Contoh Teks Eksplanasi Tentang Peristiwa Alam

Loading...

ASTALOG.COM – Teks eksplanasi adalah bentuk teks yang bertujuan untuk menjelaskan sebab akibat tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal, terutama yang berkaitan dengan fenomena alam. Teks ini dibangun oleh beberapa bagian, seperti pernyataan umum atau yang disebut juga dengan pembuka, isi, dan bagian interpretasi atau penutup. Teks eksplanasi yang kebanyakan dijumpai di berbagai bidang kajian diantaranya adalah tentang banjir, kebakaran, gempa bumi, dan lain sebagainya. Maka dari itu, berikut akan disajikan beberapa contoh teks eksplanasi terkait dengan fenomena alam.

Bagian-bagian pembangun atau struktur teks eksplanasi secara rinci dapat dijabarkan seperti berikut ini:

a. Pernyataan Umum/Pembukaan
Bagian pembuka berisi tentang pernyataan umum terhadaap tema atau topic yang diangkat, disini dijelaskan bagaimana proses terjadi atau terbentuknya sesuatu. Pembuka sebaiknya cukup singkat, jelas serta menarik, diharapkan mampu membuat para pembaca agar ingin terus melanjutkan bacaan teks secara mendetail.

b. Isi
Setelah pembuka, bagian berikutnya adalah isi. Pada bagian ini, diberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai proses keberadaan, proses terjadinya hal. Penjelasan proses pada bagian isi perlu dijabarkan secara bertahap.

BACA JUGA:  Apakah yang Dimaksud Pembuahan Internal?

c. Penutup
Penutup merupakan bagian terakhir yang mana berisi hal yang berupa kesimpulan atau ringkasan pernyataan mengenai topic yang telah dijelaskan pada bagian pembuka dan isi.

Contoh Teks Eksplanasi Pelangi
Pelangi adalah suatu busur spektrum besar yang timbul akibat terjadinya pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi juga termasuk gejala optic dan meteorology yang aman cahaya yang memiliki warna beragam, sejajar berdampingan, terlihat melengkung di langit ataukah medium lainnya. Sesaat setelah hujan ringan, bisanya pelangi akan muncul membentum busur dan ujungnya terarah kepada horizon. Anda juga bisa mendapati pelangi di sekitar air terjun yang jelas.

Fenomena alam pelangi ini, diikuti dengan efek cahaya lainnya dapat tampak pada langit karena disebabkan oleh cahaya yang membias dan menyimpang menjauhi partikel. Pada saat matahari mulai redup dan terbenam secara perlahan, maka langit akan memancarkan aura kemerahan karena sinar matahari lewat melalui atmosfer yang jauh lebih tebal jika dibandingkan dengan pada siang hari. Pada malam hari, atau ketika langit sedang mendung, pelangi tidak akan tampak. Ini terjadi sebab pelangi dihasilkan oleh pembiasan cahaya. Awalnya, cahaya matahari akan melewati sebuah tetes hujan, kemudian setelah itu, akan dibiaskan menuju tengah tetes hujan sehingga cahaya putih dan spektrum akan terpisah. Dan terbentuklah jejeran warna yang kita sebut pelangi.

BACA JUGA:  Sebutkan 3 Sungai yang Ada Di Riau

Contoh Teks Eksplanasi Gerhana Bulan
Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering kita jumpai. Peristiwa alam ini terjadi apabila bulan beroposisi dengan matahari. Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak akan selamanya menghasilkan peristiwa gerhana bulan. Mengapa? Sebab kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°. Akan ada saat dimana terjadi perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika, yang kemudian akan menyebabkan munculnya dua titik yang juga dikenal dengan istilah node. Nah, gerhana bulan akan terjadi apabila bulan beroposisi dengan titik nude tersebut. Dibutuhkan sekitar 29,53 hari sampai bulan bergerak dari satu titik ke titik oposisi lainnya.

Faktanya, ketika terjadi gerhana bulan, sebenarnya terkadang penampakan bulan masih dapat terlihat. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masih tersisa, berbelok menuju arah bulan oleh atmosfer bumi. Sinar matahari yang dibelokkan itu tentu memiliki spektrum cahaya kemerahan, yang merupakan alasan mengapa saat peristiwa gerhana bulan, tampilan bulan akan terlihat lebih gelap, biasanya berwarna merah gelap, jingga atau bahkan coklat.
Untuk mengamati gerhana bulan, dapat Anda lakukan dengan mata telanjang tanpa adanya bahaya sedikit pun. Pada saat terjadi gerhana bulan, umat Islam yang melihat dan mengamati peristiwa gerhana tersebut disunnahkan untuk melakukan salat gerhana (salat khusuf).

BACA JUGA:  Logam Lantanum

Ketika bayangan bumi menutupi sebagai atau seluruh penampang bulan, maka pada saat itulah akan terjadi gerhana bulan. Terutama ketika bumi menempati posisi di antara matahari dan bulan, dan berada pada satu garis lurus yang sama, yang kemudian membuat sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena dihalangi oleh posisi bumi saat itu.