Senang Wisata? Tujuan Sebenarnya Apa Sih?

ASTALOG.COM – Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata.

Menurut Soetomo (1994:25) yang di dasarkan pada ketentuan WATA (World Association of Travel Agent = Perhimpunan Agen Perjalanan Sedunia), wisata adalah perjalanan keliling selama lebih dari tiga hari, yang diselenggarakan oleh suatu kantor perjalanan di dalam kota dan acaranya antara lain melihat-lihat di berbagai tempat atau kota baik di dalam maupun di luar negeri.

Tujuan Wisata
Prioritas seseorang / kelompok untuk melakukan perjalanan wisata adalah mencari kesenangan atau kegembiraan, berikut adalah beberapa tujuan dari adanya pelaksanaan wisata :
1. Ingin bersantai, bersuka ria, rileks (lepas dari rutinitas).
2. Ingin mencari suasana baru atau suasana lain.
3. Memenuhi rasa ingin tahu untuk menambah wawasan.
4. Ingin berpetualang untuk mencari pengalaman baru.
5. Mencari kepuasan dari yang sudah didapatkan. (M.kasrul hal 6)

Tujuan wisata yang dibenarkan oleh agama, yaitu perjalanan (yang tidak mengakibatkan dosa) dibenarkan oleh agama. Bahkan mereka yang melakukannya mendapatkan keringanan-keringanan dalam bidang kewajiban agama, seperti boleh menunda puasanya, atau menggabung dan mempersingkat rakaat shalatnya. Tetapi yang terpuji, dari suatu perjalanan, adalah yang sifatnya seperti apa yang ditegaskan dalam salah satu ayat yang memerintahkan melakukan perjalanan. (Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur’an (Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat), (Bandung : Mizan, 1994)

Quraish Shihab, memperkuat argumentasinya mengenai tujuan wisata ini dengan firman Allah :

Artinya : Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Depag RI : 519).

Disamping itu, dari adanya wisata diharapkan agar manusia memperoleh manfaat dari apa yang diperoleh dan dipelajari di tempat-tempat yang telah dikunjungi.

Dengan bermacam-macamnya alasan melakukan perjalanan wisata tersebut, maka para pelaku bisnis layanan wisata, berkreasi untuk membuat dan menyusun paket-paket wisata berdasarkan kebutuhan wisatawan, antara lain:

1. Wisata Alam /Ekowisata/Ecotourism
2. Wisata Budaya / Culture
3. Wisata Sejarah / Historical
4. Wisata Ziarah / Pilgrim
5. Wisata Boga / Kuliner/Culinary
6. Wisata Belanja /Shopping
7. Wisata Pertanian /Agriculture
8. Wisata Kelana / Petualangan/Adventure

Unsur Pokok Wisata
Unsur-unsur pokok dalam pelaksanaan wisata religi tersebut, adalah sebagai berikut :

1. Politik Pemerintah
Sikap pemerintah terhadap kunjungan wisatawannya, dalam hal ini ada dua faktor penting yang terkait dengan politik pemerintah suatu negara yaitu yang langsung dan tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan industri pariwisata. Yang langsung adalah sikap pemerintah terhadap kunjungan wisatawan luar negeri, dan yang tidak langsung adanya situasi dan kondisi yang stabil dalam perkembangan politik, ekonomi, serta keamanan dalam negara itu sendiri.

2. Perasaan Ingin Tahu
Pada awal hakikatnya paling utama yang melahirkan pariwisata adalah perasaan manusia yang terdalam, yang serba ingin mengetahui segala sesuatu selama hidup di dunia. Manusia ingin tahu segala sesuatu di dalam dan di luar lingkungannya. Ia ingin tahu tentang kebudayaannya, cara hidup, adat istiadat, keindahan alam dan sebagainya.

3. Sifat Ramah Tamah
Sifat ramah tamah merupakan salah satu faktor potensial dalam bidang pariwisata, karena keramah tamahan masyarakat merupakan suatu daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

4. Atraksi
Dalam dunia kepariwisataan, segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat disebut ”atraksi” atau lazim juga dinamakan objek wisata. Atraksi atau objek wisata yang ada secara natural maupun yang biasa berlangsung tiap harinya, serta yang khusus diadakan pada waktu tertentu di tanah air kita Indonesia sangat banyak bahkan melimpah.

5. Akomodasi
Sebagai unsur yang dibutuhkan, akomodasi merupakan faktor yang sangat penting. Ia merupakan ”rumah sementara” bagi wisatawan yang sejauh dan sepanjang perjalanannya membutuhkan serta mengharapkan kenyamanan, pelayanan yang baik, keberhasilan, senitasi yang menjamin kesehatan serta hal-hal kebutuhan hidup yang layak. (Sukarmin, Citra Wisata Religi “Studi Tentang Persepsi Wisatawan Terhadap Wisata Religi Sunan Ampel Surabaya”, Skripsi Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2007 h. 31-32),