Hidup dengan Satu Ginjal? Bisa!!

Loading...

ASTALOG.COM – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang banyak didonorkan oleh orang hidup, bahkan tak jarang diperjual-belikan meski sebenarnya jual-beli organ adalah perbuatan melanggar hukum.

Ginjal merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh kita. Organ ini menjadi organ utama dalam beberapa fungsi pokok tubuh, antara lain:

1. Pemeliharaan keadaan stabil dinamis lingkungan cairan tubuh,
memegang peranan penting dalam pembuangan sisa-sisa metabolisme,
2. Regulasi volume esktraselular,
3. Keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam dan basa tubuh.
4. Ginjal juga meproduksi dan mengeluarkan hormon eritropoetin, bentuk aktif vitamin D3 (calcitriol), serta enzim renin.
5. Eritropoetin bekerja pada sumsum tulang untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Calcitriol bekerja pada sel-sel usus untuk absorpsi kalsium makanan, dan pada tulang untuk memobilisasi kalsium dari tulang ke darah. Sedangkan renin berfungsi dalam mempertahankan tekanan darah.

BACA JUGA:  Jelaskan 5 Pasal dalam UUD Negara Republik Indonesia yang Mengatur Hak Asasi Manusia

Kalau peran ginjal sangat penting, apa bisa manusia hidup dengan satu ginjal saja?

Manusia bisa hidup hanya dengan satu ginjal. Sebetulnya, tubuh manusia tidak memerlukan dua ginjal, fungsi-fungsi di atas dapat dijalankan oleh satu ginjal saja. Banyak orang yang lahir dengan satu ginjal.

Sebagian besar dari mereka menjalani hidup tanpa mengetahui bahwa mereka hanya memiliki satu ginjal. Tidak ada insiden peningkatan gagal ginjal pada orang yang lahir dengan satu ginjal, atau mengalami gagal ginjal karena satu ginjal diangkat. Orang dengan satu ginjal dapat hidup seperti biasa, bahkan tidak ada pengaturan makanan tertentu kecuali ginjal yang tertinggal memang memiliki masalah.

Namun, ada baiknya untuk yang memiliki satu ginjal saja untuk meningkatkan asupan air yang lebih banyak dan sebaikny makan makanan sehat yang seimbang asupan kalori dan nutrisinya. Aktvitas sehari-hari pun tidak dibatasi dan sebaiknya hindari aktivitas-aktivitas yang membuat ginjal lebih rentan terhadap trauma.

BACA JUGA:  Habitat Kuda Nil

Selain itu perlu dilakukan tes laboratorium analisi urin dan pengukuran tekanan darah tiap tahun, sedangkan fungsi ginjal diperiksa tiap beberapa tahun. Ada indikasi bahwa orang yang pada usia dewasa mendonasikan salah satu ginjalnya untuk transplantasi bisa memiliki tekanan darah yang sedikit tinggi dan peningkatan protein dalam urin dalam jumlah sedikit 10 – 15 tahun setelahnya.

Jadi, hidup dengan satu ginjal sebenarnya tidak menimbulkan masalah apapun.