Penemuan Kompas

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah.

Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Pada abad kesembilan, orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan kemudian memperdagangkannya. Tetapi baru pada tahun 1877 orang Inggris, William Thomson, 1st Baron Kelvin(Lord Kelvin) membuat kompas yang dapat diterima oleh semua negara. Dengan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul dari deviasi magnetik karena meningkatnya penggunaan besi dalam arsitektur kapal.

Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati.

Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke arah barat laut.

Sejarah Penemuan Kompas
Kompas baru dikenal di Eropa setelah tahun 1150. Pada tahun 1190, seorang pria Inggris, Alexander Neckam menulis tentang penggunaan alat untuk memandu kapalnya. Seseorang di Perancis menemukan kompas jarum poros sekitar tahun 1240. Sebagai ganti penggantungan kompasnya, ia menyeimbangkanya dengan titik jarum sehingga jarum kompas terapung di air. Ia menyebutnya dengan jarum apung. Adalah seorang Italian yang menemukan nama “kompas”, sekitar tahun 1250. Kata tersebut berasal dari bahasa Italia n”Compassare” yang secara hafiah berarti “melangkah melingkar”, secara kiasan berarti “untuk mengukur atau memandu”.

Hanya ada peningkatan kecil dalam teknik kompas magnet pada tahun 1400 M. Yang telah berubah hanyalah pemahaman kita tentang gaya magnet dan medan magnet bumi. Satelit Global Positioning System (GPS) memperoleh dua popularitas dan penggunaanya 20 tahun yang lampau. GPS dengan jelas menunjukkan posisi anda berada, buka ke arah mana Anda pergi dari sini. Oleh karena itu, ekspedisi dengan teknologi canggih pun masih menggantungkan teknologi kompas yang sederhana.