Peran Antropologi dalam Bidang Sosial

Loading...

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti “manusia” atau “orang”, dan logos yang berarti “wacana” (dalam pengertian “bernalar”, “berakal”) atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia.

Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan mengapresiasi manusia sebagai spesies homo sapiens dan makhluk sosial dalam kerangka kerja yang interdisipliner dan komprehensif. Oleh karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak awal kemunculannya. Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya (Inggris cross-cultural) dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan pandangan hidup (worldview).

Dengan orientasinya yang holistik, antropologi dibagi menjadi empat cabang ilmu yang saling berkaitan, yaitu: antropologi biologi, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik. Keempat cabang tersebut memiliki kajian-kajian konsentrasi tersendiri dalam kekhususan akademik dan penelitian ilmiah, dengan topik yang unik dan metode penelitian yang berbeda.

Antropologi lahir atau berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa pada ciri-ciri fisik, adat istiadat, dan budaya etnis-etnis lain yang berbeda dari masyarakat yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, memiliki ciri fisik dan bahasa yang digunakan serupa, serta cara hidup yang sama.

BACA JUGA:  Pengertian dan Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial

Peran dan Fungsi Antropologi
Setelah mengetahui dan mempelajari konsep dasar antropologi, maka kita dapat mengetahui peran dan fungsi antropologi.

Lantas apakah peran dan fungsi dari antropologi ?? peran dan fungsi antropologi antara lain:

1. Melihat dengan jelas tentang manusia, baik sebagai pribadi maupun anggota kelompok masyarakat.

2. Mampu mengkaji kedudukan menusia dalam masyarakat dan dapat melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
Memahami norma-norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tertentu.

3. Lebih tanggap, kritis, dan rasional menghadapi gejala sisial masyarakat yang makin kompleks.

4. Menyusun etnografi-etnografi yang memungkinkan penciptaan teori-teori tentang asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan, perilaku bernegara, dan sebagainya.

Peran Antropologi dalam Bidang Sosial
Ada beberapa peran dari antropologi seperti dalam bidang sosial. Dalam bidang sosial budaya, Indonesia juga belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada masa orde baru, tindakan-tindakan ancaman, kekerasan, paksaan, penggusuran, teror, fitnah, vonis dan pembunuhan tanpa proses peradilan, penculikan, diktator, menjadi bagian dari rezim orde baru. Menyikapi aneka perilaku masyarakat yang cenderung mengedepankan kekerasan, terkesan bahwa masyarakat kita sebagai suatu kebiasaan, yang bukan kejahatan, tetapi dijadikan santapan sehari-hari dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup. Karena itu, Indonesia dicap sebagai negara yang paling banyak dilanda kekerasan sepanjang tahun 2000.

BACA JUGA:  Tahapan Proses Perkembangan Tulang (Osifikasi)

Seprti penyiksaan manusia, pemerkosaan, dan pembunuhan manusia, dalam kasus kekerasan, manusia dijadikan objek tontonan, permainan dan penghinaan. Peledakan bom di Bali adalah puncak keaneka ragaman aksi kekerasan. Kita tidak perlu malu mengakui, telah masuk budaya asing yang bersifat rasial, deskriminatif, intoleran, dan sarat kekerasan ke dalam kehidupan masyarakat kita. Karena itu sudah waktubya kita berupaya kerasa dengan segala upaya atau cara untuk memperbaiki citra buruk yang dikotori oleh sebagian aksi kekerasan.
Kita prihatin dengan semua gejala diatas. Kita prihatin dengan arah kehidupan demokrasi yang mulai mendek itu. Kita prihatin dengan kehidupan hukum yang tanpa keadilan sekarang ini. Kita prihatin dengan langkah-langkah pemulihan ekonomi yang tidak menentu. Kita prihatin dengan budaya kekerasan telah diterima oleh sebagian masyarakat kita sebagai suatu kebiasaan, dan dijadikan santapan sehari-hari dalam meghadapi persoalan-persoalan hidup.

Citra buruk Indonesia sudah terjadi sejak lama, masa pemerintahan orde baru. Citra buruk seperti ini masih berlanjut. Kita harus malu bila krisis multideminsionalseperti ini dibiarkan terus, maka bangsa ini akan hancur berkeping-keping. Karena itu mau tidak mau kita semua harus menyatukan kometmen mengambil langkah-langkah tegas.

BACA JUGA:  Konsep Manusia Modern dalam Proses Perubahan Sosial

Ilmu antropologi sasarannya adalah kebudayaan atau kebiasaan yang melekat dalam egala aspek. Jika kita berbincang dengan ilmu sosial di Indonesia sekarang, kita sungguh-sungguh tidak dapat membicarakannya tanpa menghubungkannya dengan mebudayaan nasional.
Jika kita menetapkan apa yang harus dikerjakan dalam ilmu antropologi di Indonesia, maka kita harus memperhatikan masalah yang dahsyat yang di hadapi Indonesia. Masalah yang paling dahsyat bukan terpuruknya ekonomi, melainkan manusia dan kebudayaan masyarakat Indonesia sudah terpuruk ke jurang yang paling dalam mendekati tingkat kebinatangan. sebagian dari bangsa Indonesia adalah serigala yang siap menerkam saudaraya sendiri. Sementara itu, para pemimpinnya sebagian besar orang-orang yang sebenarnya tidak layak menjadi panutan. Mereka tidak punya hati akan penderitaan rakyat. Banyak oarang mengatakan, di Indonesia tidak ada lagi nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, kebudayaan masyarakat yang ramah tamah serta saling hormat menghormati antara suku-suku yang lain.

Menyimak dari berbagai hal yang terjadi, maka peranan ilmu antropologi di Indonesia bukan hanya mencari informasi, membuat prediksi, melainkan memberi pencerahan, bahkan memberiakan pemikiran tentang jalan keluar atau krisis kebudayaan yang di alami oleh bangsa Indonesia masa kini terutama kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.