari. Sesampainya di Madinah, Nabi saw dan Abu Bakar disambut dengan rasa rindu dan gembira masyarakat Madinah.

Di Madinah kaum muhajirin tidak memisahkan diri dari kaum ansar (penduduk asli Madinah) kaum Muhajirin dan Ansar bersatu untuk membantu perjuangan Nabi SAW. Dengan cara mempersaudarakan keduanya.