Lokasi Jenazah Christopher Columbus

ASTALOG.COM – Christopher Columbus lahir di Genoa tahun 1451. Dia merupakan anak dari pasangan Domenico Colombo yang bekerja sebagai pengolah dan pedagang wool, dan Susanna Fontanarossa, putri seorang pedagang pakaian wool juga. Columbus sendiri adalah sulung dari lima bersaudara. Ia mempunyai tiga adik laki-laki, Bartholomew, Giovanni Pellegrino, dan Giacomo, serta adik perempuan, Bianchinetta.

Di tahun 1470-an keluarga Columbus pindah ke Savano. Selama di Savano, Columbus mengasah pengetahuannya tentang ilmu pemetaan. Columbus memang diketahui tak banyak mengenyam pendidikan formal. Namun paling tidak, Columbus pernah mengikuti sekolah di Serikat pekerja keahlian Italia, yang harus diikutinya sebagai anak pedagang wool. Di sanalah Columbus belajar membaca dan menulis.

Konon dia juga pernah bekerja sebagai pelayan di toko buku Genoese. Namun yang jelas, karena terlibat dalam usaha ayahnya sebagai pedagang itulah, Columbus akhirnya banyak berlayar ke tempat-tempat yang memiliki hubungan dagang dengan Genoa. Kecintaannya pada dunia maritim terus bekembang.

Kematian Christopher Columbus
Pada awalnya dia dimakamkan di kota Vigiadolid, Spanyol. Pada tahun 1537, tulang-tulangnya di pindahkan ke pulai Hispaniola, Karibi, sesuai dengan keinginannya. Namun ketika Spanyol kehilangan daerah tersebut ketika berperang dengan Perancis tahun 1795, jenazah Columbus di pindahkan ke Kuba dan menetap di sana samapi meletus perang antara Spanyol dengan Amerika. Dia akhirnya dikembalikan ke Sevilla, Spanyol pada tahun 1898.

Di akhir tahun 1505-an, kondisi kesehatan Columbus terlalu buruk untuk bisa berkelana lagi. Dia tinggal di kota Valladolid hingga ajal menjemputnya. Saat Columbus menghembuskan napas terakhirnya, kedua putranya, Bartholomew dan sahabat setianya, Diego Mendez, berada di sisinya.

Awalnya, jenazahnya dimakamkan di Valladolid. Tapi pada 1509, Diego, putranya, memindahkan jenazahnya ke biara Las Cuevas di Seville. Lokasi jenazah Columbus saat ini masih diperdebatkan. Dulu jenazahnya dipindahkan ke Amerika pada pertengahan abad ke-16, pertama ke Santo Domingo dan tahun 1795 ke Havana, Cuba. Menurut dugaan, jenazahnya lalu dibawa kembali ke Spanyol pada 1899, dimana akhirnya ditegaskan bahwa jenazahnya memang dimakamkan di Kathedral Seville.

Menuntut Hak dan Dihujat

Lama setelah kematian Columbus, keluarganya masih berjuang untuk memperoleh gelarnya yang pernah diberikan raja dan ratu Spanyol kembali padanya dan nama baiknya diperbaiki. Saat itu sempat beredar berbagai tuduhan buruk pada Columbus bahwa dia tak memenuhi kesepakatannya dengan pihak kerajaan Spanyol.

Yang dianggap keluarga Columbus merupakan ketidakadilan terbesar adalah bahwa Dunia baru yang ditemukan Columbus tidak pernah dinamai dengan nama Columbus. Penghargaan tersebut justru jatuh ke seorang Italia bernama Amerigo Vespucci dari kota Florence, yang antara lain menjelajah ke pesisir timur Amerika Selatan sekitar tahun 1500.

Malangnya lagi, di kemudian hari Columbus justru sering dihujat bahkan dianggap bertanggung jawab atas peristiwa perampokan, penganiayaan, penipuan, dan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi sejak ditemukannya Benua Amerika hingga kini.

Sejak ditemukannya Benua Amerika, masyarakat Indian yang merupakan penduduk asli memang menjadi kaum minoritas dan sering merasa ditindas hak-haknya oleh kaum kulit putih yang berimigrasi ke sana.

Di balik kesuksesannya, Columbus memang dianggap pembawa bencana. Namun jasanya sebagai penemu beberapa benua membuat namanya tetap dikenang sebagai penjelajah besar. Tak heran jika setiap tanggal 12 Oktober hingga kini dijadikan hari Columbus untuk mengenang jasa-jasanya.