Hadist Tentang Amal Shaleh

Loading...

ASTALOG.COM – Dari Abu Hurairah r.a ia brkata. “Rasulullah SAW. brsabda, ‘apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah Jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan kedua orang tuanya’ .” (H.R Muslim no. 3084)

Dunia adalah sarana bagi kita menuju hidup akhirat yang kekal dan bahagia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW. pernah bersabda yang artinya : “Dunia itu sebagai sawah ladang akhirat”Hadits trsebut mengandung maksud bahwa selama di dunia kita harus banyak beramal shaleh, semua amal shaleh yang dilakukan manusia di dunia akan terputus setelah meninggal dunia, kecuali 3 prkara, yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang brmanfaat, dan anak shaleh yang mendo’akan orangtuanya.

1. Sedekah Jariyah
sedekah jariyah adalah sedekah yang dapat membawa manfaat bagi banyak orang. Pahala sedekah Jariyah tidak akan terptus meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia selama sedekah itu masih dimnanfaatkan. Contoh Sedekah jariyah adalah menginfakkan harta bendanya, misalnya tanah atau bangunan untuk kepentingan umat, membangun sarana ibadah (Masjid), madrasah, membuat jalan, atau jembatan. sedekah tidak harus dalam jumlah banyak, sedekah dilakukan menurut kemampuan masing-masing , sekecil apapun sedekah itu asalkan ikhas. Allah SWT akan memberi balasan (Pahala. Allah SWT brfirman dalam surah Al-Zalzalah ayat 7 yang artinya “Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sebesar Zarrah, niscaya dia akan melihat (Balasan) nya.”

BACA JUGA:  Hadist Tentang Mengkafani Jenazah

Pada dasarnya, setiap manusia diperintahkan untuk brsedekah. Bersedekah tidak harus dilakukan dalam materi (harta benda). Sedekah dapat dilakukan dalam bentuk tenaga atau perbuatan. Rasulullah SAW brsabda yang artinya sebagai berikut : “setiap ruas tulang manusia itu disedekahi (oleh pemiliknya) setiap hari. berlaku adil di antara dua orang (yang sedang berselisih) merupakan sedekah, membantu orang yang hendak menaiki tunggangannya atau memuatkan barang ke punggungnya adalah sedekah, usapan yang baik adalah sedekah, dan menyingkirkan sesuatu yang membuat sakit orang dari jalan adalah juga sedekah.” (H.R. al-Bukhari dari Abu Hurairah no.2767)

2. Ilmu yang Bermanfaat
ilmu merupakan sarana penting dalam menunjang kehidupan. orang yang berilmu akan memperoleh penghargaan dari Allah SWT. dan manusia, Allah SWT. melaknat orang yang berilmu tetapi tidak mau menyebarluaskannya. Di ibaratkan seperti pohon tanpa buah. ilmu itu akan sia-sia. ilmu sangat penting bagi kehidupan manusia. dengan ilmu, manusia dapat memengembangkan potensi dirinya yang diberikan oleh Allah SWT. selain itu, ilmu juga dapat mengangkat manusia dari derajat yang tingggi. dalam surah Al-Mujadilah ayat 11, yang artinya

BACA JUGA:  Isi Pokok Surah Al-Fatihah

“………Niscaya Allah akan mengangkat(derajat) orang-orang yang beriman di antarmu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat……” (Q.S Al-Mujadilah/ 58 : 11)

orang yang berilmu akan mampu menangkap ayat-ayat Allah SWT. dengan demikian, ia pun akan mengakui kekuaaan Allah SWT. orang yang mampu membaca ayat ayat Allah SWT. akan menjadikan dirinya tunduk dan merasa kecil di hadapan-Nya. Allah SWT. berfirman dalam Qur’an surah Al-Fatir ayat 28 yang artinya

“………..di antara hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama (orang yang mengetahui kebesaran & kekuasaan Allah SWT)………” (Q.S. Al-Fatir/35:28)

dalam suatu Hadits, Rasulullah SAW. bersabda yang artinya sebagai berikut. “barangsiapa dikehendaki Allah dengan baik, dia akan memberikan kefahaman (Ilmu) kepadanya mengenai masalah agama.” (H.R. Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1719 dari Mu’awiyah) orang yang mau mengajarkan ilmu akan memperoleh pahala dari Allah SWT. selama ilmu itu masih dimanfaatkan orang, ia akan tetap mendapatkan pahala walaupun telah meninggal dunia. Misalnya. Mengajar atau mengarang sebuah buku atau kitab yang selanjutnya dibaca orang banyak selama buku itu masih tetap dibaca dan dimanfaatkan ia akan mendapat pahala.