Asal Mula Mesin Pembuat Kopi

Loading...

ASTALOG.COM – Mesin penyeduh kopi tenaga uap mulai dibuat pada abad ke-19, saat bangsa Eropa tengah gandrung pada kopi. Mesin ini diciptakan setelah banyaknya keluhan akan proses penyeduhan kopi gaya lama yang lambat. Dari berbagai jenis mesin yang diciptakan, mesin buatan Angelo Moriondo asal Italia menjadi mesin pertama yang dipatenkan yang menggabungkan teknik menyeduh dengan air dan uap. Akan tetapi, Luigi Bezzera menjadi orang yang menyempurnakan mesin tersebut dengan menambahkan elemen baru, seperti portafilter, sekaligus mengubahnya menjadi mesin espresso single shot yang pertama.

Bezzera kemudian membentuk kemitraan dengan Desiderio Pavoni untuk menyempurnakan mesin tersebut. Pavoni membeli hak patennya pada 1903. Pavoni menciptakan berbagai perubahan untuk menyempurnakan mesin tersebut, misalnya dengan menambahkan pipa bertekanan untuk menuangkan kopi tanpa harus membuat sang barista terkena cipratan kopi panas karena tekanan yang dilepaskan secara tiba-tiba. Istilah cafee espresso pun mulai mereka perkenalkan pada 1906, ketika mereka membawa mesin tersebut ke acara Milan Fair. Istilah “Mesin Espresso” menjadi semakin populer dan bentuk yang kemudian muncul semakin unik dan beragam.

Kemunculan Mesin Espresso Modern
Pada awal abad ke-20, listrik mulai populer dan mesin espresso berikutnya pun tak lagi menggunakan tenaga uap. Bentuk mesinnya pun semakin kecil dan ringan, terutama dengan mulai populernya gaya Art Deco. Kepopuleran mesin espresso Pavoni kemudian disaingi oleh Pier Teresio Arduino. Meski pada zamannya Arduino tak membuat mesin espresso sehebat Pavoni, namun Arduino memiliki kepandaian dalam hal pemasaran sehingga mesin espresso mulai dikenal di luar Italia. Dengan kata lain, berkat Arduinolah mesin espresso tersebar seantero Eropa.

BACA JUGA:  Pengertian Uretra

Mesin espresso pertama dipamerkan di sebuah pameran, General Expo, di Turin, pada tahun 1884. Angelo memamerkan penemuannya dan menerima medali perunggu dari pihak penyelenggara ketika itu. Mekanik yang membuat mesin itu sebenarnya adalah Martina, dan Angelo “hanyalah” desainernya.

Tujuh belas tahun kemudian, di tahun 1901, seorang pengusaha dari Milan yang bernama Luigi Bezzerra mengembangkan mesin espresso yang sudah ada. Luigi inilah yang kemudian (dan sampai hari ini) dikenal sebagai “Bapak Espresso” karena beliau dianggap sebagai Thomas Jefferson dan George Washington-nya revolusi espresso.

Perkembangan lebih modern dari mesin espresso kemudian ditandai dengan munculnya mesin yang mampu mengekstraksi kopi dengan tekanan di atas 2 bar tanpa membuat bubuk kopi “terbakar”, yaitu mesin espresso buatan Achille Gaggia, seorang pemilik kafe di Milan. Sebelum kemunculan mesin Gaggia ini, tekanan ekstraksi pada mesin espresso yang ada hanya sampai 2 bar. Selain sumbangan soal tekanan ekstraksi 8 sd. 10 bar, mesin Gaggia ini juga merupakan mesin pertama yang menghasilkan espresso dengan krema.

BACA JUGA:  Cara Jantung Memompa Darah

Akhirnya, kemunculan mesin espresso modern pada tahun 1961 yang dipelopori Ernesto Valente, dengan mesin Faema E61-nya, menandai awal perkembangan mutakhir mesin espresso seperti yang kita kenal sekarang. Alih-alih mengandalkan tekanan manual dari tuas, Faema E61 menggunakan motor pompa untuk menghasilkan tekanan 9 bar. Dalam perkembangannya, teknologi E61 menjadi acuan inovasi-inovasi mesin espresso yang ada.